- Acara "The Founder5: Unfinished Business" sukses digelar pada Minggu, 14 Desember 2025, dengan penampilan komika yang umumnya menghibur penonton.
- Segmen Stand Up Comedy menampilkan Ali Akbar dan Dany Beler yang sukses, sementara Pandji Pragiwaksono berani membawakan materi kontroversial.
- Sesi Improv Comedy mendapat nilai sempurna karena interaksi antar Founder, namun Sketch Comedy dinilai kurang menonjol dan membuat penonton pulang cepat.
Suara.com - Delapan puluh adalah nilai yang saya berikan untuk gelaran The Founder5: Unfinished Business yang sukses diselenggarakan pada Minggu, 14 Desember 2025 lalu.
Hampir semua materi yang diberikan pada komika "nge-kill" alias sukses membuat semua penonton terbahak-bahak, namun ada bagian yang menjadikan acara tersebut agak garing.
Apa alasannya? Berikut ulasan lengkap The Founder5: Unfinished Business.
Acara dimulai sekira pukul 19.00 WIB dengan sesi pertama, yakni Stand Up Comedy, yang diawali dengan penampilan Ali Akbar. Pilihan yang tepat menempatkan runner up Suci IX ini sebagai pembuka, sebab semua guyonan yang dia lemparkan "pecah" tanpa jeda.
Punchline soal menyamakan kelima The Founder dengan merek mobil serta nyanyian lagu viral TikTok, sukses memanaskan suasana Istora Senayan malam itu.
![The Founder5: Unfinished Business di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu, 14 Desember 2025 malam. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/16/32200-the-founder5-unfinished-business.jpg)
Isman HS menjadi komika selanjutnya yang kebagian jatah stand up. Dia sendiri mengaku tak menyangka diberikan waktu untuk tampil solo.
Namun menurut tebakan Isman, ini terjadi karena bayaran tampilnya murah dibanding para Founder lain. Entah serius atau bercanda.
Materi yang dia angkat tak jauh-jauh dari soal Pokemon Go dan kehidupan sehari-harinya sebagai suami dan ayah. Soal klarifikasinya yang sudah pensiun berburu Pokemon Go terasa boleh juga, namun sisanya dapat saya labelkan biasa saja.
Bit milik Dany Beler menjadi yang paling saya tunggu di segmen ini. Pasalnya, sudah sejak lama saya mendengar kepiawaian Dany dalam berkomedi.
Testimoni seperti "Dany memang bagus sih" atau "Beler lucu banget" yang kerap dilontarkan orang-orang di sekitar, membuat saya makin penasaran dengan lawakan komika asal Bogor ini.
![The Founder5: Unfinished Business di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu, 14 Desember 2025 malam. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/16/97380-the-founder5-unfinished-business.jpg)
Dan untungnya, penampilan Dany Beler memenuhi ekspektasi pribadi saya. Seperti kata orang, Dany Beler memang lucu banget!
Materinya sederhana, tetang self bullying soal namanya yang belum terlalu populer, hingga kehidupan rumah tangganya. Namun usai dia turun dari panggung, saya jadi punya cita-cita baru, yakni menonton panggung komedi solo Dany Beler.
Pandji Pragiwaksono menjadi nama terakhir yang mengisi segmen Stand Up Comedy. Bila kalian berpikir Pandji akan mengurangi level dan berhati-hati membawakan stand up karena kasusnya dengan masyarakat Toraja, kalian salah.
Baru masuk saja, dia sudah membahas soal kerbau. Belum lagi soal "tingkah" Zulkifli Hasan dan anaknya, Zita Anjani di lokasi bencana.
"Kelapa sawit ada daunnya" juga tak luput dia bawakan dengan metode impersonation. Para penonton? Tentu tertawa dan sangat terhibur. Maklum, kami semua relate dan setuju dengan apa yang disampaikan Pandji.
Sayangnya, Raditya Dika dan Ryan Adriandhy tak masuk dalam list pertunjukan komedi solo. Tidak diketahui apa alasannya, tetapi bila merujuk pernyataan Isman, mungkin karena bayaran mereka cukup mahal.
Kehadiran Harry Hartanto dan Rafly Arrasyid yang mengaku bagian dari Stand Up Indo Kanker, yang sejujurnya belum pernah saya dengar, juga tak kalah pecah.
Meski agak "ngeri-ngeri sedap" mendengarkan guyonan soal kanker dan kesehatan, namun bit yang disampaikan dua komika penyintas kanker ini cukup mengocok perut.
Segmen kedua, yakni Improv Comedy menjadi yang paling sukses dibawakan, setidaknya menurut saya. Interaksi antara para Founder dengan penonton, hingga duet dadakan Raditya Dika dan Pandji Pragiwaksono saya berikan nilai 100/100.
Memang tak salah kelima The Founder, Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, Raditya Dika, Ryan Adriandhy, dan Isman HS menjadi tonggak stand up comedy Indonesia.
![The Founder5: Unfinished Business di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu, 14 Desember 2025 malam. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/16/34402-the-founder5-unfinished-business.jpg)
Sayangnya, atmosfer jenaka sedikit demi sedikit menurun di sesi terakhir, yakni Sketch Comedy. Penampilan Founder tetap lucu, hanya saja kurang menonjol. Mereka bahkan lebih sering diam.
Sisanya? Agak garing. Cerita sketsa yang kurang menarik diselamatkan oleh tingkah kocak dan ceplas-ceplos Ummi Quary serta celotehan "asbun" Mister Aloy.
Hifdzi Khoir yang akhirnya muncul di panggung tahun ini juga cukup mencuri spotlight. Meski sedikit dan singkat, namun kehadirannya selalu membangkitkan gelak tawa penonton.
Malah, penampilan Adi Arkiang yang sebelumnya digadang-gadang bakal kocak, menurut saya agak kurang nendang.
Karena merasa sketsa yang berlangsung agak kurang spesial dan waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 WIB, saya keluar dari ruangan dan bergegas pulang bahkan sebelum pertunjukan rampung.
Saya tak tahu pasti kapan acara berakhir, namun sepertinya hari sudah terlalu larut untuk kami yang esok paginya harus pergi bekerja.