- Netflix mencatat lebih dari 90% pelanggan di Indonesia menonton konten lokal pada 2025, memicu peluncuran line-up yang lebih berani dan beragam di 2026.
- Rangkaian tayangan 2026 mencakup berbagai genre mulai dari drama kuliner (Luka Makan Cinta), kisah fandom K-Pop, drama keluarga, hingga aksi brutal (Serangan Balik).
- Para sutradara ternama seperti Teddy Soeriaatmadja, Gina S. Noer, dan Ravi Bharwani menghadirkan visi ambisius dengan pendekatan produksi yang mendalam dan detail.
Diproduksi oleh Soda Machine Films, serial ini menjadi debut panjang Monica dan berfokus pada dua pegawai minimarket (Shenina Cinnamon dan Nadya Syarifa) yang bersahabat karena sama-sama penggemar grup idola favorit mereka.
"Fandom itu komunitas yang terbentuk karena hasrat yang sama," ucap Monica.
Serial ini tak hanya mengangkat dinamika persahabatan, tetapi juga perjuangan dan pelarian emosi para penggemar.
Uniknya, grup idola dalam cerita diciptakan dari nol, lengkap dengan konsep, lagu, hingga koreografi original.
Drama Keluarga hingga Thriller Psikologis
Dari lini film, Gina S. Noer hadir dengan Aku Sebelum Aku, sebuah film coming-of-age yang mempertemukan Ringgo Agus Rahman dan aktor muda Bima Sena.
Film ini mengisahkan Jati, siswa berprestasi yang terjebak dalam relasi kompleks dengan ayahnya yang penuh tuntutan.
Gina menyebut film ini sebagai potret keluarga Indonesia yang kerap hidup dalam "mode bertahan".
"Harapannya, film ini bisa mengajak penonton lebih berempati, baik pada diri sendiri maupun orang lain," ucapnya.
Baca Juga: Tayang Besok! Netflix Rilis Pemotretan Eksklusif Kim Seon Ho dan Go Youn Jung
Nuansa yang lebih gelap ditawarkan Ravi Bharwani lewat film drama thriller Secrets. Dibintangi Sha Ine Febriyanti sebagai Parni, seorang ibu tunggal, film ini menyoroti masa lalu kelam yang kembali menghantui ketika sang suami (Abimana Aryasatya) muncul setelah bertahun-tahun menghilang.
Menurut Ravi, ketegangan film ini tidak dibangun lewat aksi besar, melainkan dari detail keseharian yang terasa mencekam.
"Bukan plot yang meledak-ledak, tapi ketegangan psikologis, audio visual, dan dialog yang minim," jelasnya.
Aksi Brutal dengan Inti Keluarga
Presentasi ditutup oleh sutradara Sidharta Tata dengan film aksi Serangan Balik, yang diproduksi bersama Kimo Stamboel.
Film ini berkisah tentang seorang kakek dan cucu-cucunya yang terjebak di desa terpencil di Jawa Tengah dan harus melawan sekelompok penjahat kejam.