alexametrics

Hari Air Dunia, Denny Sumargo Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

Ferry Noviandi | Rena Pangesti
Hari Air Dunia, Denny Sumargo Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik
Denny Sumargo [Suara.com/Evi Ariska]

Denny Sumargo tak bisa membayangkan andai Jakarta sampai mengalami kelangkaan air bersih.

Suara.com - Denny Sumargo turut menyambut Hari Air Dunia pada 22 Maret 2021. Sebab bagi aktor sekaligus atlet basket ini, air menjadi salah satu sumber kehidupan.

Bintang film 5 CM ini bersyukur ia masih mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan. Sebab tak bisa dibayangkan jika nantinya tempat yang ditinggali mengalami krisis air.

"Sejauh ini nggak, belum mengalami kesulitan air bersih karena banyak akses mendapatkannya. Tapi nggak terpikirkan ya kalau air sampai langka, apalagi di Jakarta, pasti kan chaos," kata Denny Sumargo kepada Suara.com.

Denny Sumargo di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019). [Sumarni/Suara.com]
Denny Sumargo di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019). [Sumarni/Suara.com]

Meski beruntung bisa mengakses air bersih di Jakarta, namun Denny Sumargo sempat mengalami kesulitan di beberapa daerah di Indonesia.

Baca Juga: KemenPUPR Bangun 15 Rumah Khusus untuk Penyandang Disabilitas di Kalsel

Suami Olivia Allan yang menjadi host di acara petualangan ini harus mengirit. Lantaran kondisi di sana kekurangan air.

"Kekurangan air, ya akhirnya nggak mandi dulu, itu di Riau, timur Indonesia kayak di Papua, gue pernah," katanya mengenang.

Ketidaknyamanan jelas dirasakan Denny Sumargo. Tak hanya dibatasi penggunaannya untuk mandi, aktor 39 tahun ini juga harus mengirit dari sisi lainnya.

"Penggunaan air nggak boleh boros, karena terbatas. Jadi ya tu seleksi alam, kalau nggak kuat, tumbang. Rasanya nggak enak, kenyamanan diambil. Tinggal kuat-kuatan mental saja," terang aktor 39 tahun ini.

Berkaca pada hal tersebut, Denny Sumargo berharap kondisi serupa tidak dialami di Jakarta. Untuk itu ia menyarankan adanya manajemen yang baik dari pemerintah dalam hal pengelolaan air.

Baca Juga: Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Bedah Rumah Warga di NTB untuk Jadi Homestay

"Sekarang ini bagaimana mengatur dan mengelola air supaya seimbang. Saat kemarau tidak kekeringan, dan musim hujan nggak kebanjiran," ucapnya.

Komentar