Istri Ditabrak, Fiersa Besari Murka Usai Pelaku Remehkan Kondisi dan Tawarkan Uang Damai Rp200 Ribu

Sumarni Suara.Com
Minggu, 04 Januari 2026 | 12:00 WIB
Istri Ditabrak, Fiersa Besari Murka Usai Pelaku Remehkan Kondisi dan Tawarkan Uang Damai Rp200 Ribu
Fiersa Besari dan istrinya, Aqia (Instagram/fiersabesari)

Suara.com - Musisi sekaligus penulis Fiersa Besari meluapkan kemarahannya setelah istri dan manajernya baru-baru ini mengalami insiden ditabrak mobil saat berada di area stasiun Gambir.

Peristiwa tersebut terjadi ketika istri Fiersa, Aqia, dan menajernya, Ubay, tengah mengambil koper di bagasi, namun tiba-tiba kendaraan lain menabrak dari belakang hingga membuat keduanya terjepit di antara mobil.

Melalui unggahannya, Fiersa menjelaskan kronologi kejadian nahas yang baru saja menimpa keluarganya.

Dalam kejadian itu, sang manajer masih bisa menyelamatkan diri ke samping. Namun, istri Fiersa justru tergencet dan tak mampu menghindar.

“Aqia dan Ubay yang sedang ambil koper di bagasi, ditabrak dari belakang dan menjadikan keduanya tergencet antara mobil. Ubay bisa lepas ke samping. Aqia tidak,” tulis Fiersa melalui Instagramnya pada Sabtu (3/1/2026).

Potret Fiersa Besari. (Instagram.com/fiersabesari)
Potret Fiersa Besari. (Instagram.com/fiersabesari)

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena sopir mobil sempat memajukan kendaraannya kembali, meski Aqia sudah berteriak kesakitan.

“Sudah teriak kesakitan, sopir mobil yang tampaknya merasa sudah masuk gigi R, memajukan lagi mobilnya, membuat Aqia semakin tergencet,” lanjut Fiersa.

Usai insiden tersebut, sopir yang menabrak istri Fiersa Besari itu lalu keluar.

Menurut Fiersa, pelaku diperkirakan merupakan pria lanjut usia sekitar 60 hingga 70 tahun.

Baca Juga: Muka Heni Sagara Diedit Jadi Binatang Bertanduk, Polisi Tangkap Tiga Pelaku Fitnah

Alih-alih menunjukkan empati, pelaku justru meremehkan kondisi Aqia dengan menyebutnya hanya mengalami keseleo.

Fiersa Besari dan istrinya, Aqia (Instagram/fiersabesari)
Fiersa Besari dan istrinya, Aqia (Instagram/fiersabesari)

Sikap tersebut membuat Fiersa semakin emosi, terlebih ketika pelaku hanya menawarkan uang Rp200 ribu sebagai bentuk damai atas kejadian tersebut.

“Reaksi pertama saya adalah marah besar. Tapi lebih marah lagi ketika bapak ini meremehkan kondisi dengan bilang, paling keseleo. Terus mau kasih Rp 200 ribu untuk damai. Meledaklah saya,” lanjutnya.

Fiersa menegaskan bahwa masalah ini bukan semata soal uang, melainkan soal tanggung jawab dan keselamatan.

Ia menilai tindakan pelaku sangat berbahaya, apalagi mengingat kondisi fisik pelaku yang sudah sepuh dan dinilai kurang layak untuk berkendara.

Fiersa khawatir kelalaian serupa bisa kembali menimbulkan korban lain.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI