Suara.com - Skandal pajak Cha Eun Woo langsung memicu reaksi cepat dari berbagai merek yang selama ini menjadikannya wajah utama promosi.
Sebagai salah satu selebritas dengan nilai iklan tertinggi, setiap langkah member ASTRO tersebut berdampak besar pada citra brand.
Tekanan publik yang meningkat membuat perusahaan memilih langkah preventif demi menjaga reputasi bisnis mereka.
Respons brand kali ini dinilai lebih cepat dibandingkan kasus selebritas lain karena besarnya skala kontrak yang terlibat.
Status raja iklan yang disandang Cha Eun Woo kemungkinan besar terancam seiring dengan satu per satu brand yang mulai bertindak.
Avive hingga Subway, Reaksi Cepat Brand Konsumen

Avive tercatat sebagai merek pertama yang langsung bertindak setelah isu pajak Cha Eun Woo mencuat ke publik.
Dalam hitungan jam, video iklan Cha Eun Woo di kanal YouTube resmi Avive diubah menjadi mode privat.
Unggahan media sosial yang mengumumkan Cha Eun Woo sebagai duta global juga dilaporkan telah dihapus.
Subway Korea mengambil pendekatan berbeda dengan menurunkan poster dan banner promosi di sejumlah gerai.
Langkah ini bertujuan menghindari reaksi emosional konsumen di lokasi fisik yang sulit dikendalikan.
Keputusan cepat dua brand ini menjadi sinyal kuat bagi merek lain untuk bersikap lebih waspada.
Brand Korporasi dan Elektronik Pilih Menunggu

Shinhan Financial Group menghadapi sorotan tajam karena isu pajak bertolak belakang dengan nilai transparansi lembaga keuangan.
Pihak internal bank dilaporkan melakukan peninjauan kepatuhan terkait kontrak dan implikasi reputasi.
Ricoh memilih menangguhkan peluncuran kampanye visual terbaru yang semula dijadwalkan akhir Januari 2026.
Penangguhan ini dilakukan sambil menunggu kejelasan status hukum dari proses peninjauan pajak.
Langkah menunda dianggap lebih aman dibandingkan menarik kampanye yang telah disiapkan dengan biaya besar.
Strategi ini mencerminkan kehati-hatian brand teknologi dalam menghadapi skandal hukum figur publik.
Dior, Skechers, dan Ancaman Klausul Moral

Dior sebagai brand mewah global masih mempertahankan konten Cha Eun Woo di berbagai platform resmi.
Namun, sumber industri menyebut tim manajemen global memantau situasi dengan tingkat urgensi tinggi.
Skechers mengambil langkah moderat dengan menutup kolom komentar pada unggahan yang menampilkan bintang drama My ID is Gangnam Beauty itu.
Langkah ini bertujuan menjaga algoritma media sosial dan mencegah eskalasi konflik antar netizen.
Sebagian besar kontrak selebritas papan atas memuat Klausul Moralitas yang mengatur risiko skandal hukum.
Jika terbukti ada unsur kesengajaan kriminal, brand berhak memutus kontrak dan menuntut ganti rugi besar.
Saat ini, hampir semua brand memilih strategi menunggu sambil membatasi eksposur publik idol-aktor kelahiran 1997 tersebut.
Hasil akhir peninjauan pajak akan menjadi penentu apakah respons ini berhenti sebagai tindakan sementara.
Jika status hukum memburuk, gelombang pemutusan kontrak berpotensi terjadi secara domino.
Namun jika dinyatakan kesalahan administratif, sebagian brand diprediksi kembali melanjutkan kerja sama.
Kontributor : Chusnul Chotimah