Dituntut 3,5 Tahun Bui, Seperti Apa Pembelaan Galih Ginanjar?

Yazir Farouk | Ismail
Dituntut 3,5 Tahun Bui, Seperti Apa Pembelaan Galih Ginanjar?
Galih Ginanjar [Suara.com/Evi Ariska]

"Kami mengungkap berdasarkan undang-undang dan fakta-fakta hukum yang terjadi," katanya.

Suara.com - Tiga terdakwa perkara pencemaran nama baik atau yang dikenal kasus ikan asin, yakni Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua tetap menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (30/3/2020) di tengah wabah virus corona (Covid-19).

Menurut kuasa hukum Galih, Sugiarto, sidang hari ini digelar dengan agenda pledoi atau pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dia menyatakan ada fakta baru yang bakal diungkap di persidangan.

"Iya. Kami mengungkap berdasarkan undang-undang dan fakta-fakta hukum yang terjadi dan yang ada dalam persidangan," kata Sugiarto dihubungi hari ini.

Namun, Sugiyarto belum mau membocorkan apa fakta yang dimaksud. "Lihat nanti aja," ujar dia.

Pada sidang sebelumnya, JPU menuntut Galih Ginanjar dengan tuntutan 3,5 tahun penjara. Sementara Pablo dituntut 2,5 tahun penjara dan Rey 2 tahun penjara.

Kasus ikan asin berawal dari ucapan Galih Ginanjar soal bau ikan asin yang dinilai telah menghina mantan istrinya, Fairuz A Rafiq.

Ucapan Galih tersebut tayang di channel Youtube milik Rey Utami dan Pablo Benua.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS