Drama Crazy Rich Priok: Usai Ogah Pulang, Ahmad Sahroni Legawa Dinonaktifkan NasDem dari DPR

Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:01 WIB
Drama Crazy Rich Priok: Usai Ogah Pulang, Ahmad Sahroni Legawa Dinonaktifkan NasDem dari DPR
Harta Ahmad Sahroni. (Instagram/ahmadsahroni88)
Baca 10 detik
  • Ahmad Sahroni dinonaktifkan dari DPR RI oleh Partai NasDem.
  • NasDem menilai pernyataan Sahroni telah melukai rakyat.
  • Sahroni legawa, patuhi keputusan partai usai polemik publik.

Suara.com - Babak baru drama politik yang menyelimuti Ahmad Sahroni terus bergulir.

Setelah menyatakan permintaan maaf kepada publik dan menolak pulang ke Indonesia pasca-penjarahan rumahnya, kini politisi Partai NasDem itu menghadapi sanksi tegas dari partainya. Ia dinonaktifkan dari jabatannya sebagai anggota DPR RI.

Melalui unggahan terbarunya di akun media sosial X, @SahroniNasdem, pada Minggu (31/8/2025), Sahroni menunjukkan sikap legawa atas keputusan partainya.

Ia mengunggah foto surat siaran pers resmi dari DPP Partai NasDem yang berisi keputusan penonaktifan dirinya dan rekan separtainya, Nafa Urbach.

Menyertai gambar surat tersebut, Sahroni menulis kalimat singkat yang menegaskan kepatuhannya.

"Saya patuhi keputusan ini," tulisnya dengan tambahan emoji kedua telapak tangan menempel, menunjukkan sikap menerima.

Keputusan penonaktifan ini, yang efektif berlaku mulai Senin, 1 September 2025, ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Hermawi F. Taslim.

Dalam siaran pers tersebut, partai menyatakan langkah tegas ini diambil sebagai respons atas dinamika masyarakat yang berkembang.

Menurut DPP Partai NasDem, terdapat pernyataan dari wakil rakyatnya, khususnya Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat.

Baca Juga: 7 Harga Fashion Item Mewah di Rumah Ahmad Sahroni, Viral Usai Dijarah Massa

Hal ini dianggap sebagai penyimpangan terhadap perjuangan partai yang seharusnya selalu berpedoman pada aspirasi rakyat.

"Bahwa dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat ternyata ada pernyataan dari pada wakil rakyat khususnya Anggota DPR- RI dari Fraksi Partai NasDem yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat, dan hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem," demikian bunyi salah satu poin dalam surat tersebut.

Sikap patuh Sahroni ini datang hanya beberapa jam setelah ia membuat pernyataan kontroversial sebelumnya.

Pada pagi hari yang sama, ia meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia namun menolak permintaan untuk kembali ke tanah air.

Alasan utamanya adalah untuk menjaga keamanan diri dan keluarganya pasca-insiden penjarahan di kediamannya.

"Untuk permintaan agar saya kembali ke tanah air, mohon maaf belum bisa saya penuhi. Karena saya harus menjaga keamanan diri dan keluarga saya," ungkapnya dalam cuitan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?