- Fiersa Besari kembali naik panggung di Big Bang Festival 2025 setelah vakum selama satu tahun.
- Ia merilis lagu baru berjudul Tulang Punggung serta sempat melontarkan sindiran halus mengenai kondisi negara saat ini di atas panggung.
- Penampilan emosional tersebut ditutup dengan kolaborasi lintas genre bersama band emo, For Revenge, membawakan lagu Ada Selamanya.
Suara.com - Tampil di Big Bang Festival 2025 menandai Fiersa Besari comeback setelah setahun vakum.
Kembalinya Fiersa Besari ke panggung musik disambut antusias penonton Big Bang Festival 2025. Di mana semalam, hujan deras yang mengguyur Jakarta tak menyurutkan semangat mereka.
Semangat yang sama juga terlihat dari Fiersa Besari. Ia menyapa penonton yang hadir dan tak masalah ikut basah-basahan.
"Halo apa kabar? Wah, setahun, setahun enggak manggung bawain lagu-lagu sendiri ya," ungkap Fiersa Besari di panggung Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat, 2 Januari 2025.
Fiersa Besari menerangkan kalau ia merasa gugup saat naik ke panggung lagi. Apalagi, penonton yang datang cukup banyak.
"Jujur rasanya gugup ya. Dan langsung ditodong di Big Bang Festival ini untuk nyanyi banyak banget lagunya," lanjutnya.
Tapi, Fiersa Besari tak mau membuat penonton kecewa. Ia menyiapkan sejumlah penampilan tak terlupakan.
Lalu, apa saja yang tersaji? Berikut rangkuman dari tim Suara.com.
1. Tahan rilis lagu baru di masa kampanye
Baca Juga: Big Bang Festival Bakal Jadi Panggung Pertama Fiersa Besari Usai Hiatus
Di antara belasan lagu yang dibawakan, Fiersa Besari menyanyikan Juara Kedua. Sebuah lagu untuk mereka yang berharap lebih terhadap seseorang namun hanya bisa pasrah di posisi kedua.
"Lagu selanjutnya ini untuk kamu-kamu yang malam ini ke sini bukan dengan pacar kamu," ujarnya sebagai pembuka.
Menariknya, Fiersa Besari sempat ogah membawakan lagu tersebut beberapa tahun lalu. Tepatnya saat masa kampanye atau pemilu sedang memanas.
"Itu lagu sebenarnya sempat nggak dibawain tahun kemarin ya. Tahun kemarin, karena pemilu," kata Fiersa Besari.
Pelantun Garis Terdepan tersebut khawatir lirik lagunya disalahartikan dan dihubungkan dengan politik praktis.
"Nggak enak juga kalau lagu itu pada ngangkat-ngangkat jari kan," ucapnya.
2. Senggol pemerintah
Masih soal cerita di lagu dan candaan romantis di panggung. Fiersa Besari menggabungkan suasana hujan dengan perasaan galau penonton
"Hujannya disengaja biar kalau kalian ini menangis mendengarkan lagu Fiersa Besari, enggak ada yang tahu," ujar musisi berdarah Sunda ini.
Di momen ini, Fiersa Besari sedikit menyisipkan kritik pemerintah. Menyamakan perasaan galau penonton dan kondisi negara yang dianggap tak menentu.
"Ini negara juga enggak tahu mau ke mana. Enggak... bagus kok, negara yang bagus," kata Fiersa Besari.
"Maksud saya, sudah banyak kekacauan sehari-hari yang kita lihat. Ada baiknya kalau kita kurangi kekacauan yang ada di hati kita ya," imbuhnya seakan memberikan klarifikasi.
3. Perdana Membawakan Lagu Baru ‘Tulang Punggung’
Momen istimewa lainnya adalah saat Fiersa Besari membawakan lagu baru, 'Tulang Punggung'.
Lagu ini, menurut Fiersa Besari, sedikit berbeda dari karya-karya bertema patah hati yang biasa ia bawakan. Karena kali ini ia mengangkat tema realita hidup.
"Jadi mungkin tidak seperti biasanya, lagu kali ini yang saya ciptakan adalah keluh kesah kita-kita, orang-orang yang selama ini menjadi tulang punggung, yang disuruh tetap semangat, terus, ya gitulah ya, tahu ya," tutur sang musisi.
4. Kolaborasi dengan For Revenge
Fiersa Besari memberikan kejutan lain dengan memanggil band emo ternama, For Revenge. Kolaborasi ini disebutnya sebagai momen lintas genre.
"For Revenge ini adalah band yang saya sudah apa ya, sejalannya dulu kita nge-band bareng ya? Iya. Tahun 2008 lah," kenangnya.
Fiersa Besari menyoroti genre musik For Revenge yang dapat bertahan. Ia pun kagum karena para personelnya tetap konsisten.
"Kalau konsisten, meskipun aliran kamu emo, tetap bisa diterima masyarakat. Itu sebuah anomali ya, sebuah band emo diterima di tahun 2025, 2026, itu aneh banget ya kan?"
Meskipun berbeda aliran, keduanya membuktikan bahwa musik tidak berbatas genre.
"Tapi menandakan bahwa musik itu enggak berbatas genre-nya, benar enggak?" tanyanya kepada penonton.
Kolaborasi lintas genre tersebut mereka tutup dengan membawakan lagu gabungan mereka yang bertajuk 'Ada Selamanya, menutup comeback yang terasa purnakarya dan emosional.