Rieke Diah Pitaloka Minta Prabowo Tuntaskan Kasus Affan Kurniawan: Satu Nyawa Sangat Berharga

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 10:46 WIB
Rieke Diah Pitaloka Minta Prabowo Tuntaskan Kasus Affan Kurniawan: Satu Nyawa Sangat Berharga
Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengingatkan rekan-rekannya di Senayan agar lebih berhati-hati dalam berbicara di ruang publik. (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik

Suara.com - Rieke Diah Pitaloka menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh rakyat Indonesia. Permintaan maaf itu disampaikan saat ia datang ke pemakaman Affan Kurniawan.

Rieke Diah Pitaloka mengatakan, permintaan maaf itu hadir lantaran ia dan kawan-kawannya yang menjadi anggota DPR belum maksimal bekerja.

"Untuk seluruh rakyat Indonesia, saya mohon maaf, ya. Setidaknya saya sebagai wakil rakyat saya mohon maaf jika banyak perjuangan belum selesai begitu," ucap Rieke di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Lebih lanjut, bintang sitkom "Bajaj Bajuri" ini menegaskan bahwa insiden tragis yang menimpa Afan bukanlah sebuah kejadian yang berdiri sendiri.

Menurutnya, kasus ini puncak dari masalah yang jauh lebih besar dan sudah lama terpendam di bawah permukaan.

"Karena kasus-kasus seperti ini... karena kasus-kasus seperti ini bukan hanya terjadi pada malam tadi ya, tapi sebetulnya ini ibarat gunung es," jelasnya.

Analogi "gunung es" yang ia gunakan mengisyaratkan adanya rentetan peristiwa serupa atau potensi masalah lain yang belum terungkap ke publik.

Sebagai langkah konkret, politisi berusia 51 tahun itu juga mendorong institusi segera mengambil tindakan.

"Supaya kasus kematian Affan kita minta usut tuntas dan pihak Kepolisian Republik Indonesia," kata Rieke Diah Pitaloka.

Baca Juga: Pecah Rusuh di Tiap Kota, Bagaimana Nasib Super League 2025/2026?

Rieke Diah Pitaloka bahkan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk bergerak menyelesaikan kasus ini.

"Saya meminta juga kepada Presiden Prabowo Subianto, karena bagi... bagi saya, saya tidak tahu bagi yang lain, satu nyawa rakyat itu sangat berharga," ucapnya.

Affan Kurniawan merupakan pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada momen demonstrasi di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Keberadaannya di sana bahkan bukan untuk demonstrasi, tapi bekerja mengantar pesanan ke pembeli.

Anggota Brimob yang berada di dalam rantis merasa terkepung massa. Sehingga si sopir fokus menyelamatkan diri tanpa memandang siapa yang berada di depan.

"Saya tidak mengerti posisi orang, karena saya tidak memperhatikan orang kanan kiri, Pak. Saya tidak memperhatikan atau siapa-siapa," ujar sopir.

"Jadi, saya hantam saja. Karena kalau tidak selesai, Pak, sudah. Massa penuh, Pak," tambah dia.

Kemarahan massa bukan tanpa sebab, mereka hanya ingin aspirasi didengar anggota DPR. Tapi hasilnya nihil.

Ironisnya, baru setelah Affan Kurniawan meninggal, beberapa mereka hadir menyampaikan pesan duka.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?