- Serial orisinal Vidio berjudul Algojo, dibintangi Arya Saloka, akan tayang perdana pada 16 Januari 2026.
- Arya Saloka memerankan "Zar", seorang anjelo yang bertransformasi menjadi algojo dengan riset mendalam Tanjung Priok.
- Penulis mengangkat realitas keras Priok, menciptakan ironi profesi anjelo sebagai pelindung sebelum menjadi algojo.
Suara.com - Platform streaming Vidio bersiap menghadirkan serial orisinal terbaru yang penuh aksi dan ketegangan berjudul Algojo.
Serial Algojo yang dijadwalkan tayang pada 16 Januari 2026 ini menjadi sorotan utama, bukan hanya karena ceritanya yang gelap dan berani, tetapi juga karena menandai debut Arya Saloka dalam genre action.
Dalam pemutaran perdananya di JAFF Festival 2025 di Yogyakarta pada 1 Desember lalu, para pemain dan tim produksi membongkar proses kreatif yang intens di balik layar, mulai dari riset mendalam tentang kehidupan Tanjung Priok hingga filosofi unik di balik karakter utamanya.
Arya Saloka yang selama ini lekat dengan peran drama, mengaku tertantang untuk mengambil proyek ini karena premis cerita yang tidak biasa.
Pada series ini, Arya Saloka memerankan karakter bernama "Zar", seorang pria yang menjalani kehidupan ganda sebagai anjelo yang mendadak jadi algojo.
"Aku tertarik terima series action pertamaku ini karena ya itu ceritanya menarik sih, dari seorang anjelo tiba-tiba jadi Algojo," ungkap Arya.

Transformasi drastis dari seorang pengantar jemput pekerja seks komersial (Anjelo) menjadi mesin pembunuh menjadi daya tarik utama yang membuat Arya tak ragu menerima tawaran ini.
Untuk menghidupkan karakter Zar yang hidup di kerasnya wilayah pelabuhan, Arya Saloka tidak main-main dalam melakukan riset.
Ia mengakui bahwa tantangan terbesarnya adalah memahami sosiologi dan gestur masyarakat Tanjung Priok.
Arya Saloka mengaku banyak berdiskusi dengan Doms, salah satu pemain dalam serial tersebut yang disebutnya sebagai "Tour Guide Priok".
"Jadi, lebih banyak ngobrol sama dia (Doms). Waktu itu Doms juga kasih tahu banyak ada kejadian apa aja di Priok," jelas Arya.
Tak cukup hanya mengobrol, Arya Saloka bahkan sampai mengikuti akun media sosial "Info Priok" untuk mempelajari perilaku masyarakat setempat melalui rekaman video amatir.
Dari sana, ia menemukan detail-detail kecil yang penting untuk aktingnya, seperti logat bicara hingga reaksi warga terhadap tragedi.
"Saya mengamati reaksi mereka ketika melihat suatu kejadian. Karena mungkin sering banyak kejadian di Priok, mereka sampai reaksinya biasa aja (saat melihat kecelakaan)," tambahnya, menyoroti betapa kerasnya lingkungan yang membentuk karakter Zar.

Sisi Lain "Anjelo": Pekerjaan Paling Mulia di Tempat Tergelap
Ide cerita Algojo ini juga ternyata lahir dari pemikiran liar Faisal Hibatullah (Ical) dan Nicholas Raven selaku penulis.
Mereka ingin mengangkat realitas kehidupan di wilayah pesisir utara yang keras, tetapi dengan sentuhan ironi.
Nicholas Raven menjelaskan bahwa pemilihan profesi Anjelo bukan tanpa alasan.
Setelah membedah tekstur wilayah Priok dan membandingkannya dengan Barutikung di Semarang Utara, tim penulis mencari pekerjaan yang unik untuk karakter utama.
"Kita cari pekerjaan yang bisa dibilang paling mulia di tempat itu ya anjelo. Karena, sebetulnya dia pelindung perempuan dan gak pernah macam-macam sama perempuan," jelas Raven.
Hal ini memberikan dimensi moral yang kompleks pada karakter Zar sebelum ia sepenuhnya terjun menjadi algojo.
Faisal Hibatullah alias Ical, originator ide cerita ini mengungkapkan bahwa konsep Algojo berangkat dari imajinasi tentang orang-orang biasa di sekitar kita yang mungkin menyimpan rahasia kelam.
"Aku bisa kepikiran ide cerita ini tuh awalnya mikir gimana kalau orang-orang di dekat kita itu punya job sebagai algojo. Kayak tukang daging, ternyata side job-nya jadi algojo," ujar Ical.
Untuk menyesuaikan dengan geografis Tanjung Priok, tim produksi menciptakan set yang sangat spesifik.
Penonton akan disuguhkan visual tempat reparasi kapal yang ternyata hanyalah kedok.
"Makanya, kalau lihat episode 1 itu tempat klien datang kayak tempat reparasi kapal, padahal di dalamnya itu tempat jagal orang," tambah Ical.
Bahkan penulis Ilya Aktop menambahkan bahwa setiap detail dalam serial ini, termasuk penamaan karakter memiliki akar budaya Priok yang kuat.
Nama "Zar" yang disandang Arya Saloka bukan sekadar nama panggilan, melainkan memiliki makna dan latar belakang cerita tersendiri yang akan dikupas dalam serialnya.
"Gak cuman Zar, nama semua karakter di series ini itu adalah nama-nama yang dekat dengan culture Priok. Nanti pun akan ada penjelasan kenapa karakter yang diperankan Arya Saloka itu namanya 'Zar'," tutup Ilya,.
Siapkah Anda melihat sisi lain Arya Saloka di tengah kerasnya Tanjung Priok? Saksikan Algojo mulai 16 Januari 2026, eksklusif di Vidio.