![Kebersamaan Angelica Simperler bersama suami dan anak sambungnya [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/02/13889-kebersamaan-angelica-simperler-bersama-suami-dan-anak-sambungnya-instagram.jpg)
"Awalnya bingung. Karena pengalaman punya anak aja nggak pernah, apalagi langsung gede, ABG. Duh, nih pasti susah kan, anaknya juga pendiem, pemalu banget," ujar aktris 34 tahun ini.
Angel lantas memulai dengan hal sederhana seperti mengajak berbincang di ruang keluarga. Pendekatan ini bukan tanpa penolakan. Titan awalnya selalu menolak.
Angel akhirnya mencari cara lain untuk dekat dengan Titan. Setidaknya butuh waktu enam bulan sampai akhirnya mereka bisa akrab.
"Karena ini anak sukanya nge-game, pura-pura tanya. Ya lama-lama deket sendiri," ujarnya.
Sebagai kunci, Angel tak pernah mau bermaksud hadir menggantikan ibu kandung Titan yang telah berpulang ke pangkuan Ilahi. Dia justru memposisikan diri sebagai teman atau kakak.
Berstatus ibu sambung dengan rasa teman, itulah yang diterapkan Angelica Simperler pada anak sambungnya.
"Nggak ada (aturan) kalau nasehatin iya. Sharing pengalaman, sekarang kamu masih 3 SMA, belum lagi nanti tingkat kuliah, bertambah lagi resikonya. Pengalaman buruk yang aku alami, kuceritakan. Supaya itu juga menjadi pelajaran buat dia," katanya.
Beruntung, Titan termasuk anak penurut yang tak pernah bikin ulah. Kenakalanannya hanya sebatas bangun kesiangan karena terlalu asyik nge-game.
"Paling aku ingetin. Karena dibilang jangan begadang, dia akan jawab ngikutin ayahnya," katanya.
Peringatannya itu sebagai bukti bahwa ia memperhatikan anak sambungnya. Walaupun Titan tak tinggal serumah dengannya dan sang suami.
Titan tinggal di Jakarta bersama neneknya. Meski terpisah jarak, Angel tak pernah beri perhatian layaknya ibu kandung.
Perhatian yang diberikan Angelica Simperler dibalas pula oleh anak sambungnya. Titan bahkan kerap membela ibu sambungnya saat dibanding-bandingkan warganet.
"Kalau kami suka ngobrol, terus liat komentar, dia bilang 'bunda jangan baca'. Baik kan?" puji Angel buat anaknya.
Angel sendiri tak ambil pusing soal komentar tersebut. Termasuk pula saat ada segelintir warganet bicara soal kemungkinan Angelica Simperler yang bakal jatuh cinta dengan anak sambungnya.
Buat Angel, ocehan itu hanya melantur. Tapi ia khawatir hal itu akan memengaruhi psikis anak sambungnya.
"Bikin mental, psikisnya (terganggu). Tapi yang kayak gitu, orang-orang kebanyakan nonton film, sinetron. Nggak ada kepikiran gitu, dibawa santai aja," katanya.
Berkaca pada pengalamannya ini, Angel memberikan masukan kepada perempuan yang memiliki kesamaan cerita dengannya. Poin pentingnya adalah berusaha memberikan kasih sayang dengan tulus.
"Di saat anak itu belum terima pun jangan dipaksa, tapi cari cara sukanya di mana. Lebih ke psikologisnya aja sih," ujar dia.
Belajar dari pengalaman
Kalina Oktarani baru-baru ini saja menyandang status ibu tiri setelah dia menikah dengan Vicky Prasetyo. Tapi yang menarik, dia pernah berada di posisi sebagai anak tiri.
Karenanya, mantan istri Deddy Corbuzier ini tak mau menjadi ibu tiri yang jahat untuk anak-anak sang suami. Dia tahu betul rasanya bila tak mendapatkan kasih sayang.
Belajar dari pengalaman hidupnya, Kalina Oktarani paham betul bagaimana cara memperlakukan anak sambungnya.
"Aku pernah merasakan di posisi anak-anak mas Vicky. Aku pernah merasakan bagaimana yang namanya anak tiri," kata Kalina kepada Suara.com.
Menariknya lagi, Kalina juga memiliki anak yang kini diasuh Deddy Corbuzier. Kata Kalina, tak adil rasanya berharap anak kandungnya hidup nyaman bersama pasangan Deddy kelak, sementara dia berprilaku semena-mena terhadap anak sambungnya.

"Jadi sebisa mungkin aku juga memikirkan bagaimana nasib anak aku kalau diperlakukan seperti misalnya aku jahat sama anaknya pasangan aku," katanya.
Selain memikirkan anak sambungnya, Kalina Oktarani memikirkan perasaan si ibu kandung. Seperti seorang ibu pada umumnya, tentu mereka tak ingin sang anak disakiti.
Di luar anak kandung maupun anak tiri, perempuan kelahiran 30 November 1980ini menyakini seorang ibu memiliki tanggung jawab pada anak-anaknya tanpa membedakan satu dan lainnya. Menjadi ibu tiri, Kalina Oktarani harus bertugas melanjutkan tanggung jawab tersebut.
Bahkan sejak memutuskan berkomitmen menikah dengan Vicky, ia sudah lebih dulu berbicara kepada anak sambungnya. Dia tak berniat menggantikan atau mengambil posisi si ibu kandung.
"Mami di sini istri ayah kalian dan mami akan berlaku seperti ibu untuk kalian. Karena bagaimanapun mami seorang ibu. Tapi mami nggak akan pernah gantiin posisi ibu kalian karena ibu kalian tetap yang di sana bukan mami'," ujarnya berpesan pada anak-anak Vicky kala itu.
Harus sadar diri
Menurut Ustazah Dedeh Rosidah atau lebih dikenal Mamah Dedeh, anggapan ibu tiri sosok yang jahat dan menyeramkan memang sudah menjadi mitos dan opini yang berkembang di masyarakat sejak dulu.
Pokoknya, yang jelek-jelek kata Mamah Dedeh, ada di sosok ibu tiri. Mulai dari sikap menyebalkan, suka manipulasi keadaan, pandai berbohong, dan masih banyak lagi. Dia sadar narasi semacam itu sering hadir dalam cerita di sinetron yang akhirnya ditelan mentah-mentah oleh masyarakat.
"Padahal tidak semua ibu tiri galak," kata Mamah Dedeh.
Ada juga anggapan bahwa ibu tiri hanya mencintai suaminya saja. Mamah Dedeh tak menampik ada yang demikian, namun tak bisa dipukul rata.
"Tidak sedikit ibu tiri yang sangat menyayangi anaknya, dirawat melebihi anak kandungnya. Sekali lagi opini masyarakat yang salah jangan dibesar-besarkan," ujarnya.
Mamah Dedeh membeberkan tips utama menjadi ibu tiri yang baik. Pertama, harus sadar sebagai orang asing di keluarga suami. Ibu tiri tak bisa memaksakan untuk diakui sebagai ibu sesungguhnya. Sebab bagaimana pun anak-anak punya sosok ibu kandung yang sudah tiada atau cerai.
"Sebagai perempuan, sebagai ibu, tentu pengin dipanggil mama, dihargai oleh anakya, itu kebahagiaan tersendiri, tapi jangan terlalu berharap yang dikhawatirkan anda jadi kecewa," ujar Mamah Dedeh.
"Anda tidak bisa menggantikan sosok ibu mereka, biarkan dipanggil apa aja deh, tunjukkan kebaikan anda, perhatian anda, lama kelamaan anak tiri anda akan simpati," katanya lagi.
Menjadi ibu tiri yang baik harus juga pandai bersabar dalam merangkul anak-anak. Ibu tiri harus sadar posisinya sendiri, bahwa menikah dengan lelaki yang sudah memiliki anak adalah nikmat.
"Makanya Anda berpikir sebagai perempuan, siap mental nggak punya suami yang anaknya yang umur sekian. Kalau anda tidak siap jangan menikah dengan laki-laki yang punya anak dong. Tidak ada pernikahan yang tidak mengandung resiko," katanya.
Mamah Dedeh menyarankan untuk bisa menjadi ibu tiri yang bahagia dan menyenangkan adalah dengan tidak berekspektasi tinggi. Sebab, pengaruh lingkungan dan anggapan soal ibu tiri memang tidak main-main.
"Agar jadi ibu tiri yang baik saya kasih saran sadari anda menikah dengan laki-laki yang sudah punya anak, rangkul anak tiri anda dengan sebaik-baiknya. Perlakukan seolah seperti anak kandung dan jangan banyak berharap dipanggil mama oleh anak tiri anda, jangan berekspektasi," katanya.
Terakhir, Mamah Dedeh menyarankan agar tutup telinga dari pendapat orang dan tuluslah mencintai anak tiri selayaknya anak kandung sebagaimana anjuran Alquran dan hadist. Tunjukan bahwa ibu tiri juga bisa mendidik anak dengan baik dengan tidak pernah meninggalkan anak dan selalu ada.
"Anda sebagai ibu tiri harus siap kapanpun di manapun ketika anak tiri membutuhkan sosok seorang ibu," katanya.
Reporter: Rena Pangesti, Evi Ariska, Yuliani
Editor: Yazir Farouk