-
Lagu Stecu Stecu yang diciptakan Faris Adam lahir dari momen gabut bersama teman-temannya, namun justru viral besar di TikTok dan dikenal luas di seluruh Indonesia.
-
Faris Adam sudah menciptakan lagu sejak kecil, dan popularitasnya melejit setelah Stecu Stecu pecah tanpa bantuan label, hanya mengandalkan kekuatan media sosial.
-
Kesuksesan lagunya membuat Faris bangga karena karya dan bahasa Indonesia Timur semakin dikenal, dan ia berkomitmen terus mempromosikan musik daerahnya.
Suara.com - Belakangan ini, jagat media sosial TikTok tengah dihebohkan dengan demam lagu "Stecu Stecu".
Iramanya yang menarik dengan sentuhan musik khas Indonesia Timur membuat siapa saja yang mendengarnya ingin bergoyang.
Lagu Stecu Stecu tidak hanya menggema di dunia maya, tetapi juga mulai terdengar di berbagai pelosok daerah.
Di balik kesuksesan lagu tersebut, terdapat sosok pemuda berbakat bernama Faris Adam.
Dialah putra daerah asal Ternate yang menciptakan lagu Stecu Stecu. Kepada tim Suara.com, Faris Adam bercerita soal latar belakang dirinya dan bagaimana lagu yang kini viral tercipta.
Faris Adam, nyatanya bukan sosok dadakan terjun ke dunia musik. Sejak kecil, musisi yang ogah membeberkan umurnya tersebut mengatakan, sudah menyukai musik sejak kecil.
"Dari kecil sudah buat lagu, nyanyi-nyanyi," kata Faris Adam ditemui di Daan Mogot, Jakarta Barat pada Kamis, 5 Desember 2025.
![Faris Adam, penyanyi lagu Stecu-stecu ditemui di Daan Mogot, Jakarta Barat pada Kamis, 4 Desember 2025. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/05/35924-faris-adam.jpg)
Berlanjut ke jenjang SMA, Faris Adam rajin melakukan rekaman lagu. Bahkan sebelum Stecu Stecu, ada single yang sudah diciptakan.
"Lagunya Pujaan Hati, joget juga kayak Stecu Stecu," jelas Faris Adam.
Namun memang, nama Faris Adam baru meledak setelah lagu Stecu Stecu menggema seantero jagat.
Tapi, bagaimana awal mula lagu Stecu Stecu tercipta? Ternyata berawal dari keisengan Faris Adam.
"Jadi awalnya gabut, nggak ada cerita tentang ini dan itu, gabut aja," terang Faris Adam.
Teman Faris Adam membuat melodi. Lalu rekannya satu lagi sedang iseng live di TikTok. Tanpa sengaja, ia melontarkan singkatan Stecu.
"Nah, dia timbulkan kata 'Stecu'. Aku tanya, itu artinya apa. Dia bilang, setelan cuek," terang Faris Adam.
Dari situ, tercipta ide untuk membuat lagu Stecu Stecu. Mengingat sudah ada melodi, mereka pun dengan mudah merangkai lirik.
"Kadang kan kita semua anak-anak Timur kan kayak gitu. Paling dengan hal-hal gabut, sudah ada musik, lagu jadi," ucapnya.
"Kita bikin di Februari, lalu up di Maret. Alhamdulillah, video klipnya di TikTok dan ditonton sampai ratusan ribu," imbuh Faris menggambarkan proses pembuatan lagu yang singkat.
Faris Adam jelas tak menyangka. Lagu yang dibuat dari keisengan tersebut berbuah popularitas.
Mereka bahkan tidak dibantu label dan hanya mengandalkan viral di TikTok.
"Alhamdulillah banyak juga artis-artis seperti Chika Paramitha, terus Fuji juga. Alhamdulillah sampai saat ini Stecu Stecu bisa pecah," terangnya bersyukur.
![Faris Adam, penyanyi lagu Stecu-stecu ditemui di Daan Mogot, Jakarta Barat pada Kamis, 4 Desember 2025. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/05/35505-faris-adam.jpg)
Setelah lagu tersebut viral, baru nama Faris Adam terangkat. Ia mulai dipanggil ke berbagai program acara untuk memperkenalkan diri.
"Diundang kemarin pertama di Brownis, terus di Pagi-Pagi Ambyar sama FYP," tuturnya.
Lagu Stecu Stecu yang viral kemudian membuat label melirik Faris Adam. Baru di sini, ia berada di bawah naungan label musik.
Tapi tetap, promosi melalui media sosial seperti TikTok terus dilakukan. Termasuk saat Faris Adam akan mengeluarkan lagu baru, ia memilih media sosial sebagai jalan promosi.
"Aku lagi siapin lagu baru, masih tentang joget-joget," katanya yang ogah memberikan bocoran lebih detail.
Bagi Faris Adam, ini juga menjadi kesempatan memperkenalkan lebih luas lagi penyanyi asal Timur Indonesia beserta karyanya.
Ia merasa bangga bahwa kini, karya dari Indonesia Timur mendapat tempat spesial di pendengar musik Tanah Air.
"Bangga lah. Sangat bangga. Saya juga ingin terus membangun musik Timur Indonesia. Ada progresnya. Pokoknya tetap terus berkarya," ucapnya antusias.
Faris Adam juga ikut senang bahwa kekinian, masyarakat sudah lebih mengenal bahasa Indonesia Timur lewat lagu yang dinyanyikan.
"Karena kadang kan orang-orang di sini itu nggak tahu bahasa-bahasa Timurnya bagaimana. Tapi alhamdulillah dengan lagu Timur, orang-orang sudah bisa pakai bahasa kita sendiri, ya kan? Itu aja sih," pungkas Faris Adam menutup pembicaraan.