Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru

Pebriansyah Ariefana

Senin, 03 Agustus 2026 | 17:06 WIB
Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Iran dan AS menyepakati pakta damai untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz. (IRNA)
baca 10 detik
  • Perundingan damai AS dan Iran berpotensi mengacu pada Nota Kesepahaman bulan Juni.

  • Tuntutan ganti rugi Iran dan gaya negosiasi Trump menjadi hambatan utama diplomasi.

  • Arab Saudi menekan Amerika Serikat untuk meredakan ketegangan demi stabilitas Teluk.

Suara.com - Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi besar kembali berpijak pada Nota Kesepahaman (MoU) bulan Juni lalu. Langkah ini diambil guna mempercepat kesepakatan di tengah keengganan kedua negara memulai perundingan dari nol.

Meskipun perundingan nuklir ditunda sementara, Iran dan AS dikabarkan telah menyepakati peran Tehran di kawasan strategis Selat Hormuz. Kesepahaman awal ini menjadi modal penting untuk meredakan ketegangan di jalur pelayaran vital dunia tersebut.

Negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, kini aktif menekan Washington agar segera menghentikan eskalasi konflik. Dampak kerugian ekonomi dan ancaman meluasnya perang memaksa kawasan Teluk mendorong terciptanya kesepakatan yang mengikat.

Iran bom Bahrain dan Yordania (Al Jazeera)
Iran bom Bahrain dan Yordania (Al Jazeera)

Namun, proses diplomasi ini menghadapi ganjalan berat terkait tuntutan ganti rugi Iran sebesar 300 miliar dolar AS. Selain itu, pemulihan hubungan kedua negara masih terhambat oleh isu pencabutan sanksi ekonomi yang sangat sensitif.

Gaya diplomasi Presiden Donald Trump juga menjadi sorotan utama dalam dinamika negosiasi ini. Pendekatan politik luar negeri Trump dinilai sering kali mendahului kesiapan teknis di lapangan.

Profesor Universitas Hamad Bin Khalifa di Qatar, Sultan Barakat, mengkritik keras pola komunikasi pemimpin Amerika Serikat tersebut. Barakat menilai retorika Trump tidak sejalan dengan realitas diplomasi di meja perundingan.

“Dia tampaknya selalu mengumumkan tujuan sebelum berinvestasi pada jalan untuk mencapainya,” kata Barakat, dikutip dari Al Jazeera, Senin (3/8/2026).

Di sisi lain, pemerintah Iran secara konsisten membantah adanya dialog langsung dengan pihak Amerika Serikat.

Keraguan mendasar juga muncul terkait keberlanjutan dari setiap kesepakatan yang nantinya dicapai. Hingga kini belum ada gambaran jelas mengenai mekanisme eksekusi yang disetujui oleh Trump.

baca juga

Proses perdamaian yang berulang kali menemui jalan buntu memperbesar risiko kegagalan diplomasi di masa depan. Tanpa skema implementasi yang solid, kesepakatan awal berisiko kembali runtuh di tengah jalan.

Eskalasi yang berlarut-larut mengancam stabilitas pasokan energi global yang melintasi kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, percepatan pengesahan poin-poin kesepakatan Juni menjadi pilihan paling realistis saat ini.

Sebagai latar belakang, hubungan Amerika Serikat dan Iran terus memanas menyusul sanksi ekonomi berat dan dinamika politik kawasan. Nota Kesepahaman Juni sebelumnya dirancang sebagai fondasi awal untuk mencegah bentrokan militer secara terbuka.

Kini, keberhasilan negosiasi sangat bergantung pada fleksibilitas kedua pihak dalam mengesampingkan perbedaan politik demi stabilitas kawasan Teluk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan

Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Diaspora Indonesia Berburu Suaka AS Demi Menghindari Deportasi Massal Era Donald Trump

Diaspora Indonesia Berburu Suaka AS Demi Menghindari Deportasi Massal Era Donald Trump

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:17 WIB

Perundingan Damai AS dan Iran Dimulai Lagi, Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bahasan Utama

Perundingan Damai AS dan Iran Dimulai Lagi, Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bahasan Utama

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 13:43 WIB

Terkini

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 08:36 WIB

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:35 WIB

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 08:22 WIB

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:21 WIB

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 08:20 WIB

QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan

QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 08:09 WIB

Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Pengamat Sebut Kalkulasi Partai Menuju 2029 Berubah

Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Pengamat Sebut Kalkulasi Partai Menuju 2029 Berubah

News | Kamis, 17 September 2026 | 08:08 WIB

Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan

Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 08:00 WIB

Tembus Pelosok! 90 Dapur Makan Bergizi Gratis Resmi Berdiri di Wilayah 3T Lampung

Tembus Pelosok! 90 Dapur Makan Bergizi Gratis Resmi Berdiri di Wilayah 3T Lampung

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 07:58 WIB

Aturan Saham Gocap Berakhir! BEI Hapus Batas Bawah Harga Menjadi Rp1

Aturan Saham Gocap Berakhir! BEI Hapus Batas Bawah Harga Menjadi Rp1

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 07:51 WIB

×