Namun takdir berkata lain. Ia baru sampai lokasi di waktu ashar karena terjebak kemacetan di jalan. Sehingga ia menggantinya dengan salat ashar berjamaah.
"Niatnya tadi mau (salat) zuhur (di sini) tapi baru (bisa) Asar datangnya," ucap Ruben Onsu.

"Karena jalanannya (ramai) jadi (salat) zuhur di tengah jalan (perjalanan)," sambungnya.
Selain jalanan yang ramai dan macet, Ruben mengaku bila ia terlalu santai untuk jalan dari rumah menuju musala tersebut.
"Aku baru menyempatkan datang (ke musala ini) untuk salat di sini," ujar ayah angkat Betrand Peto ini.
"Dari rumah, 'ah ini agak nyantai, pengen salat di sana (Musola Al Helmiah)," jelasnya.
Bahkan Ruben menyebut kedatangannya tidak benar-benar direncanakan dan mendadak.
"Dadakan banget ini. Saya dadakan (ke Musola Al Helmiah)," ucap Ruben Onsu jujur.
Tak lupa pula, Ruben mengucapkan rasa lega usai berhasil menunaikan ibadah salat di tempat yang dibangun dan direnovasi dari hasil kerja kerasnya.
"Kemarin ngebangun aja, ngerenovasi aja, sekarang akhirnya tempatnya di-salat-in," sambung Ruben Onsu.
Pembangunan musala oleh Ruben Onsu ini memang sempat menjadi sorotan publik.
Pujian dan rasa kagum publik diterima oleh Ruben Onsu kala itu.
Bagaimana tidak, Ruben dinilai menjaga toleransi yang tinggi dengan membangun musala ketika dirinya masih seorang Kristiani.
Cobaan Berupa Kondisi Alam
Bukti bahwa tidak mudah bagi Ruben Onsu untuk menunaikan salat di Musala Al Helmiah dilihat dari kondisi cuaca.
Konon, sempat ada angin yang kencang di sekitar Musala Al Helmiah, yang membuat kubah perlu direnovasi.
Begitu pula dengan jalur yang digunakan untuk wudlu.
"Kemarin sampai sini, sempet ada angin kencang banget jadi kubahnya kena (angin)," beber Ruben Onsu.
Kehadiran Ruben sekaligus memeriksa seperti apa kondisi dari tempat ibadah yang dibangunnya tersebut.
"Kemarin, aku cuma denger info-info. Kalau sekarang ini, bisa menginjak kaki di sini, bisa salat di sini," lanjut Ruben Onsu dengan bangga.
Seperti diketahui, Ruben Onsu baru-baru ini mengumumkan kalau ia resmi mualaf. Ia mengaku sebenarnya telah lama tertarik dengan Islam.