Merasa Dikriminalisasi, Cho Yong Gi Sulit Bahagia Tinggal di Indonesia

Yohanes Endra

Minggu, 08 Juni 2025 | 18:43 WIB
Merasa Dikriminalisasi, Cho Yong Gi Sulit Bahagia Tinggal di Indonesia
Cho Yong Gi Merasa Dikriminalisasi saat Jadi Medis di Aksi May Day (X ChoYongGii)

Suara.com - Cho Yong Gi mahasiswa UI yang mernjadi tersangka karena menjadi relawan medis aksi May Day di depan Gedung DPR/MPR RI tengah menjad perbincangan.

Ketika menjalankan tugas, mahasiswa UI jurusan Filsafat tersebut malah dituduh melempar sesuatu ke arah petugas kepolisian.

Cho Yong Gi lantas ditangkap dan mengaku mengalami kekerasan fisik bersama tiga relawan lainnya.

Cho Yong Gi juga ditetapkan sebagai tersangka dengan tiga pasal, salah satunya penghinaan terhadap presiden dan wakilnya.

Oleh sebab itu, kritik terhadap kepolisian dan dukungan untuk Cho Yong Gi disuarakan warganet.

Melalui akun X @ChoYongGii, Cho Yong Gi memberikan tanggapan terkait dukungan yang diberikan kepadanya.

"Aku nggak tau ternyata sebanyak ini dukungan publik sampai kemarin malam keluar dari ruang pemeriksaan jam 9 malam," ungkap Cho Yong Gi dalam tulisannya yang dibagikan pada Kamis, 5 Juni 2025.

Cho Yong Gi mengaku mendapat ratusan pesan dukungan yang membuat rasa capek, bosan, dan ngantuknya selama pemeriksaan hilang.

Sosok Cho Yong Gi Mahasiswa UI Tersangka Aksi May Day
Sosok Cho Yong Gi Mahasiswa UI Tersangka Aksi May Day

Perasan itu berganti haru karena selama ini Cho Yong Gi merasa kesepian.

baca juga

"Aku takut kawan-kawan ikut terseret dan kebawa dalam kasus penangkapan May Day. Makanya sebulan ini aku membatasi interaksi penuh supaya orang-orang di sekitarku aman," jelas Cho Yong Gi.

Dukungan untuknya juga membuat Cho Yong Gi mulai melihat harapan. Ia begiitu takjub karena perlawanan bisa dilakukan bersama orang-orang yang belum lama saling kenal.

Cho Yong Gi jadi merasa didukung oleh orang-orang yang sudah lama mengenalnya.

"Mungkin karena kemarahan kita pada pihak yang samalah sebabnya: kemarahan pada akar berbagai permasalahan struktural," tegasnya.

Lebih lanjut, Cho Yong Gi berharap kasus kriminalisasi yang dialami ia dan rekan-rekannya bisa menjadi alarm tentang kesewenangan polisi.

Kesadaran mengenai kemungkinan kesewenangan polisi diharapkan Cho Yong Gi membuat publik bersama-sama melawan penyelewengan kekuasaan.

"Akhir kata, aku berdiri bersama kawan-kawan yang mengalami kriminalisasi di aksi May Day," kata Cho Yong Gi.

"Hari ini, kami yang dikriminalisasi, besok kriminalisasi bisa jadi dialami oleh kalian atau orang di sekitar kalian yang melawan kemunafikan. Ayo saling jaga, ayo ikut melawan," pungkasnya.

Jawaban menggelitik diberikan Cho Yong Gi saat salah satu warganet mendoakan kesehatan, keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan Tuhan untuknya.

Menurut Cho Yong Gi yang biasa disapa Kevin dan mengaku Warga Negara Indonesia (WNI) meski namanya Korea, kebahagiaan sulit didapatnya selama tinggal di Tanah Air.

"Mungkin gak bisa bahagia selalu karena situasi di Indo ya, tetapi di tengah ombang-ambing ini malah kita bisa bahagia dari hal-hal kecil," jawab Cho Yong Gi.

"Aku harap kau juga sehat, bahagia (kadang), dan dilindungi Tuhan. Hehehe guyon loh ya kadangnya, aku harap yang terbaik dan realistis kawan," balasnya.

Cho Yong Gi. [X]
Cho Yong Gi. [X]

Dukungan ikut diberikan Baskara Putra dalam penampilannya di sebuah panggung baru-baru ini.

"Salah satunya Cho Yong Gi mahasiswa Filsafat UI, padahal dia paramedis. Kita tau ceritanya, terakhir, negara menganggap paramedis sebagai lawan," ujar Baskara yang videonya jadi viral di X dan ikut di-repost Cho Yong Gi.

Sebagai informasi, selain Cho Yong Gi, 13 orang lain ditetapkan sebagai tersangka kasus demo ricuh May Day.

Penetapan Cho Yong Gi sebagai tersangka disayangkan pula oleh Plh Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional (HMPI) UI Emir Chairullah.

Harapan agar status tersangka Cho Yong Gi dicabut juga diungkap Emir Chairullah, mengingat mahasiswanya bertugas sebagai tim medis saat aksi May Day.

Kontributor : Neressa Prahastiwi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tim Medis UI Ditangkap, Dipukuli dan Dikriminalisasi Pasal Karet, Komnas HAM Desak Ini ke Polisi

Tim Medis UI Ditangkap, Dipukuli dan Dikriminalisasi Pasal Karet, Komnas HAM Desak Ini ke Polisi

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 19:08 WIB

Demonstran Dijerat Pidana Pakai Pasal Karet, Bentuk Teror Aparat Penegak Hukum?

Demonstran Dijerat Pidana Pakai Pasal Karet, Bentuk Teror Aparat Penegak Hukum?

Liks | Kamis, 05 Juni 2025 | 17:42 WIB

Dari Medis ke Jeruji Besi, Kisah Mahasiswa UI Cho Yong Gi dalam Demonstrasi May Day

Dari Medis ke Jeruji Besi, Kisah Mahasiswa UI Cho Yong Gi dalam Demonstrasi May Day

Entertainment | Kamis, 05 Juni 2025 | 12:57 WIB

Sosok Cho Yong Gi Mahasiswa UI Tersangka Aksi May Day, Dijuluki Soe Hok Gie Masa Kini

Sosok Cho Yong Gi Mahasiswa UI Tersangka Aksi May Day, Dijuluki Soe Hok Gie Masa Kini

Entertainment | Rabu, 04 Juni 2025 | 19:38 WIB

Dinilai Kurang Alat Bukti, Polisi Didesak Segera Hentikan Perkara Aksi May Day 2025

Dinilai Kurang Alat Bukti, Polisi Didesak Segera Hentikan Perkara Aksi May Day 2025

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 17:23 WIB

Terkini

Mensos Gus Ipul Tegaskan Pendaftaran Agen Perlinsos Bukan Lowongan Kerja: Ini Relawan

Mensos Gus Ipul Tegaskan Pendaftaran Agen Perlinsos Bukan Lowongan Kerja: Ini Relawan

News | Senin, 14 September 2026 | 11:15 WIB

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

News | Senin, 14 September 2026 | 11:14 WIB

Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan

Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 11:14 WIB

Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8

Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 11:13 WIB

Pembunuh Wanita di Hotel Melati Tanah Abang Ditangkap, Sempat Pakai Identitas Palsu

Pembunuh Wanita di Hotel Melati Tanah Abang Ditangkap, Sempat Pakai Identitas Palsu

News | Senin, 14 September 2026 | 11:07 WIB

Program SPHP, Bulog Siap Salurkan 150 Ribu Ton SPHP Jagung hingga Akhir 2026

Program SPHP, Bulog Siap Salurkan 150 Ribu Ton SPHP Jagung hingga Akhir 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:05 WIB

Sering Capek Padahal Nggak Ngapa-ngapain? Bisa Jadi Otakmu 'Kelebihan Muatan'

Sering Capek Padahal Nggak Ngapa-ngapain? Bisa Jadi Otakmu 'Kelebihan Muatan'

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 11:05 WIB

Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000

Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:03 WIB

Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat

Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 11:03 WIB

Demi Makan, Jutaan Orang Rela Kerja ke Sini Meski Terancam Tewas Terbunuh

Demi Makan, Jutaan Orang Rela Kerja ke Sini Meski Terancam Tewas Terbunuh

News | Senin, 14 September 2026 | 11:01 WIB

×