Suara.com - Drama Korea baru berjudul No Tail To Tell tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta drakor.
Drama ini membawa napas segar di tengah dominasi kisah melodrama berat, dengan menggabungkan unsur fantasi dan romansa ringan yang tentunya nyaman ditonton di waktu senggang.
Daya tariknya tak hanya terletak pada jalan cerita yang unik, tapi juga chemistry dua bintang generasi baru, Kim Hye Yoon dan Lomon.
SBS
Diketahui, drama yang tayang setiap Jumat dan Sabtu ini menampilkan Lomon sebagai seorang bintang sepak bola kelas dunia.
Menariknya, Lomon mengaku mendapat banyak inspirasi langsung dari kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung Min.
"Son Heung Min benar-benar membantu saya membangun karakter ini. Saya sungguh berterima kasih," ujar Lomon dalam konferensi pers SBS yang digelar di kantor pusat SBS.
No Tail to Tell merupakan drama fantasi romantis komedi yang berpusat pada Eun Ho (Kim Hye Yoon), gumiho generasi Z yang tidak memiliki keinginan untuk menjadi manusia.
Eun Ho dipertemukan dengan Kang Si Yeol (Lomon), seorang manusia yang penuh rasa percaya diri dan mencintai dirinya sendiri.
Si Yeol sendiri merupkan striker top di klub elite Eropa dengan kehidupan yang nyaris sempurna.
Namun semua berubah ketika Eun Ho hadir dalam hidupnya lewat sebuah pertemuan tak terduga.
Ternyata, untuk menghidupkan karakter atlet kelas dunia tersebut, Lomon melakukan riset mendalam dengan mengamati pemain sepak bola sungguhan.
Lomon lalu menyebut Son Heung Min sebagai referensi utama, dipadukan dengan karisma Zlatan Ibrahimovi.
"Saya terinspirasi dari Son Heung Min dan energi tanpa takut Zlatan Ibrahimovic," imbuhnya.
Totalitas Perankan Tokoh Si Yeol

Tak tanggung-tanggung, Lomon bahkan sempat mengirimkan pesan video khusus kepada Son Heung Min atas saran pembawa acara Park Kyung-lim.
Dalam video singkat tersebut, ia menyampaikan ucapan tahun baru sekaligus rasa terima kasih atas inspirasi yang membantunya membentuk karakter Kang Si-yeol.
“Semoga tahun baru Anda bahagia, dan tolong tunjukkan banyak cinta untuk drama kami yang tayang perdana hari ini. Anda benar-benar membantu saya menemukan Si Yeol terima kasih banyak,” ujar Lomon.
Selain itu, demi menghadirkan sosok atlet kelas dunia, Lomon menjalani latihan intensif jauh sebelum proses syuting dimulai.
Bintang All of Us Are Dead tersebut mengaku menyiapkan fisik dan mental dengan jadwal ketat agar setiap adegan di lapangan tampak natural.
"Saya mulai berlatih berbulan-bulan sebelum syuting. Saya berusaha agar setiap gerakan terlihat seperti seorang professional mengambil les lima kali seminggu selama dua hingga tiga jam setiap kali," ucanya.
"Saya juga berbicara dengan teman-teman pemain dan menonton banyak rekaman untuk menangkap pola pikir, sikap, dan passion seorang pesepakbola," tuturnya.
Kontributor : Anistya Yustika