Suara.com - Film animasi Jumbo benar-benar sukses besar sejak dirilis pada 31 Maret 2025.
Menurut data yang dirilis akun X Bicara Box Office pada Jumat, 2 Mei 2025, Jumbo sudah disaksikan 8,3 juta pasang mata di bioskop Tanah Air.
Bahkan, total penonton Jumbo sudah melebihi film-film besar Hollywood seperti Avengers: Infinity War hingga Spider-Man: No Way Home.
"Merapat ke 8,3 juta. Sah melibas Avengers: Infinity War dan Spider-Man: No Way Home," tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Pencapaian film Jumbo diprediksi bisa lebih besar lagi, dengan peluang mencapai 9 juta penonton masih terbuka.
"Di akhir weekend, akan merapat ke 9 juta," kata akun Bicara Box Office lagi.
Kalau penayangan Jumbo berlanjut sampai pekan depan, film garapan komika Ryan Adriandhy itu bahkan diperkirakan bisa meraup 10 juta penonton.
Andai berhasil, Jumbo bakal melampaui rekor film Agak Laen hingga KKN di Desa Penari.
"Kalau di weekdays melampaui Agak Laen dan KKN original run, 10 juta locked," lanjut akun Bicara Box Office.
Jumbo pun diprediksi bakal jadi film Indonesia terlaris saat perkiraan jumlah penonton mereka benar-benar tercapai.
"Siap menduduki tangga nomor satu film Indonesia," tutur akun Bicara Box Office.
Unggahan akun Bicara Box Office tentang potensi kesuksesan film Jumbo dikomentari Iqbaal Ramadhan.
Dalam tulisannya, Sabtu, 3 Mei 2025, Iqbaal Ramadhan mendukung penuh upaya untuk menjadikan film Jumbo jadi nomor satu di negara asalnya.
"Make it to the number one, please," kata Iqbaal Ramadhan, juga lewat platform X.
Iqbaal Ramadhan, yang juga pelaku industri layar lebar Tanah Air, berbesar hati mengakui bahwa belum ada film lain yang lebih pantas mengungguli pencapaian Jumbo saat ini.
![Eksistensi Hantu di Film Jumbo jadi Polemik [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/17/35726-eksistensi-hantu-di-film-jumbo-jadi-polemik.jpg)
"Don and the gang deserve it," tegas Iqbaal Ramadhan.
Dukungan serupa turut diberikan oleh mereka yang mengikuti Iqbaal Ramadhan di platform X.
Terlebih dari yang sudah menonton film Jumbo, mereka tidak keberatan untuk ikut mensukseskan upaya menjadikan rilisan rumah produksi Visinema sebagai karya tersukses.
"Aku bangga jadi bagian 8,3 juta itu. Yuk, ke 10 juta yuk," tulis pemilik akun dyy_ di kolom komentar.
"Raditya Dika bikin satu film tiap satu tahun. Yang nonton kira-kira 1 sampai 3 juta. Jadi kalau lima film, kira-kira 10 juta penonton. Jumbo dibikin 5 tahun, masa sih nggak dilebihin jadi 11 juta penonton?" tanya pemilik akun Teo.
Film Jumbo sendiri bercerita tentang Don, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang sering diejek karena tubuhnya yang gempal, sehingga dijuluki 'Jumbo' oleh teman-temannya.
Dikisahkan dalam alur cerita, Don menemukan sebuah buku dongeng berjudul Pulau Gelembung yang ditinggalkan oleh orang tuanya.
Berbekal buku tersebut, Don bertekad untuk mementaskan sebuah pertunjukan seni yang terinspirasi dari cerita di dalamnya, sebagai upaya membuktikan kemampuannya dan mengenang orang tuanya.
Sejak tayang di bioskop, film Jumbo memang mendapat banyak respons positif karena punya alur cerita yang menyentuh dan ditampilkan dalam bentuk animasi yang berkualitas tinggi.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya bahkan menyebut penayangan film Jumbo mendapat dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto untuk kemajuan industri animasi Tanah Air.
Ryan Adriandhy bahkan sempat berencana menyiapkan perilisan versi Directors Cut dari film Jumbo dengan durasi 114 menit, kalau karyanya sukses di bioskop.
Meski pada akhirnya, rencana Ryan Adriandhy merilis versi Jumbo lain tidak terealisasi.