Perebutan Hak Asuh Anak: 5 Dampak Mengerikan Perceraian yang Diabaikan Baim Wong-Paula

Sabtu, 22 Maret 2025 | 20:38 WIB
Perebutan Hak Asuh Anak: 5 Dampak Mengerikan Perceraian yang Diabaikan Baim Wong-Paula
Paula Verhoeven - Baim Wong (Instagram/Suara.com/Rena Pangesti)

Suara.com - Gugatan cerai Baim Wong kepada Paula Verhoeven pada 8 Oktober 2024 masih berlangsung hingga hari ini.

Terhitung lima bulan sudah proses perceraian antara pasangan yang menikah pada 2018 lalu tersebut.

Bukan Baim Wong ataupun Paula Verhoeven, kondisi kedua putra mereka yaitu Kiano Tiger Wong dan Kenzo Eldrago Wong yang lebih dikhawatirkan.

Baik Kiano maupun Kenzo dinilat terlibat terlalu dalam dengan perebutan hak asuh yang diperlihatkan secara terang-terangan.

Sikap berebut hak asuh ini terpantau berpengaruh pada sikap Kenzo serta Kiano yang enggan bertemu ibu kandung sendiri, Paula Verhoeven.

Baim Wong usai menerima kunjungan hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan di kediamannya kawasan Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (21/3/2025) [Suara.com/Adiyoga Priyambodo].
Baim Wong usai menerima kunjungan hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan di kediamannya kawasan Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (21/3/2025) [Suara.com/Adiyoga Priyambodo].

Bertolak dari sana, apakah perebutan hak asuh oleh orangtua yang bercerai bisa membuat anak baik-baik saja? 

Berdasarkan penelusuran Suara.com pada Sabtu (22/3/2025), ada dampak psikologis yang bisa diterima anak ketika kedua orang tuanya berebut hak asuh.

Dampak tersebut berpotensi berjangka panjang hingga menimbulkan gejala depresi.

Dilansir dari laman Klik Dokter, setidaknya ada lima contoh dampak psikologis yang bisa ditemukan dalam diri anak akibat perebutan hak asuh anak.

Baca Juga: Terekam Kamera Wartawan, Sikap Tak Biasa Kiano dan Kenzo Saat Bertemu Paula Verhoeven

Lima di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Rasa Bingung dalam Diri Anak

Hal yang paling kentara di tengah perebutan hak asuh adalah rasa bingung yang muncul dalam diri anak.

Anak, terutama dengan usia yang masih rentan dihadapkan pada pilihan yang tidak seharusnya.

Mereka terpaksa harus memilih untuk bersama ibu atau ayah mengingat kedua orangtuanya tidak lagi bersama.

Momen pertemuan Paula Verhoeven dengan Kiano Tiger Wong dan Kenzo Eldrago Wong di kediaman Baim Wong kawasan Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (21/3/2025). [Suara.com/Adiyoga Priyambodo
Momen pertemuan Paula Verhoeven dengan Kiano Tiger Wong dan Kenzo Eldrago Wong di kediaman Baim Wong kawasan Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (21/3/2025). [Suara.com/Adiyoga Priyambodo

2. Rasa Takut di Tengah Perseteruan

Anak mampu merasakan atmosfer berbeda yang ditunjukkan oleh perseteruan kedua orang tuanya.

Termasuk ketika drama perceraian terus menerus terjadi dengan perebutan hak asuh.

Ketika orangtua tidak akur, muncul rasa ketakutan yang bisa berdampak buruk dalam perkembangan anak dalam  jangka panjang.

3. Kurangnya Rasa Percaya Diri

Dampak psikogis ketiga ini seringkali diabaikan oleh orangtua yang bercerai, baik itu pihak Ayah maupun pihak Ibu.

Mereka yang terpisahkan oleh perceraian orangtua cenderung mengalami krisis identitas.

Perebutan hak asuh yang terjadi antara ibu dan ayah juga berpengaruh pada minimnya rasa percaya diri dalam anak.

Kurangnya rasa percaya diri ini tidak hanya terjadi dalam lingkup sekolah, namun sosialisasi pada umumnya

Paula Verhoeven saat mendatangi kediaman Baim Wong di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (21/3/2025) untuk bertemu kedua anak mereka, Kenzo dan Kiano. [Adiyoga Priyambodo/Suara.com]
Paula Verhoeven saat mendatangi kediaman Baim Wong di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (21/3/2025) untuk bertemu kedua anak mereka, Kenzo dan Kiano. [Adiyoga Priyambodo/Suara.com]

4. Perubahan Rasa Percaya kepada Orangtua

Perceraian, dengan alasan apa pun yang digunakan, berpotensi mengubah pandangan anak kepada orangtuanya.

Sudut pandang anak perlu dibedakan dengan sudut pandang orang tua. Apa yang disebut sebagai hal yang benar oleh orangtua tidak berlaku sama bagi anak mereka.

Ketika orangtua memutuskan bercerai dan berebut hak asuh, ada krisis kepercayaan diri anak kepada ibu maupun ayah.

Akibatnya, anak berpotensi tumbuh dan berkembang secara emosional jauh dari kedua orang tuanya.

5. Depresi

Bagian yang paling menakutkan tentu saja adalah depresi.

Selain berjangka panjang dan berpengaruh besar dalam kehidupan sang anak, depresi mampu menciderai beragam kesempatan yang harusnya bisa diterima.

Selain itu, depresi memerlukan pertolongan dari pihak profesional untuk proses penyembuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI