Suara.com - Gebrakan tak biasa dilakukan band D'Masiv dalam menyambut perayaan 22 tahun berkarya. Mereka membeli lisensi nama halte Transjakarta di Petukangan, Jakarta.
Kabar pemasangan nama D'Masiv di halte Petukangan diunggah sendiri oleh sang vokalis, Rian Ekky Pradipta di akun X pribadinya, Senin (3/3/2025). Ia turut menyertakan nama halte yang sudah berganti nama.
"22 tahun, D'Masiv beli halte Transjakarta," tulis Rian Ekky Pradipta.

Dalam candanya, Rian Ekky Pradipta menyebut langkah D'Masiv membeli lisensi nama halte Transjakarta lebih masuk akal daripada menunggu Manchester United memenangkan pertandingan lagi di Liga Primer Inggris (Premier League).
"Lebih masuk akal ternyata, daripada nungguin MU menang," celoteh Rian Ekky Pradipta.
Langkah D'Masiv menuai reaksi beragam. Ada yang mempertanyakan pemilihan lokasi halte, sampai muncul penjelasan kenapa tempat itu yang dipilih.
"Penasaran, kenapa memilih membeli halte Petukangan dibanding Puri Beta, yang notabene personil D'Masiv dulu kebanyakan di Larangan," tanya akun @adityasetion.
"Buat yang belum tahu studionya D'Masiv, persis banget seberang halte. Jalan dikit, nemu Alfamart deretan situ, samping 3 atau 4 ruko," jawab akun @douwesdekkehr.

Ada juga komentar dari salah satu konten kreator otomotif, Ridwan Hanif, yang berpikir untuk mengikuti jejak D'Masiv membeli lisensi nama halte Transjakarta.
"Habis berapa bang? Jadi kepikiran juga," kata Ridwan Hanif.
Namun, beberapa pengguna X juga mengkritik langkah D'Masiv. Ada yang khawatir tindakan seperti itu bakal memancing publik figur lain untuk melakukan hal serupa.
"Ah, sok asik ente jatuhnya. Kurang," cibir akun @resalasog.
"Ini beneran dibeli? Pasti entar diikutin yang lain, influencer-influencer gitu," keluh akun @CavillHerdy.