Eks Presenter Jejak Petualang Kecam Kampanye Save Raja Ampat Pakai Foto Sesat

Yohanes Endra

Minggu, 08 Juni 2025 | 20:36 WIB
Eks Presenter Jejak Petualang Kecam Kampanye Save Raja Ampat Pakai Foto Sesat
Mantan presenter Jejak Petualang Widi Dwinanda tak setuju kampanye Save Raja Ampat yang diserukan Greenpeace dianggap menyesatkan karena pakai data yang salah. [Instagram dwinandawidi]

Suara.com - Mantan presenter Jejak Petualang, Widi Dwinanda ikut menyuarakan tentang #SaveRajaAmpat usai salah satu daerah di sana jadi lahan penambangan nikel yang dimanfaatkan pemerintah.

Namun yang bikin geram presenter yang juga pemain film ini karena muncul tudingan kampanye #SaveRajaAmpat pakai data yang menyesatkan.

Hal ini muncul setelah sebuah akun Instagram Fakta.indo membahas tentang kampanye Save Raja Ampat ini.

Dalam kampanye yang digagas oleh Greenpeace itu menunjukkan video tentang konsidi Raja Ampat sebelum dan sesudah ada penambangan nikel.

"Belakangan ini viral kampanye #SaveRajaAmpat dari Greenpeace yang menampilkan keindahan Piaynemo berdampingan dengan foto dan video tambang nikel di Pulau Gag," tulis akun @fakta.indo dilansir pada Sabtu, 8 Juni 2025.

Namun dalam video tersebut disebutkan akun itu kalau tak semuanya benar.

Ada beberapa foto hasil AI untuk menggambarkan penambangan nikel di Raja Ampat.

"Banyak foto hasil editan AI juga beredar luas. Akibat narasi ini, banyak yang mengira lokasi tambang berada di kawasan wisata," tambah akun itu.

Mantan presenter Jejak Petualang Widi Dwinanda tak setuju kampanye Save Raja Ampat yang diserukan Greenpeace dianggap menyesatkan karena pakai data yang salah. [Instagram dwinandawidi]
Mantan presenter Jejak Petualang Widi Dwinanda tak setuju kampanye Save Raja Ampat yang diserukan Greenpeace dianggap menyesatkan karena pakai data yang salah. [Instagram dwinandawidi]

Kemudian akun itu membeberkan fakta yang sudah mereka rangkum, termasuk menurut penjelasan seorang ahli yakni pakar geophysicist dan PHD candidate FTTM ITB Khalil Ibrahim.

baca juga

Penambangan nikel dilakukan di Pulau Gag yang berjarak 40 kilometer dari Piaynemo, salah satu kawasan wisata Raja Ampat.

Pulau Gag disebutkan bukan kawasan wisata dan memang sudah memiliki izin penambangan resmi dari pemerintah.

Bahkan izinya sudah ada sejak 1998 dan izin usaha penambangan di sini sudah dari 2017.

Beda dengan Piaynemo yang merupakan kawasan wisata bahkan disebutkan tak ada potensi ada nikel karena kawasan karst yang tersusun dari batu gamping.

Akun tersebut kemudian memberikan kritikan pada Greenpeace karena membuat kampanye namun datanya dinilai menyesatkan.

"Ini bukan soal pro atau kontra, tapi soal tanggung jawab menyebarkan informasi akurat. Narasi menyesatkan bisa merusak kepercayaan publik dan dimanfaatkan pihak tertentu untuk agenda lain, termasuk narasi separatis untuk ‘memerdekakan Papua’," jelas akun tersebut.

Sebuah pesan bijak diberikan oleh akun ini untuk terus mengawal dan melindungi Raja Ampat namun dengan data yang benar.

" Mari kita kawal dan lindungi Raja Ampat dengan menyebarkan fakta, bukan narasi menyesatkan dan manipulasi," pungkas akun itu,

Melihat penjelasan akun Fakta Indo, Widi Dwinanda kurang sependapat.

Menurutnya bukan masalah Piaynemo atau Pulau Gag, Save Raja Ampat ini diartikan secara luas.

"Mohon maaf nih. #saverajaampat kan artinya menyeluruh, bukan #savekawasanwisata #savePulauGAG. Raja Ampat sangat luas termasuk piaynemo, Pulau GAG masuk di dalamnya. Konteks yg harus dijaga disini bukan hanya keindahan sebagai kawasan wisata, tapi juga ekosistem & makhluk hidup lain di dalamnya," komentar artis yang pernah meraih Pemeran Wanita Terpuji Film Televisi di Festival Film Bandung 2015.

"Coba sedikit dipake nuraninya untuk sadar, bukan cuma manusia yang hidup di bumi. Ini seakan-akan jadi yang paling berhak karena punya kuasa," tambahnya.

Bukan hanya dia, ada juga netizen yang mengartikan lebih luas tentang kampanye Save Raja Ampat ini.

"40 kilometer itu deket ... dan pasti berdampak sama lingkungan sekitarnya," komentar netizen lain.

Sebelumnya, ada beberapa artis yang juga menyarakan tentang Save Raja Ampat setelah viral video dari Greenpeace.

Mulai dari Denny Sumargo, Cinta Laura hingga Ustaz Abdul Somad.

Mantan presenter Jejak Petualang Widi Dwinanda tak setuju kampanye Save Raja Ampat yang diserukan Greenpeace dianggap menyesatkan karena pakai data yang salah. [Instagram dwinandawidi]
Mantan presenter Jejak Petualang Widi Dwinanda tak setuju kampanye Save Raja Ampat yang diserukan Greenpeace dianggap menyesatkan karena pakai data yang salah. [Instagram dwinandawidi]

Mereka semua menyayangkan pemerintah yang mengizinkan penambangan di Raja Ampat.

Bukan hanya artis, ada juga pejabat publik seperti mantan menteri Susi Pudjiastuti hingga Ganjar Pranowo ikut menyuarakan Save Raja Ampat.

Kontributor : Tinwarotul Fatonah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kirim Tim Investigasi, KLH Bidik Empat Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat

Kirim Tim Investigasi, KLH Bidik Empat Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat

News | Minggu, 08 Juni 2025 | 20:34 WIB

Terancam Rusak karena Penambangan, KLH: Raja Ampat Adalah Kawasan Strategis Nasional Konservasi

Terancam Rusak karena Penambangan, KLH: Raja Ampat Adalah Kawasan Strategis Nasional Konservasi

Bisnis | Minggu, 08 Juni 2025 | 20:05 WIB

8 Artis Serukan Tagar Save Raja Ampat, Denny Sumargo hingga Kunto Aji

8 Artis Serukan Tagar Save Raja Ampat, Denny Sumargo hingga Kunto Aji

Entertainment | Minggu, 08 Juni 2025 | 20:02 WIB

Bela Bahlil, Hotman Paris Tuai Kecaman Soal Tambang Raja Ampat

Bela Bahlil, Hotman Paris Tuai Kecaman Soal Tambang Raja Ampat

Entertainment | Minggu, 08 Juni 2025 | 19:52 WIB

Kutukan Tambang Nikel? Keuntungan Ekonomi Melambung, Kerusakan Lingkungan Menggunung

Kutukan Tambang Nikel? Keuntungan Ekonomi Melambung, Kerusakan Lingkungan Menggunung

Your Say | Minggu, 08 Juni 2025 | 19:19 WIB

Terkini

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

×