Pertemuan di toko buku, percakapan singkat yang dilanjutkan kencan, lalu kecocokan hanya dengan berbincang beberapa jam saja rasanya sulit kita temui di kehidupan nyata.
Henri yang ternyata anak dari pemilik perusahaan sampanye yang sedang berusaha diakuisisi Sydney pun sebuah kebetulan yang mustahil bukan?
Belum lagi Sydney yang langsung akrab dengan anjing keluarga Cassel, menemukan buku Henri yang telah lama hilang, hingga membantu Hugo menyalakan mobil tuanya yang usang.
Cinta memang takdir yang terasa serba kebetulan ya!
2. Perkenalkan Budaya Prancis Lewat Film

Film Champagne Problems sejak menit pertama telah memberikan detail yang, saya rasa, masih jarang ditemui dalam film karya anak negeri.
Champagne Problems diawali dengan penjelasan mengenai bagaimana sampanye ditemukan dan menjadi lekat dengan kebudayaan Prancis.
Selanjutnya, Bahasa Prancis banyak digunakan lantaran Chateau Cassel merupakan perusahaan yang berbasis di Paris.
Henri Cassel banyak pula memperkenalkan budaya Prancis kepada Sydney Price, salah satunya dengan kerap menggunakan pepatah.
Namun yang saya ingat justru dialog Hugo Cassell kepada Sydney soal bagaimana cara orang Prancis mengucapkan "Aku rindu kamu".
Orang Prancis rupanya mengungkap kerinduan dengan bahasa mereka bukan dengan menggunakan kalimat "Aku rindu kamu", melainkan "Aku kehilangan kamu."
Sangat menarik melihat budaya Prancis diperkenalkan dalam sebuah film yang bergenre romansa komedi alias romcom.
Selain romansa Sydney, Champagne Problems juga menyoroti hubungan Hugo dan Henri Cassel sebagai ayah-anak.
Hubungan mereka kurang baik sejak ibu Henri yang mana adalah istri Hugo meninggal dunia.
Ketika hubungan mereka membaik, Hugo berkata kepada Henri: "Maaf ayah tidak bisa lebih kuat saat kamu membutuhkannya."
Oleh sebab itu, Champagne Problems menurut saya sangat cocok diputar dalam suasana Natal karena kisah para karakternya begitu hangat.
Sayangnya candaan mereka terlau 'kebaratan' sehingga cukup sulit dimengerti.
Menurut saya, porsi komedinya cukup kecil dan banyak dibebankan kepada karakter Roberto yang diperankan Sean Amsing.
Soal akting para pemain, rasanya tidak perlu diragukan lagi, terutama chemistry antara Minka Kelly sebagai Sydney, Tom Wozniczka sebagai Henri, dan Thibault de MontalembertHugo Cassell sebagai Hugo.
Oh ya, dalam salah satu dialog, Sydney menjelaskan bahwa Champagne Problems adalah istilah untuk mengungkap bahwa nasibnya tidak terlalu buruk.
Meski kehilangan beberapa hal, Sydney juga mendapatkan yang lain sehingga ia menyebut masalahnya dengan istilah 'Champagne Problems'.
Film Champagne Problems sudah tayang di Netflix sejak Rabu, 19 November 2025. Selamat menonton!
Kontributor : Neressa Prahastiwi