Suara.com - Yai Mim kembali jadi viral. Bukan karena kisruh Yai Mim dengan tetangganya yang bernama Sahara, melainkan ceramahnya di sebuah acara.
Salah satu video rekaman ceramah Yai Mim dibagikan akun X @noucampline pada Selasa, 4 November 2025.
Yai Mim rupanya berada satu acara dengan Gus Miftah. Ia membicarakan soal fakta bahwa dirinya dan Gus Miftah sebenarnya adalah Wali Allah.
"Pak, Bu, Anda amati ya. Kalau ada orang seperti Gus Miftah, seperti saya, wali itu!" ujar Yai Mim.
Bukan hanya pengakuannya sebagai Wali, Yai Mim juga disorot lantaran mengucapkan kata-kata kasar yang cenderung ancaman.
"Kok Yai Mim berani bilang (dirinya) wali? Beranilah. Aku memang wali kok. Siapa yang (mau) bantah? Sini saya injak mukanya," tutur Yai Mim.
"Asli. Aku juga tahu Gus Miftah wali. Bukan (wali santri)! Waliyullah (Wali Allah)! Jan**k kamu itu! Anj**g! Jangan sembarangan kamu ya!" sambungnya.
Menurut Yai Mim, sudah lama ia melihat Gus Miftah sebagai wali sehingga memanggil dengan sebutan 'Wali Gondrong'.
Lebih lanjut, Yai Mim membicarakan perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Mesir menemui seorang pendeta.
"Kanjeng Nabi (Muhammad) ketika pergi ke Mesir, menemui pendeta ortodok namanya Muqawqis," cerita Yai Mim.
![Yai Mim. [YouTube/Uya Kuya TV]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/09/27807-yai-mim.jpg)
"Saking cintanya pendeta ini, (padahal beragama) Kristen, kepada Kanjeng Nabi, menghadiahi dua wanita," imbuhnya.
Melalui cerita tersebut, Yai Mim ingin memberi tahu bahwa orang Jawa memiliki garis keturunan dengan Nabi Muhammad SAW alias Rasulullah.
"Satu, Maria Qibtiyah asli orang Mesir. Cantik banget. Yang kedua, Haulah, orang Jawa," ungkap Yai Mim.
"Haulah, orangnya seperti yang kerudung cokelat (menunjuk jemaah). Makanya kalau lahir seperti Anda semua ya keturunan Haula," bebernya.
Oleh sebab itu, Yai Mim menyimpulkan apabila bukan para Habib saja yang keturunan Nabi Muhammad SAW, melainkan juga orang Jawa.
"Orang Jawa itu ahbab, keturunan Nabi Muhammad. Kedua, Habib. Siapa Habib itu? Keturunan Sayyidina Ali menikah dengan Fatimah putri Kanjeng Nabi," tandasnya.
Namun mengutip laman islami.co tentang kisah Rasulullah SAW menerima hadiah dari nonmuslim, Muqawqis bukan pendeta, tetapi Raja Mesir.
Rasulullah pun bukan berkunjung ke Mesir, melainkan mengirim surat yang disampaikan salah satu sahabatnya, Hathib bin Abi Balta’ah
Benar bahwa Muqawqis mengirimkan dua wanita, tetapi hanya satu yang dinikahi Rasulullah SAW.
Mariah melahirkan anak laki-laki bernama Ibrahim dari pernikahannya dengan Rasulullah SAW, tetapi meninggal dunia.
Sedangkan wanita yang satu lagi bernama Sirin, bukan Haulah seperti yang disebutkan Yai Mim.
Sirin pun bukan dinikahi Rasulullah SAW, tetapi dengan Hassan bin Tsabit. Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi