2. Pendidikan dan Karier Samanta Elsener

Samanta Elsener menyelesaikan pendidikan Magister Psikologi Klinis spesialis Psikologi Anak di Universitas Tarumanagara pada 2016.
Samanta Elsener pernah menjadi dosen di Universitas Tarumanagara (2017-2018) dan Universitas Prof. Dr. Moestopo (2017-2018).
Saat menjadi dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo, Samanta Elsener juga Psikolog di Brawijaya Clinic Kemang.
Spesialisasinya di Psikologi Anak membuat Samanta Elsener dipercaya menjadi Project Manager BSS for Toddler di Brazilian Soccer Schools Indonesia (2017-2019).
Sejak 2016 hingga 2020, Samanta Elsener praktik sebagai Psikolog di TigaGenerasi.
Mulai 2019 hingga sekarang, Samanta Elsener memilih menjadi Psikolog Keluarga dan Anak yang tidak terikat dengan sebuah institusi.
Kendati begitu, Samanta Elsener aktif menjadi fasilitator di LPK TALKINC terhitung Juli 2022.
Nama Samanta Elsener terdaftar sebagai anggota Ikatan Psikologi Klinis HIMPSI, Ikatan Psikologi Olahraga, Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia, Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia, dan Ikatan Psikoterapis Indonesia.
Surat Izin Praktik Psikologi (SIPP) milik Samanta Elsener pun masih aktif hingga 9 April 2030.
Dua buku psikologi yang ditulis Samanta Elsener adalah "A Gift for Yourself" (2023) dan "Seni Berkomunikasi Menanggapi Pertanyaan Anak yang Sulit Dijawab Orangtua" (2022).
Samanta Elsener kini juga aktif berbagai ilmu seputar psikologi dengan tamu-tamu yang menarik melalui YouTube Story of Relate dan Everest Media.
3. Agama Samanta Elsener

Samanta Elsener lahir di keluarga penganut agama Katolik yang taat.
Adik ipar Donna Agnesia tersebut rupanya mulai tertarik dengan islam saat masih SMA.
Semua berawal dari Samanta Elsener selalu ikut temannya salat. Di masjid, Samanta merasakan suasana 'adem'.
Selanjutnya saat kuliah, masjid kembali 'memanggil' Samanta Elsener untuk berkunjung.
Pada akhirnya Samanta Elsener mulai mempelajari semua agama untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam dirinya.
Samanta Elsener mengaku pernah bertanya kepada guru agamanya semasa SMA, kenapa Yesus yang seorang Nabi dipanggil Tuhan.
Samanta Elsener juga bingung lantaran Alkitab mengajarkan untuk tidak menyembah berhala, tetapi di gereja ada patung Bunda Maria.
Guru agama Samanta Elsener bukan memberikan jawaban, malah menudingnya tak punya iman.
Setelah mempelajari semua agama, pada akhirnya Samanta Elsener nyaman dengan agama Islam.
Samanta Elsener 'membuktikan' kebenaran agama Islam dengan cara mendoakan orang lain.
Doa Samanta Elsener kepada orang lain itu terkabul sehingga membuatnya mantap memeluk agama Islam.
Meski beda agama, hubungan Samanta Elsener dan Darius Sinathrya masih baik hingga sekarang.
Itu dia profil Samanta Elsener serta perjalanan spiritualnya hingga mantap memeluk agama Islam. Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi