Suara.com - Pengacara Vadel Badjideh, Razman Arif Nasution memenuhi janjinya untuk datang ke kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta, Selasa (21/1/2025). Sama seperti yang sebelumnya disampaikan, Razman ingin menyampaikan pesan Laura Meizani ke lembaga-lembaga yang bisa memberikan perlindungan terhadap anak.
"Ini dalam rangka menindaklanjuti keinginan dan harapan dari ananda Laura Meizani Mawardi alias Lolly yang disampaikan kepada saya," ujar Razman Arif Nasution.
Razman Arif Nasution membawa pengaduan tentang dugaan kekerasan yang dialami Laura Meizani. Cerita itu, disebut Razman, datang dari penuturan Laura sendiri.
![Pengacara Razman Arif Nasution di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta, Selasa (21/1/2025). [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/01/21/50737-razman-arif-nasution.jpg)
"Poinnya adalah tentang adanya dugaan kekerasan. Bisa verbal dan non verbal," beber Razman Arif Nasution.
Rencana pengaduan Razman Arif Nasution diperkuat bukti-bukti seperti rekaman audio atau visual dari Laura Meizani Mawardi yang memuat cerita dugaan kekerasan yang dimaksud.
"Nanti videonya, rekamannya, bagaimana saya yang seyogyanya dilibatkan dalam persoalan Lolly, akan saya sampaikan," kata Razman Arif Nasution.
Tak hanya berbekal permintaan Laura Meizani, Razman Arif Nasution juga mengaku mendapat rekomendasi dari beberapa pejabat negara untuk membawa kasus putri Nikita Mirzani ke Komnas HAM.
"Kami datang ke sini juga hasil konsultasi saya dengan beberapa pejabat negara, yang menurut mereka ini juga termasuk bagian dari pelanggaran HAM yang dialami oleh saudari Laura Meizani Mawardi," jelas Razman Arif Nasution.
Sebagai pengingat, Laura Meizani ditempatkan di rumah aman usai Nikita Mirzani melaporkan Vadel Badjideh ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 12 September 2024 atas dugaan tindak asusila terhadap anak di bawah umur.
Baca Juga: Adopsi Laura Meizani Bukan Keharusan, Razman Arif Nasution: Yang Penting Dia Aman
Laura Meizani, yang tidak nyaman ditempatkan di rumah aman bersama orang tuna susila hingga orang dengan gangguan jiwa, memutuskan kabur pada 9 Januari 2025 dan menemui Razman Arif Nasution.