Suara.com - Annisa Nurul Shanty Kusuma Wardhani atau yang biasa disapa Shanty sempat menghilang dari panggung hiburan Tanah Air.
Sekitar 12 tahun lalu, Shanty memutuskan pindah ke Hong Kong untuk mencoba merintis karier sebagai penyanyi di sana.
"Saya tetap sempat ngeluarin tuh (single), namanya Love Is Dejavu. Itu rekaman di Hong Kong," ungkap Shanty dalam sebuah wawancara di kawasan Senayan, Jakarta belum lama ini.
Namun, rencana Shanty mengembangkan karier bermusik di Hong Kong tidak sesuai ekspektasi.
Yang ada, Shanty malah dihadapkan pada diskriminasi terhadap penyanyi berkulit gelap seperti dirinya selama menetap di sana.
![Penyanyi Shanty merilis lagu baru berjudul "Dahulu" yang merupakan karya Rieka Roslan, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/4/2025). [Adiyoga Priyambodo/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/18/90021-penyanyi-shanty.jpg)
"Di Hong Kong, dengan warna kulit cokelat ini, kita kayak dikasih box, bahwa market-nya cuma di sini," keluh Shanty dalam sebuah podcast beberapa waktu lalu.
Tahun-tahun yang sebelumnya diharapkan bakal jadi momen penuh kejayaan bagi Shanty malah berbuah penyesalan besar.
Sebagian jiwa Shanty terasa seperti menghilang selama menetap di Hong Kong, karena keinginannya berkarya di sana tidak diterima dengan baik.
"12 tahun itu hampa banget. Aku merasa kehilangan identitas," beber Shanty.
Shanty dan musik adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan sampai kapan pun.
Musik jadi wadah Shanty untuk mengekspresikan apa pun, termasuk ketika dihadapkan pada masa-masa sulit dalam hidup.
"Pada saat saya sedih, bahagia, lost dan nggak tahu mau ngapain, penyelamat saya cuma dua, Tuhan dan musik," jelas Shanty.
Shanty sampai dibuat berkaca-kaca setiap mengenang momen dirinya menghadapi masa-masa suram kariernya sebagai pemusik di Hong Kong.
"Itu yang bikin saya, suka bikin berkaca-kaca," aku Shanty.
![Penyanyi Shanty merilis lagu baru berjudul "Dahulu" yang merupakan karya Rieka Roslan, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/4/2025). [Adiyoga Priyambodo/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/18/41563-penyanyi-shanty.jpg)
Kini, Shanty mendapat kesempatan lagi untuk bersinar di panggung musik Tanah Air lewat lagu Dahulu.
Meski butuh waktu sekitar dua tahun untuk Shanty bisa bangkit lagi sepulang dari Hong Kong, ia percaya proses kali ini akan berbuah manis untuknya.
"Nggak ada perjalanan dalam hidup kita yang berpisah-pisah. Menurut saya, itu semua satu jahitan. Cuma kadang-kadang, nggak tahu aja ujung jahitannya seperti apa. Cuma Tuhan yang menentukan, nanti begini ya," papar Shanty.
Shanty merasa, jalannya merilis single Dahulu lebih bebas hambatan ketimbang apa yang dulu pernah ia lalui setiap ingin berkarya.
"Mudah-mudahan, ini akhirnya yang ditunjukkan sama Allah setelah banyak prosesnya itu," harap Shanty.
Sebelumnya, Shanty memang sempat bercerita bagaimana proses dirinya bisa kembali ke industri musik Tanah Air yang sarat keajaiban.
Berawal dari sebuah tulisan tentang rangkaian harapan yang diinginkan, Shanty mulai mewujudkannya satu per satu, dengan single Dahulu sebagai langkah awalnya.
"Saya kan nulis manifes saya. Bilang dengan jelas, saya tulis saya mau tahun ini nyanyi lagu baru, saya mau tahun ini ada press conference, saya mau tahun ini ada konser, saya mau tahun ini nyanyi di festival," kisah Shanty.
"Ternyata besokannya, Dahulu jadi. Besokannya, press conference jadi. Itu berurutan. Di Midaz, confirm buat konser. Terus aku dapet kabar juga, Shanty akan nyanyi di Synchronize bulan Oktober," imbuh perempuan 46 tahun dengan bangganya.
Diyakini Shanty, rangkaian nasib baik yang datang adalah buah kesabarannya menanti restu Sang Pencipta setelah melewati berbagai bentuk ikhtiar yang dijalani.
"Ada pelajaran paling penting dalam hidupku. Semakin kita pengin sesuatu, maksain sesuatu, itu malah semakin menjauh dari kita. Nah, pas 2024 itu, aku diajarin, ya udah neng, usaha aja, bikin lagu, tapi hasilnya gimana, serahin saja sama semesta, sama Allah," pungkas Shanty.