facebook

Progam Siaran Gofar Hilman Ditunda Prambors, Ini Alasannya

Ferry Noviandi
Progam Siaran Gofar Hilman Ditunda Prambors, Ini Alasannya
Gofar Hilman. (Instagram/ @pergijauh)

Gofar Hilman seharusnya melakukan siaran di Prambors pada 23 Mei kemarin.

Suara.com - Kembalinya Gofar Hilman menjadi penyiar dan akan mengisi salah satu program di Radio Prambors mendapat banyak tanggapan dari warganet. Banyak yang menyambut, tak sedikit yang menolak.

Orang-orang menyambut Gofar Hilman karena lelaki 39 tahun ini dikenal sebagai salah satu penyiar terbaik. Ia cukup lama vakum dan konsen menjadi konten kreator untuk kanal YouTube-nya.

Namun tak sedikit juga yang menolak kehadiran Gofar Hilman, serta menyayangkan Prambors memilih mantan kekasih Putri Tanjung tersebut.

Hal itu berkaitan dengan kasus pelecehan seksual terhadap perempuan bernama Syerin. Meski Syerin belakangan memberi klarifikasi dan mengaku telah merekayasa ceritanya.

Baca Juga: Sepak Terjang Gofar Hilman, dari Pegawai Kantoran hingga Jadi Penyiar Baru Prambors

Gofar Hilman seharusnya memulai siaran Senin (23/5/2022). Tapi rupanya program siaran untuk Gofar ditunda dari pihak Prambors.

Dari keterangan yang disampaikan Prambors di media sosialnya, program untuk Gofar Hilman terpaksa ditunda karena lelaki yang banyak mengoleksi tato di tubuhnya itu belum memiliki partner siaran.

"Masih cari partner siaran, jadi siaran Gofar ditunda dulu ya," bunyi pengumuman yang disampaikan Prambors, Minggu (22/5/2022).

Prambors telah memberi alasan mengenai ditundanya program buat Gofar Hilman. Namun warganet menduga, penundaan ini berkaitan dengan banyaknya penolakan dari masyarakat.

Di Twitter sendiri, banyak tanggapan mengenai program Gofar Hilman yang ditunda Prambors. Begini komentarnya:

Baca Juga: Petisi Penolakan Gofar Hilman Jadi Penyiar Prambors Viral

"Dibatalkan saja, atau saya hapus program @Prambors di radio mobil," kata seorang warganet.

"Sejak dengar bajingan ini mau masuk Prambors, langsung gue delete dari list radio gue," ujar seorang warganet.

"Sepertinya sudah kehilangan audience-nya. Makanya butuh si fenomenal. Etapi benar kan, kalian sudah jarang dengerin radio?," kata warganet lain menimpali.

"Prambors kayak pemerintah RI saja, ambil keputusan karena viral," imbuh warganet lain.

Komentar