Suara.com - Selebgram non-muslim bernama Anya Nathania Ang menuai kontroversi setelah membagikan potretnya di Masjid Nabawi, Madinah.
Dalam unggahan yang viral, Anya Nathania berpose dengan outfit ketat dan kerudung yang dikenakan ala kadarnya.
"Touchdown Madinah, Day 1, first time in Madinah, dan langsung terasa bedanya sejak pertama kali mendarat," tulisnya melalui akun Instagram @anyanath168.
"Kotanya tenang, rapi, dan calm, bahkan sejak pertama mendarat," kata Anya menggambarkan kesan awalnya berada di Madinah.
Dalam keterangan unggahannya, Anya juga menyinggung soal aturan berpakaian yang berlaku di Madinah.

"Dress code di sini cukup ketat, covering up bukan cuma aturan, tapi bentuk respek ke culture dan tempatnya," tulisnya lebih lanjut.
Pernyataan tersebut menuai kritik karena dianggap bertolak belakang dengan busana yang dikenakan Anya di sekitar area masjid.
"Disclaimer, semua foto diambil di area luar Masjid Nabawi, bukan di dalam area masjid," klarifikasi Anya.
Figur Publik Murka
Meski telah menyampaikan klarifikasi, unggahan tersebut tetap memicu kemarahan warganet dan figur publik.
Baca Juga: Viral Aksi Heroik Polisi Baru Sembuh Stroke Selamatkan Pria Lansia dari Gigitan Pitbull
"Mbak, ini namanya bukan kurang sopan tapi enggak sopan. Tolong siapa pun yang ketemu mbak ini ditegur tegas," tulis Clara Shinta.
![Celine Evangelista ditemui di rumah duka Najwa Shihab kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan pada Selasa, 20 Mei 2025. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/20/26012-celine-evangelista.jpg)
Kritik tidak berhenti di situ dan semakin meluas setelah Celine Evangelista ikut memberikan komentar panjang.
"Masjid Nabawi adalah tempat ibadah kami, di tanah yang mba injak itu ada Nabi kami," tulis Celine Evangelista.
Celine menegaskan bahwa kawasan Masjid Nabawi bukan destinasi wisata biasa yang bisa diperlakukan sembarangan.
"Masjid Nabawi bukan objek wisata biasa, menjaga adab, pakaian, dan niat adalah bentuk penghormatan," ucap Celine.
Mantan istri Stefan William itu juga menyinggung pentingnya sensitivitas bagi non muslim saat berada di tempat suci umat Islam.