- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kunci mengenai visi ekonomi strategis "Prabowonomics" di WEF Annual Meeting 2026 Swiss.
- Agenda utama kunjungan ini mencakup penarikan investasi hijau, penguatan citra nasional, serta kolaborasi multilateral Indonesia.
- Indonesia juga mengadakan Indonesia Pavilion dan Indonesia Night pada 19 hingga 23 Januari 2026 untuk interaksi dengan investor.
Suara.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan menyampaikan pidato kunci dalam ajang bergengsi World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss.
Kepala Negara telah mendarat di Zurich pada Rabu (21/1/2026) dan direncanakan bertolak menuju Davos keesokan harinya untuk memulai agenda diplomatik tersebut.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa dalam forum yang dihadiri lebih dari 65 kepala negara serta ribuan CEO perusahaan global ini, Presiden Prabowo akan memaparkan visi ekonomi strategis yang ia usung.
Konsep tersebut mencakup pemikiran ekonomi yang telah dirancang serta capaian nyata pemerintah selama setahun terakhir.
![Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat diwawancarai awak media pada Rabu (21/1/2026). [Suara.com/Novian]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/22/53740-sekretaris-kabinet-teddy-indra-wijaya.jpg)
“Beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep pemikiran ekonomi yang beliau terapkan, baik sebelum maupun sesudah menjadi Presiden. Beliau menyebutnya dengan 'Prabowonomics'. Jadi, saksikan saja besok,” ujar Teddy kepada wartawan sebelum keberangkatan dari London, Inggris.
WEF 2026 tahun ini mengangkat tema “A Spirit of Dialogue”. Tema ini menekankan pentingnya komunikasi terbuka di tengah krisis ekonomi global serta dinamika geopolitik yang tidak menentu.
Partisipasi aktif Indonesia di Davos dipandang sebagai langkah krusial untuk memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok dunia.
Berdasarkan keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden, kehadiran Prabowo mengemban misi besar untuk:
- Menarik Investasi Strategis: Fokus pada pengembangan energi hijau dan percepatan ekonomi digital.
- Penguatan Citra Nasional: Menegaskan bahwa Indonesia adalah mitra investasi yang stabil dan menjanjikan.
- Kolaborasi Multilateral: Memperjuangkan kepentingan nasional melalui keterlibatan aktif dalam dialog global.
Selain pidato utama, Pemerintah Indonesia juga memaksimalkan momentum ini dengan menghadirkan Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026.
Baca Juga: Indonesia-Inggris Resmi Teken Kemitraan Strategis EGP di London
Melengkapi agenda tersebut, acara Indonesia Night juga digelar pada 21 Januari sebagai sarana interaksi langsung (direct engagement) antara delegasi Indonesia dengan para investor kelas dunia.
"Kehadiran Presiden Prabowo di WEF 2026 menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam kolaborasi multilateral sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional di tengah ketidakpastian global," tulis pernyataan resmi BPMI Setpres.