Alasan Tajam Cinta Laura Ogah Menduduki Kursi DPR: Berusaha Tidak Jadi Orang Munafik

Yazir F Suara.Com
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Alasan Tajam Cinta Laura Ogah Menduduki Kursi DPR: Berusaha Tidak Jadi Orang Munafik
Cinta Laura [Instagram/claurakiehl]
Baca 10 detik
  • Cinta Laura sering menolak untuk dicalonkan jadi anggota DPR
  • Cinta Laura takut menjadi munafik ketika jadi anggota DPR
  • Cinta Laura kerap kecewa dengan politisi

Suara.com - Sebuah video lawas berisi pandangan cerdas aktris Cinta Laura Kiehl mengenai dunia politik kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Pernyataan tersebut viral tepat di saat publik tengah gencar menyoroti dan mengkritik kinerja para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), membuat pandangannya terasa sangat relevan dengan situasi saat ini.

Dalam video tersebut, Cinta mengupas tuntas alasan fundamental mengapa ia belum bersedia terjun ke panggung politik, meskipun tawaran untuk menjadi wakil rakyat kerap datang.

Alasan utamanya bukanlah karena ketidaktertarikan, melainkan berakar pada sebuah prinsip hidup yang ia pegang teguh, yaitu menolak menjadi sosok yang munafik.

"Jangan pernah bilang tidak. Bisa saja suatu hari nanti saya masuk ke dunia politik, saya tidak tahu. Tetapi untuk sekarang, salah satu filosofi hidup saya adalah berusaha sekuat tenaga untuk tidak menjadi orang yang munafik," kata Cinta dalam klip yang beredar luas.

Prinsip tersebut ternyata lahir dari kekecewaan mendalam setelah ia mengamati langsung dunia politik dari dekat.

Cinta mengaku sering berinteraksi dan berdiskusi dengan sejumlah tokoh politik. Dalam percakapan empat mata, ia justru menemukan pribadi-pribadi yang cemerlang.

"Saya sudah sering merasa kecewa dengan figur-figur politik yang saya lihat. Sebab, kalau kita berbincang secara langsung, terasa sekali bahwa mereka itu cerdas, berpikiran terbuka, memiliki nilai, dan pemikirannya setara dengan anak muda zaman sekarang," paparnya.

Namun, kekaguman itu luntur ketika ia menyaksikan jurang pemisah yang lebar antara perkataan dan perbuatan.

Gagasan-gagasan brilian yang dibicarakan secara personal seringkali tidak terefleksi dalam kebijakan publik yang mereka ambil. Perbedaan drastis inilah yang membawanya pada sebuah kesimpulan tajam.

Baca Juga: Dear Puan Maharani, Keluarga Affan Kurniawan Menunggu Maaf dan Kehadiranmu di Rumah Duka

"Pada tahap eksekusinya, apa yang mereka katakan secara pribadi ternyata sangat berbeda dengan apa yang terjadi di ranah publik. Dari situ saya sadar, oh, ternyata mungkin banyak dari mereka hanyalah 'boneka'," ungkapnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?