Suara.com - Angelina Jolie kembali menjadikan isu kesehatan perempuan di pusat perhatian dunia.
Ia untuk pertama kalinya secara terbuka memperlihatkan bekas luka mastektomi ganda yang sempat dijalaninya lebih dari satu dekade lalu.
Aktris berusia 50 tahun itu membagikan foto-foto bekas mastektominya dalam sebuah pemotretan terbaru.
Mantan pasangan Brad Pitt itu diketahui menjalani mastektomi ganda preventif pada 2013.
Keputusan tersebut diambil setelah ia mengetahui membawa gen BRCA1 yang meningkatkan risiko kanker payudara dan ovarium secara signifikan.
Sejak lama, Jolie mengaku selalu tersentuh saat melihat bekas operasi pada perempuan lain. Perasaan itulah yang mendorongnya untuk membagikan kisah dan luka yang ia miliki.
“Saya berbagi bekas luka ini dengan banyak wanita yang saya cintai,” ujar Jolie kepada Time France, Selasa (16/12/2025)
“Dan saya selalu terharu ketika melihat wanita lain membagikan bekas luka mereka,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa tindakannya bertujuan meningkatkan kesadaran publik.
“Saya ingin bergabung dengan mereka, karena tahu bahwa Time France akan membagikan informasi tentang kesehatan payudara, pencegahan, dan pengetahuan tentang kanker payudara.” tuturnya.

Foto-foto tersebut akan dimuat dalam edisi terbaru Time France. Majalah itu dijadwalkan mulai dijual pada 18 Desember 2025.
Sebelumnya, pada 2015, Jolie juga mengungkap telah menjalani pengangkatan tuba falopi dan ovarium. Tindakan tersebut dilakukan untuk menurunkan risiko kanker ovarium.
Pemain film Maleficent itu percaya pemeriksaan gen BRCA1 seharusnya ditawarkan secara luas kepada perempuan.
Ia menilai setiap perempuan berhak mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
“Tentu saja. Setiap wanita harus selalu dapat menentukan perjalanan perawatan kesehatannya sendiri,” kata Jolie.
Ia juga menyoroti bahwa akses medis tidak boleh bergantung pada kondisi ekonomi seseorang.
“Akses ke pemeriksaan dan perawatan tidak boleh bergantung pada sumber daya keuangan atau tempat tinggal seseorang," ujarnya.
Kepedulian Jolie terhadap isu kesehatan itu juga dipengaruhi saat ia melihat orang-orang terdekatnya kehilangan nyawa atas penyakit mematikan tersebut.
Sang ibu, Marcheline Bertrand, berjuang melawan kanker hingga meninggal dunia pada 2007 di usia 56 tahun. Tak sampai di situ, nenek dan bibinya juga meninggal karena kanker.
Kontributor : Rizka Utami