Komunikasi Mahfud MD dan Ahli yang Dilaporkan Atas Kasus Korupsi Suami Sandra Dewi

Rabu, 15 Januari 2025 | 20:00 WIB
Komunikasi Mahfud MD dan Ahli yang Dilaporkan Atas Kasus Korupsi Suami Sandra Dewi
Harvey Moeis - Mahfud MD (Kejaksaan Agung - UII)

Suara.com - Kasus korupsi timah suami Sandra Dewi, Harvey Moeis turut ditanggapi oleh Mahfud MD. Perhatian khusus ternyata diberikan untuk guru besar IPB, Bambang Hero yang menjadi pihak pertama yang menghitung kerugian negara akibat korupsi tersebut.

Bambang Hero melakukan perhitungan yang sebenarnya cukup jeli. Hingga keluar angka yang fantastis dan sempat viral, yaitu Rp271 triliun.

Sayangnya, nasib tak baik dialami oleh Bambang Hero. Bambang justru dilaporkan dan dituding salah dalam melakukan perhitungan tersebut.

Laporan dari pengacara kepada Bambang Hero tersebut menuai rasa heran dari Mahfud MD. Menurutnya, kehadiran Bambang Hero adalah seorang ahli yang diundang khusus oleh jaksa.

"Ada lagi yang konyol. Ada pengacara yang ngelaporin Profesor Bambang. Dibilang bohong (melakukan perhitungan). Maksudnya gimana?" kata Mahfud MD dalam kanal YouTube-nya, dilansir Suara.com pada Rabu (15/1/2025).

"Itu kan sudah berkali-kali terjadi. Ahli itu kan diundang jaksa," jelas Mahfud MD.

Menurut mantan Menpolkumham ini, pihak yang seharusnya disalahkan adalah jaksa yang mengundang. Hakim pun berpotensi disalahkan karena menerima kedatangan dari ahli.

"Kalau mau salahkan, salahkan jaksa. Kalau mau salahkan, salahkan hakim yang menerima perhitungan itu," lanjut Mahfud MD.

"Enggak benar ahli (Profesor Bambang) dilaporkan ke kepolisian," tegasnya.

Baca Juga: Guru Besar IPB Dapat Perlindungan Kejagung Usai Dipolisikan karena Hitung Kerugian Korupsi Timah

Potret Sandra Dewi dan Harvey Moeis (Instagram)
Potret Sandra Dewi dan Harvey Moeis (Instagram)

Menariknya, Mahfud MD diduga mengutarakan soal komunikasinya dengan Profesor Bambang. Mahfud mengatakan agar sang ahli tidak merasa khawatir usai dilaporkan.

"Gak usah khawatirke Pak Bambang, saya bilang," ungkap Mahfud MD.

Kemudian Mahfud MD menilai laporan tersebut hanya cara untuk memberikan tekanan secara psikologis kepada Profesor Bambang. Tekanan yang bisa berlanjut pada dibenarkannya vonis yang ringan untuk Harvey Moeis.

"Itu hanya bikinan, hanya memberikan tekanan psikologis agar yang dihukum (Harvey Moeis) benar dihukum ringan," ucap Mahfud MD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI