Ibu Magnus (Aida Nurmala)

bunda Magnus, Diana merupakan sosok sosialita yang kaya, tampil necis sekaligus glamor. Ia juga orang penting di lingkungan sekolah Magnus. Saat tahu putranya dekat dengan Jovanka, sorot mata Diana seketika penuh selidik.
Sebagai istri, Diana senada dan seirama dengan Brata. Ia mendukung keputusan Brata mengirim Magnus kuliah ke luar negeri.
Ayah Jovanka (Irgi Fahrezi)

Setelah cerai dari istri, ayah Jovanka, Agung punya pacar baru (diperankan Nadine Alexandra). Ternyata, kedekatannya dengan lawan jenis tersebut memperburuk hubungannya dengan Jovanka. Agung memutar otak untuk mendekati putrinya lagi.
Beragam cara ditempuh termasuk membelikan laptop impian Jovanka disertai pesan manis. Itu belum cukup untuk meluluhkan hati sang anak. Berdamai dengan keadaan tak semudah yang dibayangkan.
Ibu Jovanka (Putri Ayudya)

Ibunda Jovanka, Yuli, pindah ke rumah lain bersama Jovanka setelah cerai. Tak mudah mendampingi Jovanka menghadapi fase baru dengan label anak broken-home.
Dalam sejumlah adegan, Yuli sabar mengawal Jovanka untuk menerima keadaan yang tak menyenangkan. Di sisi lain, ia menyimpan rahasia yang kemudian terkuak di akhir cerita film.
Para Sahabat Jovanka dan Magnus

Selain kisah cinta, persahabatan juga menjadi elemen penting dalam film ini. Sahabat dekat Jovanka, Maria (Aulia Deas), digambarkan sebagai sosok yang selalu mendukung dan menyemangati Jovanka. Maria menjadi support system untuk Jovanka, apalagi ketika dia mencoba mendekati Magnus.
“Dia satu frekuensi sama Jovanka. Tipe teman yang kalau sahabatnya punya mimpi, (dia akan menyemangati) ayo kejar. Dukung terus,” ungkap Aulia Deas.
Tak hanya Maria, kehadiran Koko (Bertram Beryl) menambah warna-warni dalam lingkaran persahabatan mereka. Koko merupakan sahabat Magnus yang juga menjadi informan bagi Jovanka.
Sinopsis Film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan

Film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan mengisahkan tentang Magnus (Ari Irham), siswa SMA pendiam. Magnus baru saja diterima di kampus impiannya, ITB.
Namun, bukannya bahagia, ia justru tenggelam dalam sunyi karena orang tuanya memaksa ia kuliah di luar negeri, jurusan yang bahkan tidak ia minati. Magnus pun memilih diam, bukan karena tak punya suara, tapi karena sudah terlalu sering tak didengar.
Di tengah rasa sedihnya, hadir sosok Jovanka (Adhisty Zara), siswi ceria yang tampak baik-baik saja, namun sebenarnya juga menyimpan luka keluarga. Jovanka melihat kegelapan dalam diri Magnus, dan berusaha menjadi terang di hidupnya yang kelam.
Berawal dari percakapan kecil hingga pertemuan-pertemuan tak terduga, tumbuhlah hubungan yang manis sekaligus menguatkan mereka berdua.
Tak hanya menyoroti kisah cinta romantis, film ini juga menggambarkan bagaimana remaja hari ini bergulat dengan luka, mimpi, dan hubungan dalam keluarga yang sering kali tidak ideal.
Kontributor : Anistya Yustika