- Ahmad Dhani jajal motor SMI Expressa yang pernah jadi impian Soeharno jadi karya anak bangsa
- Pengembangan SMI Expressa dimulai sekitar tahun 1995
- Proyek SMI Expressa terpaksa dihentikan karena krisis ekonomi yang menghantam Indonesia pada 1998
Suara.com - Musisi Ahmad Dhani kembali mencuri perhatian lewat unggahannya yang pamer menjajal motor legendaris Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Pada unggahannya itu, Ahmad Dhani menjejerkan fotonya dengan Soeharto ketika menaiki motor legendaris tersebut.
"Bicaralah untuk diri sendiri," tulis Ahmad Dhani singkat namun penuh makna pada keterangan fotonya, Minggu (16/11/2025).
Motor legendaris milik Soeharto yang dicoba oleh Dhani bukanlah sembarang motor.
Kendaraan itu adalah SMI Expressa, sebuah prototipe ambisius dari mimpi besar era Orde Baru untuk melahirkan motor nasional pertama karya anak bangsa.
Aksi Dhani ini seolah membuka kembali lembaran sejarah otomotif Indonesia yang sempat terlupakan.
Mengenal SMI Expressa, Mimpi Motor Nasional Era Orde Baru
Di era kepemimpinannya, Presiden Soeharto memiliki visi untuk menghadirkan motor nasional yang mampu bersaing dengan produk impor yang mendominasi pasar.
Kemudian, visi ini diwujudkan melalui proyek "SMI Expressa" yang pengembangannya dimulai sekitar tahun 1995.
Baca Juga: Awas Kena Sanksi! Remix Potongan Film Jadi Parodi di Medsos Ternyata Pelanggaran Hak Cipta
Nama "Expressa" sendiri memiliki beberapa interpretasi. Banyak sumber menyebutnya sebagai kependekan dari "Ekspresi Bangsa" atau "Ekspresi Anak Bangsa".
Namun, sebuah arsip dari tabloid lawas mengungkap bahwa Expressa adalah singkatan dari "Extra Prestasi Bangsa", menunjukkan betapa besarnya harapan yang disematkan pada proyek ini.
Setelah melalui proses pengembangan selama dua tahun dengan berbagai perubahan prototipe, lahirlah desain final yang kini dikenal banyak orang sebagai motor "Ayam Jago", sebuah desain yang pada masanya terbilang sangat progresif dan mendahului zaman.
SMI Expressa diluncurkan secara resmi pada 24 September 1997, dalam sebuah acara yang digelar di halaman belakang Istana Negara.
Momen ini menjadi bersejarah ketika Presiden Soeharto sendiri mencoba langsung motor tersebut, seraya menegaskan keinginannya untuk menggalakkan produksi sepeda motor karya anak bangsa.
Yang lebih membanggakan, proyek ini tidak hanya soal merakit.
Sebanyak 22 persen komponen motor Expressa dilaporkan sudah bisa dibuat di dalam negeri, melibatkan pengusaha kecil, menengah, dan koperasi.
Ini adalah bukti nyata dari upaya mewujudkan kemandirian industri otomotif nasional.
Spesifikasi Detail SMI Expressa
Di balik desainnya yang unik, SMI Expressa dibekali spesifikasi yang cukup mumpuni untuk motor bebek 100cc pada masanya:
- Mesin: 4 Langkah, SOHC, horisontal, 100 cc, pendingin udara
- Kopling: Manual
- Transmisi: 4 tingkat percepatan
- Starter: Kick starter
- Sistem Pengapian: CDI
- Rangka: Besi pipa, model bebek (underbone)
- Suspensi Depan: Teleskopik
- Suspensi Belakang: Lengan ayun (monoshock)
- Rem: Teromol depan dan belakang
- Kapasitas Tangki: 5,2 liter
- Berat Kosong: 94 kg
Sayangnya, mimpi besar ini harus berakhir karena krisis moneter yang menghantam Indonesia pada 1998.
Sehingga, membuat proyek SMI Expressa terpaksa dihentikan karena kesulitan pendanaan.
Motor yang diharapkan menjadi kebanggaan nasional itu pun gagal diproduksi secara massal.