- Film berjudul Patah Hati yang Kupilih diproduksi Sinemaku Pictures dan akan rilis pada 24 Desember 2025.
- Film ini mengisahkan Alya dan Ben, pasangan beda agama yang berpisah, serta perjuangan Alya menjadi orang tua tunggal.
- Produksi film ini bertujuan menjadi wadah bagi mereka yang mengalami kisah serupa, terutama tentang hubungan beda keyakinan.
Suara.com - Patah Hati yang Kupilih menjadi film baru garapan produser muda Prilly Latuconsina dan Bryan Domani di Sinemaku Pictures.
Patah Hati yang Kupilih bercerita soal pasangan kekasih, Alya (Prilly Latuconsina) dan Ben (Bryan Domani). Kisah cinta dua sejoli beda agama yang kemudian harus memiliki anak.
Keduanya harus berpisah, lalu Alya menjadi orangtua tunggal dan kemudian memiliki pacar baru, Fadil.
Tapi kisah ini tak berhenti di happy ending saat Alya menemukan tambatan hati. Sebab Ben kembali hadir setelah tujuh tahun mereka berpisah.
Alya dihadapkan pada pilihan, kembali pada masa lalu namun beda keyakinan atau bersama dengan tunangan.
Kisah akhirnya akan terjawab pada 24 Desember 2025.
Film garapan sutradara Danial Rifki yang juga menggarap Haji Backpaker, hingga La Tahzan ini tak hanya menawarkan cerita cinta beda agama.
Lebih dalam, bersama sang penulis, Danial Rifki menyentuh hati penonton tentang bagaimana perjuangan seorang ibu tunggal.
Seorang penonton yang duduk di samping saya bahkan sempat menangis.
Baginya, film yang dibungkus cerita cinta beda agama ini dianggap relate dengan gambaran perjuangan seorang ibu.
Mungkin benar saja, sebab kata Bryan Domani, sang aktor yang kita ketahui juga menjalani beda agama dengan Mawar de Jongh.
![Prilly Latuconsina. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/18/34757-prilly-latuconsina.jpg)
Lebih dari sekadar hubungan beda agam, film ini menawarkan cerita dari sisi lain, terutama soal keluarga.
Bagaimana seorang anak yang dibesarkan tanpa sosok ayah, bisa sangat bahagia saat dirinya tahu orangtuanya masih lengkap.
"Jujur yang buat aku akhirnya tertarik sama cerita ini karena benar, perbedaan keyakinan atau agama itu pintu utamanya," kata Bryan Domani dalam konferensi pers di Plaza Indonesia pada Kamis, 18 Desember 2025.
"Pada akhirnya kalau nonton film ini tuh banyak (yang bisa diambil), ya orangtua, kultur, ekonomi," imbuhnya.
Mengenai cerita, Umay Shahab dan Prilly Latuconsina memang menangkap fenomena pacaran beda agama melalui curahan hati di media sosial.
"Kita ngerasa ternyata cerita ini tuh dekat banget ya sama orang-orang," kata Prilly Latuconsina.
Kekasih Omara Esteghlal ini berharap, film yang diproduseri bisa menjadi wadah kalau mereka yang memiliki nasib serupa tokohnya tidak merasa sendirian.
"Jadi kalau misalnya ditanya mau menyampaikan apa, yang pasti pengin ngejadiin film ini tuh kayak diary mereka juga, atau kayak menjadi wadah untuk mereka mungkin bisa cerita lagi," tutur Prilly Latuconsina.
Umay Shahab menambahkan, adanya film Patah Hati yang Kupilih seolah menjadi wadah bagi curahan hati generasinya.
"Sinemaku kan selalu berusaha untuk bisa mewadahi suara generasinya gitu," ucap Umay Shahab.
Tapi memang, jika kita melihat film produksi Sinemaku Pictures, film-film yang dihadirkan seolah memiliki segmennya, generasi muda.
Kukira Kau Rumah, Ketika Berhenti di Sini, Bolehkah Sekali Saja Kumenangis hingga Perayaan Mati Rasa.
"Jadi kayak ketika kita bikin Kukira Kau Rumah, kita mewadahi suara dari teman-teman yang mengidap penyakit kesehatan... penyakit mental," tutur Umay Shahab.
"Terus ketika bahas Ketika Berhenti di Sini kita membahas juga suara teman-teman yang kehilangan. Dan di Patah Hati yang Kupilih ini kita membahas dari... gue jadi enggak enak ngomongnya nih... Kita membahas cerita dari teman-teman yang menjalani hubungan beda server lah gitu," imbuhnya menggambarkan cerita setiap film produksi PHnya.