Suara.com - Agama Cinta Laura kembali menjadi omongan publik saat dirinya pamer foto dan video kucing-kucing peliharaannya.
Cinta dalam postingan itu menjawab tentang rasa penasaran netizen lebih memilih memelihara kucing kampung daripada kucing ras.
Dia pun menyebut kucingnya boleh jenis kucing kampung namun perawatannya dijamin yang terbaik.
"Kucing kampung? Yes! Tapi treatment-nya premium!" tulisnya pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Namun netizen dibuat salah fokus pada slide kedua dari 20 slide yang dibagikan dalam postingan tersebut.
Tampak dua kucing kesayangannya yang dipotret, namun posisinya sedang berada di depan sajadah dan mukena yang belum terlipat.
Ini membuat netizen meyakini Cinta Laura baru menjalankan ibadah salat lima waktu.
Banyak yang menyanjung Cinta karena sebagai artis besar, dia tidak melupakan kewajiban beribadah.
"KaK Cinta rajin solat," komentar netizen.
"Bukan rajin, karena emang udah diwajibkan," kata lainnya.
"Kucing kenapa suka ganggu pas salat sih," timpal yang lain.

Namun ada yang seolah kaget karena ternyata Cinta Laura beragama Islam.
"Cinta Laura Islam ya?" netizen kepo.
Netizen lain memberikan reaksi lega karena foto yang dibagian Cinta sebagai bukti dan rasa penasaran publik tentang agama Cinta Laura.
"Alhamdulillah pertanyaan netizen agama cinta apa? Sudah dijawab di slide ke 2 yaa.. @claurakiehl , Semoga Istiqomah ya aamiin," doa netizen.
Sebenarnya, Cinta Laura Kiehl memang diketahui beragama Islam sejak kecil karena mengikuti agama sang ibu, Herdiana Kiehl yakni Islam.
Dia telah mengungkapkan bahwa dirinya dibesarkan sebagai seorang Muslim sehingga tahu banyak tentang agama ini.
Dia menceritakan ibunya mengajarkannya tentang cara salat, puasa, dan ibadah lainnya dalam Islam.
Di beberapa kesempatan seperti Idul Fitri, dia tampak kompak dengan sang mama merayakan Lebaran.
Meskipun ayahnya memiliki kepercayaan yang berbeda, Cinta Laura tumbuh besar sebagai seorang Muslim.
Namun, dia juga menganggap agama sebagai hal yang personal dan privat, sehingga tidak suka mempublikasikan ibadahnya secara luas.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah