Farhat Abbas cs Menangis Dengar Kesaksian Aldi Soal Terpidana Kasus Vina Cirebon yang Disiksa Hingga Dipaksa Minum Urine

Sumarni, Yuliani

Rabu, 31 Juli 2024 | 08:33 WIB
Farhat Abbas cs Menangis Dengar Kesaksian Aldi Soal Terpidana Kasus Vina Cirebon yang Disiksa Hingga Dipaksa Minum Urine
Pengacara Farhat Abbas kini bergabung dengan Tim Hukum Nasional AMIN. [Suara.com/Rakha]

Suara.com - Farhat Abbas tak kuasa menahan air matanya saat mendengar kesaksian Aldi Renaldi dalam sidang lanjutan peninjauan kembali (PK) Saka Tatal di Pengadilan Negeri (PN) Cirebon, Selasa (30/7/2024).

Kuasa hukum Saka Tatal itu beberapa kali mengusap air matanya dengan tisu sambil bertanya soal kejadian penangkapan Saka Tatal.

Aldi Renaldi merupakan sepupu dari Saka Tatal sekaligus adik dari salah satu terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon, yakni Eka Sandi.

Aldi menjadi salah satu dari sembilan saksi yang dihadirkan tim kuasa hukum Saka Tatal terkait kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon.

Tangis Farhat Abbas pecah saat mendengar langsung kesaksian Aldi. Aldi bercerita bagaimana ia mendapat tindakan kekerasan saat ditangkap polisi pada 2016.

Dalam cuplikan video yang diunggah akun @lambe__danu, Selasa (30/7/2024), Aldi mengaku menjadi korban salah tangkap.
Bahwa semua terpidana kasus Vina Cirebon saat ini, adalah orang baik yang dijadikan tumbal.

Bahkan saat Aldi ditangkap, keluarganya hanya bisa pasrah.

"Tahu pak. Ibu saya tahu, bapak saya tahu. Tapi bapak saya nggak bisa apa-apa lihat saya dibawa negara," kata Aldi sambil menangis.

Saka Tatal [Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel]
Saka Tatal [Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel]

"Kamu lihat kakak kamu juga disiksa?" tanya Farhat Abbas sambil menangis.

baca juga

"Disiksa pak, semua disiksa. Namanya rambut juga dibakar pak," sahut Aldi lirih.

Aldi mengaku berani bersaksi demi membantu korban salah tangkap pembunuhan Vina Cirebon yang masih dipenjara saat ini.

Ia berharap, mereka semua bisa dipulangkan seperti dirinya yang kini sudah bebas.

"Ya intinya mah maunya semua pulang pak. Orang-orang nggak tahu, datang-datang kita buat tumbal," terang Aldi.

"Orang baik itu semuanya pak. Bukan yang kata orang pembunuh lah, apa lah. Saya tahu itu orang baik semua pak," imbuhnya.

Beberapa rekan Farhat Abbas di meja pembela tampak ikut menangis mendengar kesaksian Aldi.

Masih dengan mata berkaca-kaca, Farhat Abbas kembali menanyakan bentuk penyiksaan yang dialami Aldi, Saka Tatal, dan yang lain.

"Kamu percaya kata Saka dia disiksa, dikasih minum air kencing?" tanya Farhat.

"Iya saya di situ sama disiksa pak. Saya minum (air kencing) satu gelas. Saka satu gelas, semua satu gelas," ungkap Aldi kembali menangis.

Mendengar jawaban Aldi, seisi sidang langsung riuh. Emosional, mereka kompak menyerukan nama Allah dengan nada pilu.

"Ya Allah," seru orang-orang sambil menangis.

Sekadar informasi, Aldi menceritakan penderitaannya ketika ikut ditangkap oleh petugas kepolisian empat hari setelah kejadian kematian Vina dan Eki Cirebon pada 27 Agustus 2016 lalu.

Aldi menceritakan kronologi penyiksaan saat baru ditangkap hingga digiring ke Mako Polres Cirebon Kota.

Menurut Aldi, penangkapan terjadi pada 31 Agustus 2016 sekitar pukul 16.30 WIB.

Selama dikumpulkan, mereka mengalami beberapa penyiksaan, seperti dipukul, ditendang, rambut dibakar, disuruh meminum urin, hingga disunut puntung rokok di beberapa bagian tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dedi Mulyadi Tantang Kubu Iptu Rudiana Buktikan Tuduhan Manipulasi Pengakuan Dede

Dedi Mulyadi Tantang Kubu Iptu Rudiana Buktikan Tuduhan Manipulasi Pengakuan Dede

Lifestyle | Kamis, 25 Juli 2024 | 12:39 WIB

Dede Akui Beri Keterangan Palsu Di Kasus Vina Cirebon, Rela Dipenjara Gantikan 7 Terpidana

Dede Akui Beri Keterangan Palsu Di Kasus Vina Cirebon, Rela Dipenjara Gantikan 7 Terpidana

News | Selasa, 23 Juli 2024 | 20:24 WIB

Dede dan Enam Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Minta Perlindungan ke LPSK, Ini Alasannya

Dede dan Enam Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Minta Perlindungan ke LPSK, Ini Alasannya

News | Selasa, 23 Juli 2024 | 18:06 WIB

Babak Baru Kasus Vina Cirebon, Bareskrim Segera Tentukan Nasib Iptu Rudiana hingga Saksi Aep

Babak Baru Kasus Vina Cirebon, Bareskrim Segera Tentukan Nasib Iptu Rudiana hingga Saksi Aep

News | Selasa, 23 Juli 2024 | 14:04 WIB

Nangis Dengar Pengakuan Saksi Kunci Kasus Vina, Dedi Mulyadi Tantang Aep Bertemu: Mereka Tak Berdosa, Kamu Jahat!

Nangis Dengar Pengakuan Saksi Kunci Kasus Vina, Dedi Mulyadi Tantang Aep Bertemu: Mereka Tak Berdosa, Kamu Jahat!

News | Senin, 22 Juli 2024 | 13:30 WIB

Saksi Kunci Kasus Vina Ngaku Disuruh Iptu Rudiana Berbohong, Dedi Mulyadi Nangis: Anak Meninggal, Bapak Dapat Apa?

Saksi Kunci Kasus Vina Ngaku Disuruh Iptu Rudiana Berbohong, Dedi Mulyadi Nangis: Anak Meninggal, Bapak Dapat Apa?

News | Senin, 22 Juli 2024 | 11:13 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×