Nangis Dengar Pengakuan Saksi Kunci Kasus Vina, Dedi Mulyadi Tantang Aep Bertemu: Mereka Tak Berdosa, Kamu Jahat!

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 22 Juli 2024 | 13:30 WIB
Nangis Dengar Pengakuan Saksi Kunci Kasus Vina, Dedi Mulyadi Tantang Aep Bertemu: Mereka Tak Berdosa, Kamu Jahat!
Dedi Mulyadi geram dengan Aep yang dicap menjadi dalang kasus keterangan palsu pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon 2016 lalu. (Tangkapan layar/Youtube)

Suara.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Dedi Mulyadi auto murka setelah mendengar pengakuan Dede Riswanto yang mengaku telah memberikan keterangan palsu dalam kasus pembunuhan terhadap Vina dan Eky di Cirebon pada 2016 lalu yang kini menyeret tujuh terpidana dengan hukuman penjara seumur hidup.

Pengakuan itu disampaikan Dede dalam podcast pribadi Dedi Mulyadi yang tayang pada Minggu (21/7/2024) kemarin.

Dalam podcast tersebut, pria berusia 30 tahun itu mengaku disuruh memberikan keterangan palsu alias berbohong dalam kasus Vina Cirebon.

Dede pun menyebut orang yang menyuruhnya memberikan keterangan palsu, yakni saksi bernama Aep dan Iptu Rudiana, Kapolsek Kapetakan yang juga adalah ayahanda Eky korban yang tewas dalam kasus itu.

Dede, saksi kunci kasus Vina Cirebon yang mengaku disuruh berbohong. (tangkapan layar/Youtube)
Dede, saksi kunci kasus Vina Cirebon yang mengaku disuruh berbohong. (tangkapan layar/Youtube)

"Karena saya disuruh pak. Disuruh Aep dan pak Rudiana," ujar Dede dikutip Suara.com lewat potongan video yang dibagikan akun Instagram @kabarnegri.

Sontak Dedi pun menangis setelah mendengar cerita Dede. Mantan Bupati Purwakarta itu pun merasa heran dengan Iptu Rudiana yang disebut-sebut mengarahkan Dede untuk memberikan keterangan palsu.

"Pertanyaan saya adalah pak Rudiana, bapak melakukan ini tujuannya apa pak? Bapak mengorbankan orang-orang kecil, tujuannya apa pak? Bapak dapat apa? anak meninggal, Vina meninggal, tapi kenapa yang ditangkap mereka yang tidak bersalah?" ujar Dedi sambil terisak.

Saksi kunci kasus Vina, Dede dan Dedi Mulyadi . (Antara)
Saksi kunci kasus Vina, Dede dan Dedi Mulyadi . (Antara)

Selain itu, Dedi pun geram dengan saksi Aep yang disebut-sebut turut terlibat menjadi dalang terkait dugaan keterangan palsu di kasus Vina.

Dedi awalnya meminta agar Dede agar bisa membujuk Aep yang kini tidak diketahui keberadaannya. Dalam podcast itu, Dede meminta agar Aep segera jujur kepada publik.

"Pesen buat Aep, Aep lebih baik berkata jujur, dari pada kita boong, ke depannya malah nama baik kita rusak," minta Dede.

"Aep lebih baik jujur, lebih baik keluar memberikan keterangan yang sebenar-sebenarnya, daripada kita bohong, di-hantuin dengan kebohongan, gak tenang hidup kita, kasihan juga buat keluarga kita. Nama baik kita juga bakal rusak," sambung Dede.

Setelahnya, Dedi Mulyadi yang dalam kondisi geram lantas meminta Aep tampil ke publik untuk mengungkap fakta yang sebenarnya dalam kasus Vina. Selain telah menemui keluarganya, Dedi Mulyadi pun mengaku sudah meminta aparat desa untuk mencari keberadaaan Aep yang kini menjadi sorotan publik karena dianggap telah menyebarkan fitnah kepada tujuh terpidana kasus Vina.

"Buat Aep, saya kemarin sudah bertemu bapakmu, hari ini saya minta kamu, kamu keluar Aep. Temuin saya, saya tunggu kamu. Buat bapaknya segera anaknya dicari, buat keluarganya segera cari Aep. Buat kepala desa, camat, cari itu warganya," ujar Dedi.

Menurut Dedi, tidak ada yang mendapatkan perlindungan bagi orang-orang yang terjerat hukum. Dia pun menganggap saksi Aep tidak bakal bisa lagi berkilah karena semuanya fakta dalam kasus Vina sudah terungkap.

Lantaran merasa kasihan terhadap korban salah tangkap yang kini menjalani hukuman, Dedi pun menganggap perbuatan Aep yang telah memfintah para terpidana adalah sebuah kejahatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saksi Kunci Kasus Vina Ngaku Disuruh Iptu Rudiana Berbohong, Dedi Mulyadi Nangis: Anak Meninggal, Bapak Dapat Apa?

Saksi Kunci Kasus Vina Ngaku Disuruh Iptu Rudiana Berbohong, Dedi Mulyadi Nangis: Anak Meninggal, Bapak Dapat Apa?

News | Senin, 22 Juli 2024 | 11:13 WIB

Dukung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar, Prabowo Mania Pamer 3 Kali Menang Pilpres: Jokowi 2 Kali dan Prabowo Sekali

Dukung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar, Prabowo Mania Pamer 3 Kali Menang Pilpres: Jokowi 2 Kali dan Prabowo Sekali

Kotak Suara | Kamis, 18 Juli 2024 | 22:20 WIB

Usai Keok Lawan Pegi Setiawan di Praperadilan, Ini Dalih Kapolri Tetap Usut Kasus Vina Cirebon

Usai Keok Lawan Pegi Setiawan di Praperadilan, Ini Dalih Kapolri Tetap Usut Kasus Vina Cirebon

News | Rabu, 17 Juli 2024 | 15:52 WIB

'Perang Terbuka' usai Bebas, Pegi Setiawan Tantang Aep Saksi Kasus Vina Cirebon: Jangan Matikan Masa Depan Orang!

'Perang Terbuka' usai Bebas, Pegi Setiawan Tantang Aep Saksi Kasus Vina Cirebon: Jangan Matikan Masa Depan Orang!

News | Rabu, 10 Juli 2024 | 18:31 WIB

Terkini

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

News | Sabtu, 25 April 2026 | 22:05 WIB

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 21:05 WIB

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

News | Sabtu, 25 April 2026 | 20:12 WIB

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:50 WIB

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:10 WIB

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:40 WIB

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:19 WIB

Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK

Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:15 WIB

Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok

Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok

News | Sabtu, 25 April 2026 | 17:28 WIB

Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran

Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran

News | Sabtu, 25 April 2026 | 17:22 WIB