Ladrang Piweling dan Gundhul-gundhul Pacul Menutup Acara Puncak Yogyakarta Gamelan Festival 2024

Yohanes Endra | Suara.com

Senin, 12 Agustus 2024 | 10:44 WIB
Ladrang Piweling dan Gundhul-gundhul Pacul Menutup Acara Puncak Yogyakarta Gamelan Festival 2024
Anteng Kitiran. [istimewa]

Suara.com - Yogyakarta Gamelan Festival ke-29 (YGF29) mempersembahkan Gaung Gamelan di Stadion Kridosono sebagai puncak rangkaian acara yang sekaligus upacara penutupan sekitar pukul 19.30 WIB. Pertunjukan gamelan dimainkan oleh ratusan pemain gamelan secara bersamaan yang tergabung dalam kelompok karawitan dari 14 Desa Budaya binaan Dinas Kebudayaan "Kundha Kabudayan" DIY dan kelompok gamelan komunitas antara lain Kyai Kanjeng, AKNSB (Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya), Gendhing Bahana UAD dan Karawitan Putri Bantul.

Pertunjukan ini memainkan empat gendhing klasik gaya Yogyakarta yang telah dibagikan sebulan sebelumnya, serta disebarkan melalui berbagai media dengan tujuan agar dapat dipelajari (dibaca) oleh masyarakat luas sebagai pengetahuan atau dapat dipakai untuk berpartisipasi di dalam program ini. Dua lancaran yang dimainkan diawal adalah Lancaran Desa Budaya dan Lancaran Kuwi Apa Kuwi.

Saron Groove. [istimewa]
Saron Groove. [istimewa]

Selain pertunjukan utama Gaung Gamelan, ada performance dari Saron Groove (Gayam16-Yogyakarta), Drummer Guyub Yogyakarta (Yogyakarta), Anteng Kitiran (Yogyakarta), Sanggar Sritanjung (Banyuwangi).

YGF merupakan festival yang mempertemukan pemain dan pencinta gamelan. Beberapa tahun yang lalu dunia dilanda pandemi, dan di masa-masa itu dunia seakan reset, kembali seperti semula, lalu setelah berhasil “bangkit’ dari masa pandemi yang merupakan masa kegelapan bagi seluruh dunia, tahun ini YGF mengusung tema “Piweling”

Ishari Sahida (Program Director), yang dikenal dengan nama Ari Wulu, menyatakan, "YGF bukan sekadar perayaan musik, ini adalah perjalanan kembali ke akar kita. Melalui tema 'Piweling' kami ingin terhubung kembali dengan asal usul alami kita, menumbuhkan rasa syukur, kebersamaan, dan pertumbuhan. Festival ini berfungsi sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan, melestarikan warisan kita sambil merangkul kemungkinan-kemungkinan baru."

"Ini adalah kali kedua gaung gamelan dengan format seperti ini. tahun ini kami mencoba membagikan pengalaman menikmati gamelan yang mengelilingin kita, YGF29 mengambil tema 'Piweling' ini adalah kesadaran kami untuk selalu mempunyai pengingat-ingat atau mengambil ilmu-ilmu yang sudah diajarkan kepada kita sejak dulu kita pakai untuk mengembangkan kemungkinan baru dalam kebudayaan gamelan tanpa merusak ilmu serta aturan-aturan yang sudah ada, sewaktu penyelanggaran konser gamelan di plaza pasar ngasem, ada beberapa teman yang berkelakar bahwa gamelan muni dewe, kelakar itu saya respon gamelan itu berbunyi bersama-sama."

"Kemudian di Lokakarya ada 20 peserta untuk belajar gamelan yang kemudian kami pentaskan pada konser gamelan hari kedua. kemudain di rembuk budaya yang dihadiri oleh 26 orang yang mengikuti diskusi ‘Arsip musik sebagai warisan’ pengarsipan musik menjadi penting. Gaung Gamelan sebagai bentuk kontribusi merayakan gamelan sebagai warisan budaya takbenda yang ditabuh tanpa amplifikasi elektrik. Harapannya, dengung dan suara gamelan bisa mencapai seluruh penjuru semesta, penyelenggaraan konser gamelan di pasar ngasem yang belangsung selama tiga hari dihadiri sekitar 2600 orang, secara statistik tidak banyak yang menikmati yogyakarta gamelan festival tahun ini, tapi yang kami harapkan informasinya akan semakin tersebar, Tahun depan YGF berusia 30 tahun, kami sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar tapi tentu saja hal itu perlu dukungan dari berbagai pihak, kami harap kontribusi dari teman-teman pada malam hari ini, meskipun jumlahnya tidak seberapa tapi kalo kita bersama-sama kita pasti bisa."

Sambutan KPH. Purbodiningrat selaku penasehat Jogja Festivals menyampaikan, “Kami yang berbahagia pada malam hari ini, kita semua bisa hadir diacara yang guyup sekali ketika para pelaku, pemain dan penikmat gamelan berkumpul di gaung gamelan sebagai puncak acara Yogyakarta Gamelan Festival. Kita tidak boleh merasa puas dan berbangga diri karena tentu saja kegiatan ini harus selalu bergulir agar gamelan tetap lestari. Dan harapan kami dengan rangkaian Yogyakarta Gemelan Festival yang berlangsung selama satu minggu ini tahun depan YGF bisa lebih spektakuler."

14 Kelompok Karawitaan Desa Binaan Disbud DIY. [istimewa]
14 Kelompok Karawitaan Desa Binaan Disbud DIY. [istimewa]

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Ibu Dian Lakshmi Pratiwi membacakan sambutan dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Hamengkubuwana X.

“Setiap instumen yang ada pada gamelan memiliki makna yang berkaitan dengan kehidupan, kendang misalnya berperan sebagai pemimpin yang mengendalikan irama gamelan memiliki filosofi ‘ndang’ yang dalam bahasa Jawa berarti bersegeralah, dan memiliki filosofi sebagai arti bersegeralah dalam beribadah kepada Yang Maha Pencipta. Setiap instrumen dalam gamelan dimainkan dengan porsinya masing-masing sehingga mampu menghasilkan harmonisasi yang indah pun dengan keberagaman dan perbedaan yang kita miliki tidak perlu sama namun dengan saling menghargai perbedaan tersebut dapat terwujud kehidupan yang selaras dan harmonis. Maka Yogyakarta Gamelan Festival menjadi salah satu medium untuk kembali memasuki pembelajaran hidup harmonisasi irama,” ujar Hamengkubuwana X.

Kemeriahan Gaung Gamelan semakin terasa dengan stan kuliner dan kerajinan di sekitar area pertunjukan. Stand ini menghadirkan aneka camilan, antara lain menu angkringan, kacang rebus, jagung rebus, wedang ronde, sate kere, dan sebagainya.

Persembahan Ladrang Piweling dan Gundhul-gundhul Pacul yang dipentaskan oleh delapan belas kelompok karawitan DIY menjadi penutup Gaung Gamelan sekaligus menutup rangkaian acara Yogyakarta Gamelan Festival 29.

Digelar Satu Minggu

YGF-29 kali ini digelar selama satu minggu penuh mulai 5 Agustus sampai 11 Agustus 2024. Sebelum Gaung Gamelan, ada sederet rangkaian acara festival gamelan internasional ini.

Rembug Budaya yang diadakan pada tanggal 6 Agustus 2024 di OKID Cafe, Jl. Panembahan No.1-3, Kraton, Yogyakarta mulai pukul 15.00 WIB – selesai. Program yang berisi tentang pengelolaan arsip musik sebagai upaya mengembangkan semangat-semangat masa lalu sebagai bekal masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Ndeso Jadi Ngetop: Perjalanan Musik Jawa yang Relatable!

Dari Ndeso Jadi Ngetop: Perjalanan Musik Jawa yang Relatable!

Your Say | Senin, 12 Agustus 2024 | 09:55 WIB

Jeon Somi Tawarkan Evolusi Musik dan Visual yang Memukau Lewat Lagu 'XOXO'

Jeon Somi Tawarkan Evolusi Musik dan Visual yang Memukau Lewat Lagu 'XOXO'

Your Say | Minggu, 11 Agustus 2024 | 16:27 WIB

Yogyakarta Gamelan Festival 2024: Merawat Budaya Lewat Lokakarya

Yogyakarta Gamelan Festival 2024: Merawat Budaya Lewat Lokakarya

Your Say | Sabtu, 10 Agustus 2024 | 11:18 WIB

Bukan Cinta-cintaan, Ryo Fryandh Suguhkan Hubungan Anak-Orangtua di Lagu Jiwa Dewasa

Bukan Cinta-cintaan, Ryo Fryandh Suguhkan Hubungan Anak-Orangtua di Lagu Jiwa Dewasa

Press Release | Sabtu, 10 Agustus 2024 | 03:50 WIB

Gempi Sukses Debut Akting di Musik Video Gala Bunga Matahari Karya Sal Priadi

Gempi Sukses Debut Akting di Musik Video Gala Bunga Matahari Karya Sal Priadi

Your Say | Jum'at, 09 Agustus 2024 | 11:02 WIB

Yogyakarta Gamelan Festival 2024 Hadirkan Lokakarya hingga Rembug Budaya

Yogyakarta Gamelan Festival 2024 Hadirkan Lokakarya hingga Rembug Budaya

Entertainment | Jum'at, 09 Agustus 2024 | 06:40 WIB

Terkini

Ayah Kandung Syifa Hadju Tidak Hadir di Pernikahan Anaknya, Apa Pekerjaannya?

Ayah Kandung Syifa Hadju Tidak Hadir di Pernikahan Anaknya, Apa Pekerjaannya?

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 15:37 WIB

Viral Anak Angkat Dituding Tak Tahu Balas Budi Usai Jadi Sarjana, Fakta Ibu Kandung Bikin Geger

Viral Anak Angkat Dituding Tak Tahu Balas Budi Usai Jadi Sarjana, Fakta Ibu Kandung Bikin Geger

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 15:26 WIB

Cek Fakta: Benarkah Icha Chellow Meninggal karena Dicekoki Miras?

Cek Fakta: Benarkah Icha Chellow Meninggal karena Dicekoki Miras?

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 15:23 WIB

Digelar Besar-besaran, Arak-Arakan Buaya dan Singa Warnai Ultah Anak Dedi Mulyadi

Digelar Besar-besaran, Arak-Arakan Buaya dan Singa Warnai Ultah Anak Dedi Mulyadi

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 14:43 WIB

Siap Lepas Status Janda, Jennifer Coppen Bocorkan Rencana Nikah dengan Justin Hubner Tahun Ini

Siap Lepas Status Janda, Jennifer Coppen Bocorkan Rencana Nikah dengan Justin Hubner Tahun Ini

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 14:25 WIB

Di Balik Brutalnya Film Ikatan Darah, Derby Romero Kena Heatstroke hingga Aktor Babak Belur

Di Balik Brutalnya Film Ikatan Darah, Derby Romero Kena Heatstroke hingga Aktor Babak Belur

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 14:00 WIB

Viral Kisah Haru Pemilik Bengkel Bantu Pejuang Kerja, Ujungnya Sama-Sama Nangis

Viral Kisah Haru Pemilik Bengkel Bantu Pejuang Kerja, Ujungnya Sama-Sama Nangis

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 13:44 WIB

Rendy Samuel Buka Suara soal Perceraian, Bantah KDRT dan Jelaskan Isu Nafkah Rp20 Ribu

Rendy Samuel Buka Suara soal Perceraian, Bantah KDRT dan Jelaskan Isu Nafkah Rp20 Ribu

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 13:24 WIB

Momen di Balik Layar, Tangis Syifa Hadju Pecah usai Ijab Kabul El Rumi Berjalan Lancar

Momen di Balik Layar, Tangis Syifa Hadju Pecah usai Ijab Kabul El Rumi Berjalan Lancar

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 12:32 WIB

Jennifer Coppen Terharu, El Rumi Perlakukan Syifa Hadju Bak Ratu

Jennifer Coppen Terharu, El Rumi Perlakukan Syifa Hadju Bak Ratu

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 12:23 WIB