Disindir Anggota DPR Soal Band Sukatani, Polri Tegaskan Tak Antikritik

Senin, 24 Februari 2025 | 10:07 WIB
Disindir Anggota DPR Soal Band Sukatani, Polri Tegaskan Tak Antikritik
Potret band Sukatani.[Instagram/@sukatani.punk & @noisaresip]

Suara.com - Intitusi kepolisian Indonesia belakangan mendapat kecaman dari masyarakat usai diduga mengintimidasi band punk wave asal Purbalingga, yakni Sukatani, akibat viralnya lagu 'Bayar Bayar Bayar'.

Lagu tersebut berisikan sindiran terhadap oknum polisi yang melakukan pungutan biaya terhadap masyarakat. Imbasnya, lagu ini ditarik dari platform musik dan dua personel band diminta meminta maaf.

Band Sukatani. [Instagram]
Band Sukatani. [Instagram]

"Mau bikin SIM bayar polisi. Ketilang di jalan bayar polisi. Touring motor gede bayar polisi. Angkot mau ngetem bayar polisi. Aduh aduh ku tak punya uang, untuk bisa bayar polisi," bunyi lirik lagu yang dirilis pada 2023 itu.

Dugaan pembredelan terhadap sebuah karya seni membuat masyarakat geram dan menuding instansi kepolisian sebagai antikritik. Bahkan, hal itu juga disampaikan oleh anggota DPR Rudianto Lallo dari fraksi NasDem.

"Kalau saya gini, Polda Jateng-nya yang kita kritikan, Polda Jateng jangan antikritik, ya kan? Itu bagi kita vitamin. Seharusnya yang ditanggapi, jangan reaktif, ya," tutur Rudi kepada wartawan, Senin (24/2/2025).

Rudi menambahkan, "Tidak reaktif atas misalkan kritik dari warga atau dari siapa saja, karena sifatnya sebenarnya itu kritik yang membangun. Jadi kalau saya itu biasa saja di negara demokrasi kita, kebebasan berserikat berpendapat dan sebagainya."

Dalam kesempatan berbeda, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menampik tuduhan antikritik tersebut.

"Terkait band Sukatani, bapak Kapolri selalu menyampaikan bahwasannya Polri itu menuju organisasi atau institusi yang sangat modern. Modern di sini adalah salah satu syaratnya adalah tidak antikritik," tegasnya, dikutip dari tayangan di kanal YouTube TV Radio Polri.

Trunoyudo mengklaim bahwa Polri menerima semua kritik dari masyarakat dengan tangan terbuka. Bahkan, mereka memberi fasilitas berupa wadah untuk penyampaian aspirasi.

Baca Juga: Kepolisian Jepang Ajarkan Tata Rias ke Perwira Pria, Apa Tujuannya?

"Maka ada beberapa kegiatan-kegiatan setiap tahunnya, kita ada stand up comedy. Bagaimana dengan segmen-segmen komunitas itu bisa memberikan masukan melalui kritik," lanjutnya.

Menurutnya, kritik-kritik yang disampaikan masyarakat bisa menjadi bahan evaluasi membangun supaya kepolisian RI bisa menjadi lebih baik ke depannya.

"Apa yang menjadi bagian kritik dan itu membangun secara konstruktif kepada Polri, itu menjadi bagian evaluasi kita bersama," tuturnya.

"Terutama pada Polri yang berangkat dari suatu kecintaan para komunitas-komunitas ini melalui ekspresinya masing-masing dan kita sangat menghargai ekspresi itu," tandas Trunoyudo sambil tersenyum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI