Rieke Diah Pitaloka Respons Tunjangan DPR Dihapus: Saya Bukan Raja Sawer

Minggu, 31 Agustus 2025 | 15:42 WIB
Rieke Diah Pitaloka Respons Tunjangan DPR Dihapus: Saya Bukan Raja Sawer
Rieke Diah Pitaloka (instagram)
Baca 10 detik
  • Tunjangan fantastis DPR memicu kemarahan dan aksi penjarahan rakyat.
  • Rieke Diah Pitaloka tidak keberatan semua tunjangannya untuk dewan dihapus.
  • Pernyataan Rieke kontras dengan kemarahan publik pada kemewahan anggota DPR.

Suara.com - Polemik tunjangan fantastis anggota DPR RI terus jadi sorotan publik. Mulai dari tunjangan rumah yang mencapai puluhan juta rupiah, tunjangan komunikasi, hingga fasilitas beras bulanan, semua memicu kemarahan rakyat.

Isu itu semakin memanas usai gelombang demonstrasi di depan Gedung DPR hingga aksi penjarahan rumah sejumlah anggota dewan. 

Rakyat menilai tunjangan superbesar tersebut tidak pantas diterima wakil rakyat di tengah kondisi ekonomi yang makin sulit.

Namun di tengah kritik pedas, anggota DPR sekaligus aktris, Rieke Diah Pitaloka, justru menyampaikan sikap berbeda.

Dia menegaskan tidak keberatan bila seluruh tunjangan untuk anggota dewan dihapus.

"Silakan kalau mau dihapus semua tunjangan. Kalau saya enggak masalah," kata Rieke Diah Pitaloka dalam potongan video yang diunggah akun Instagram @lambehofficial pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Rieke juga menekankan bahwa keputusannya menjadi anggota DPR merupakan pilihan sadar, bukan karena tergiur fasilitas ataupun uang rakyat.

"Karena, menjadi wakil rakyat itu pilihan sadar saya, saya mau masuk DPR," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menolak dianggap menikmati tunjangan secara berlebihan. Rieke menyebut dirinya bukan bagian dari anggota dewan yang kerap dipersepsikan boros atau gemar bagi-bagi uang untuk kepentingan politik.

Baca Juga: Makassar Membara: Kematian Ojol Picu Amarah Rakyat, Elit Kabur ke Luar Negeri!

"Iya, saya bukan raja sawer. Saya anti, silakan boleh dicek," tegasnya lagi.

Pernyataan Rieke ini kontras dengan sorotan publik yang marah terhadap DPR sebagai institusi. Di satu sisi rakyat merasa terhimpit, sementara di sisi lain wakil rakyat menerima tunjangan yang nilainya fantastis.

Di sisi lain, rekan sesama anggota dewan Rieke sudah menjadi target amukan publik. Selain isu tunjangan yang melambung, rakyat juga murka karena aksi joget-joget di gedung DPR belum lama ini.

Sejak Sabtu, 30 Agustus 2025 kemarin, rakyat sudah menyasar ke kediaman para anggota dewan untuk menjarah. Sebut saja Ahmad Sahroni, Uya Kuya, dan Eko Patrio yang rumahnya telah habis dijarah warga.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?