- Teddy Pardiyana menggugat di Pengadilan Agama Bandung demi legalitas ahli waris anaknya Bintang untuk administrasi sekolah.
- Sule mempertanyakan urgensi legalitas ahli waris untuk pendaftaran sekolah dan menduga adanya motif tersembunyi.
- Aset warisan Lina Jubaedah telah diamanatkan kepada Putri Delina untuk dikelola sesuai pesan almarhumah.
Suara.com - Teddy Pardiyana kembali muncul, memperjuangkan legalitas ahli waris anaknya, Bintang. Ia bahkan sudah sampai pada gugatan di Pengadilan Agama Bandung.
Alasan Teddy Pardiyana memperjuangkan legalitas ahli waris tersebut berkaitan dengan administrasi sekolah Bintang.
Hal ini lantas menimbulkan tanya pada benak Sule, mantan suami Lina Jubaedah.
Mengapa seorang anak yang hendak masuk sekolah harus membutuhkan legalitas ahli waris.
"Bintang itu mau masuk sekolah. Tapi mau administrasi ke sekolah selain mungkin KTP, kartu keluarga, harus ada legalitas ahli waris," kata Sule dalam tayangan Pagi Pagi Ambyar Trans TV.
"Makanya saya nanya nih ada nggak kalau misalkan masuk sekolah harus ada legalitas standing warisannya? Jawab di kolom komentar ya di SL Media jangan lupa," imbuh Sule.
Sule menduga ada motif tersembunyi di balik ngototnya Teddy Pardiyana meminta dokumen tersebut kepada keluarganya.
Ia merasa ada kekhawatiran berlebih dari Teddy Pardiyana mengenai pembagian harta peninggalan mantan istrinya tersebut.
"Nggak tau motifnya. Mungkin ada ketakutan untuk tidak masuk ahli waris," ujar ayah Rizky Febian ini.
Terkait aset yang kini diributkan, Sule menegaskan bahwa semuanya sudah diatur sesuai pesan terakhir almarhumah Lina Jubaedah.
Kini, harta-harta peninggalan tersebut berada di bawah pengawasan serta disimpan oleh putri keduanya, Putri Delina.
"Jatuh amanat mantan istri, disimpan sama Putri. Ada beberapa aset lah banyak lah. Ada aset yang saya kasih dan juga ada aset yang saya nggak tau ya gitu," lanjut Sule memaparkan status aset tersebut.
Sule pun membeberkan, aset tersebut berupa ruko hingga rumah. Inilah yang kemudian menjadi warisan Lina Jubaedah buat anak-anaknya.
Namun jika Teddy Pardiyana tetep bersikukuh untuk mendapatkan warisan buat anaknya, terlebih membiayai sekolah, Sule lantas memberikan sentilan menohok.
Sebab ia menilai, tidak masuk akal jika urusan sekolah anak harus mengandalkan harta warisan yang masih menjadi sengketa.
Sule menekankan bahwa seorang bapak harus bekerja keras demi masa depan pendidikan anaknya sendiri.
"Nah terus kalau misalkan mau membicarakan masalah warisan kan umumnya pun harus dinikmati sama Bintang (anak)," tutur Sule.
"Kalau sekarang kita kasih kalau untuk sekolah kan harusnya bapaknya bukan mengandalkan dari warisan. Betul dong masuk akal iya kan?" sindir seniman 49 tahun ini.
Sule lantas bertanya, apakah ia harus membiayai Bintang sekolah, sementara ayahnya masih ada.
"Ya kalau misalkan apakah saya harus membiayai Bintang? Tidak ada kewajiban walaupun itu anak tiri," beber Sule.
Sule kemudian memberikan gambaran, anak-anaknya saja yang jelas mendapatkan warisan fokus bekerja. Mereka tidak ribut mengenai peninggalan orangtuanya.
"Anak-anak pun tidak riweuh untuk warisan. Mereka bekerja. Warisan mah nanti aja kalau saya sudah meninggal. Nah itu dia," pungkasnya.