Surat Terakhir Bocah SD Akhiri Hidup: Jangan Menangis Mama, Relakan Saya Pergi

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:20 WIB
Surat Terakhir Bocah SD Akhiri Hidup: Jangan Menangis Mama, Relakan Saya Pergi
Ilustrasi bunuh diri (Shutterstock).
Baca 10 detik
  • Seorang bocah SD nekat mengakhiri hidup karena merasa putus asa setelah permintaannya untuk membeli buku tulis dan pulpen tidak bisa dipenuhi karena kemiskinan.
  • Korban meninggalkan surat wasiat dalam bahasa daerah yang meminta ibunya untuk ikhlas dan tidak mencari atau menangisinya.
  • Tragedi ini menyoroti dampak nyata himpitan ekonomi di daerah pelosok yang mengubur mimpi pendidikan anak-anak hingga ke titik paling ekstrem.

Suara.com - Sebuah surat tulisan tangan menjadi saksi bisu berakhirnya hidup seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelajar kelas IV SD berinisial YBS ini ditemukan tak bernyawa pada Kamis, 29 Januari 2026, setelah permintaannya untuk membeli buku tulis tak mampu dipenuhi sang ibu karena himpitan ekonomi.

Tragedi ini terungkap saat warga menemukan tubuh mungil YS tergantung di sebuah pohon cengkih, hanya berjarak tiga meter dari pondok tempat tinggalnya.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan sepucuk surat dalam bahasa daerah yang berisi pesan perpisahan menyayat hati untuk ibunya.

"Mama, saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi. Jangan menangis ya Mama. Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya. Selamat tinggal Mama," tulis bocah tersebut dalam suratnya.

Kisah pilu ini bermula pada Rabu malam, sehari sebelum kejadian. YBS sempat menghampiri ibunya untuk meminta uang guna membeli buku tulis dan pulpen baru.

Namun, kondisi ekonomi yang serba sulit membuat sang ibu terpaksa menolak permintaan tersebut. Tanpa disangka, penolakan itu menjadi interaksi terakhir mereka.

Kapolres Ngada melalui pihak berwenang setempat mengonfirmasi bahwa motif tindakan nekat ini diduga kuat karena korban merasa putus asa.

Kondisi keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan menjadi latar belakang utama yang menekan mental sang anak.

Baca Juga: Mahasiswi Tewas Diduga Lompat dari Lantai 4 Gedung Kampus, Polisi Temukan Catatan Berbahasa Mandarin

"Korban ditemukan pertama kali oleh warga di kebun milik neneknya. Berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan lain. Ini murni bunuh diri yang dipicu rasa kecewa dan beban pikiran korban terkait kebutuhan sekolahnya," kata pihak kepolisian dalam keterangannya.

Keseharian YBS memang jauh dari kemewahan. Dia tinggal bersama neneknya yang sudah berusia 80 tahun, sementara orangtuanya bekerja di kampung sebelah sebagai buruh tani.

Keinginan sederhana untuk memiliki alat tulis demi melanjutkan sekolah justru berakhir menjadi duka mendalam bagi warga Jerebuu.

Kasus ini menjadi tamparan keras mengenai nyata adanya dampak kemiskinan terhadap kesehatan mental anak di daerah pelosok.

Kini, surat terakhir YBS menjadi pengingat pahit bagi semua pihak bahwa di balik angka kemiskinan, ada mimpi anak-anak yang terkubur karena keterbatasan akses terhadap kebutuhan pendidikan dasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI