Ibu Pertiwi Alergi Seni: Tangan Dibredel, Mulut Dibungkam, Wajah Ditelanjangi

Yohanes Endra, Yulia Rosdiana Putri

Selasa, 25 Februari 2025 | 16:54 WIB
Ibu Pertiwi Alergi Seni: Tangan Dibredel, Mulut Dibungkam, Wajah Ditelanjangi
Ilustrasi Band Punk Sukatani. [Suara.com/Iqbal Assaputro]

Suara.com - Sentuhan kasar atas kehadiran karya seni di tengah masyarakat menyisakan satu pertanyaan. Bukan 'apakah mereka yang berkuasa memiliki ketakutan atas seni', melainkan 'apa yang ditakuti oleh mereka yang berkuasa dari seni?'.

Hanya dalam kurun waktu tiga bulan, relasi antara seni dan kekuasaan di Indonesia ditampilkan dalam figura yang buruk. Desember 2024 diakhiri dengan pembredelan pameran lukisan Yos Suprapto di Galeri Nasional.

Pada Februari 2025, dua peristiwa 'pembredelan' lainnya terjadi.

Pertama, pelarangan teater berjudul 'Wawancara dengan Mulyono' di kampus seni, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung pada 15-16 Februari 2025. Kedua, penarikan lagu 'Bayar Bayar Bayar' oleh band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah, Sukatani pada 20 Februari 2025.

Peristiwa-peristiwa ini tidak sekadar mencederai seni sebagai sebuah produk, melainkan sekaligus hak untuk berkesenian yang seharusnya difasilitasi dalam sebuah negara yang demokratis.

Salah satu lukisan karya Seniman Yos Suprapto sebelum diturunkan di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (23/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Salah satu lukisan karya Seniman Yos Suprapto sebelum diturunkan di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (23/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Yos Suprapto dan Kedaulatan Seni

Pil pahit mulai dirasakan Yos Suprapto sebagai seorang seniman dan warga Indonesia pada 16 Desember 2024. Berdalih tidak sesuai dengan tema kuratorial yang disepakati, lukisannya berjudul Konoha 1 dan Konoha 2: Jilat Menjilat ditutup kain hitam.

Pada 19 Desember 2024 pukul 19:00 WIB, lukisan-lukisan tersebut diturunkan dan keluar dari rencana dipamerkan di Galeri Nasional. Keputusan ini berujung pada penggembokan dan larangan pengunjung memasuki ruang pameran.

Total ada lima lukisan yang menjadi korban pembredelan. Tiga lainnya berjudul Niscaya, Makan Malam, dan 2019.  Penggambaran satu ikon yang sama dalam lima lukisan tersebut disinyalir adalah penyebab dari pembredelan yang terjadi.

baca juga

Ada jurang pemahaman yang besar antara seniman dan 'penguasa'. Bagi Yos Suprapto, tema kedaulatan pangan yang diusung tidak bisa dipisahkan dari relasi kekuasaan. Sayang, kekuasaan yang digambarkannya dalam satu ikon 'penguasa' berujung pada ketidaksukaan elitis atas karya-karyanya yang akan dipamerkan.

Sementara itu, Yos menolak untuk mundur apalagi dibungkam. Keterbukaan kepada media disusul dengan viralnya foto-foto lima lukisan milik Yos yang dibredel oleh Galeri Nasional.

Lima lukisan Yos berubah menjadi topik paling diperbincangkan selama beberapa hari ke depan. Apa yang dimulai dari kedaulatan pangan berujung pada amarah yang mempertanyakan kedaulatan seni dalam satu kedipan.

Masyarakat tidak perlu menyisihkan waktu untuk berkunjung ke Galeri Nasional. Hanya berbekal gawai dan media sosial, semua orang bisa menikmati karya seni Yos Suprapto, yang tampaknya membuat para penguasa menjadi cemas.

Lokasi Digembok, Pentas Teater 'Wawancara dengan Mulyono' di ISBI Bandung Batal Digelar. (bidik layar video)
Lokasi Digembok, Pentas Teater 'Wawancara dengan Mulyono' di ISBI Bandung Batal Digelar. (bidik layar video)

Wawancara dengan Mulyono: Sebuah Ironi 

Senin, 17 Februari 2025, massa mulai beraksi. Sebuah poster bertuliskan “Kampus Seni yang Takut pada Seni Adalah Ironi yang Membusuk!” dibentangkan seorang mahasiswi di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Jawa Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rayu Sukatani Jadi Duta Polri, Pendisiplinan Halus Ala Orde Baru

Rayu Sukatani Jadi Duta Polri, Pendisiplinan Halus Ala Orde Baru

Liks | Senin, 24 Februari 2025 | 17:49 WIB

Disindir Anggota DPR Soal Band Sukatani, Polri Tegaskan Tak Antikritik

Disindir Anggota DPR Soal Band Sukatani, Polri Tegaskan Tak Antikritik

Entertainment | Senin, 24 Februari 2025 | 10:07 WIB

Kapolri Ingin Jadikan Band Sukatani Sebagai Duta Polri Usai Kena Kritik dengan Kode 1312

Kapolri Ingin Jadikan Band Sukatani Sebagai Duta Polri Usai Kena Kritik dengan Kode 1312

Entertainment | Senin, 24 Februari 2025 | 09:45 WIB

Lirik 'Bayar Bayar Bayar' Tak Masalah, Kapolri Ingin Sukatani Jadi Duta Polri

Lirik 'Bayar Bayar Bayar' Tak Masalah, Kapolri Ingin Sukatani Jadi Duta Polri

News | Minggu, 23 Februari 2025 | 16:00 WIB

Membedah Makna Logo Sukatani, Lagu 'Bayar Bayar Bayar' Diduga Disabotase gegara Sindir Polisi

Membedah Makna Logo Sukatani, Lagu 'Bayar Bayar Bayar' Diduga Disabotase gegara Sindir Polisi

Lifestyle | Minggu, 23 Februari 2025 | 16:04 WIB

Anggap Kapolri 'Tak Tipis Kuping', Anggota DPR PKS Bela Band Sukatani yang Kritik Polisi Lewat Lagu

Anggap Kapolri 'Tak Tipis Kuping', Anggota DPR PKS Bela Band Sukatani yang Kritik Polisi Lewat Lagu

News | Sabtu, 22 Februari 2025 | 17:50 WIB

Terkini

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Sumbar | Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Riau | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:32 WIB

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:27 WIB

×