Suara.com - Dunia maya baru-baru ini dikejutkan oleh pengakuan blak-blakan seorang praktisi medis, dr Gia Pratama saat bincang-bincang di kanal YouTube Raditya Dika.
Topik yang dibahas tergolong cukup sensitif namun edukatif, yakni mengenai asal-usul jenazah yang digunakan mahasiswa kedokteran untuk praktikum anatomi, atau yang secara medis dikenal sebagai cadaver.
Informasi ini mengungkap sisi lain dari dunia pendidikan kedokteran yang jarang diketahui publik.
Dalam penjelasannya, dr Gia mengungkapkan sebuah realitas mengenai bagaimana fakultas kedokteran di Indonesia mendapatkan bahan ajar biologis tersebut.
Dia menyebutkan salah satu sumber utamanya adalah jenazah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau orang telantar yang meninggal di jalanan tanpa identitas.

Jika dalam kurun waktu dua Minggu tidak ada anggota keluarga yang menjemput atau mengklaim jenazah tersebut, maka pihak otoritas dapat menyerahkannya ke lembaga pendidikan.
Terkait proses distribusinya, dr Gia menyebutkan adanya mekanisme yang melibatkan biaya tertentu.
"Dikasih atau dilelang fakultas-fakultas kedokteran buat belajar mahasiswa," katanya.
Hal ini dilakukan karena setiap Fakultas Kedokteran (FK) di Indonesia yang jumlahnya kini hampir mencapai 50 institusi wajib memiliki cadaver sebagai sarana belajar mahasiswa.
Baca Juga: Di Pesantren saat Longsor, Santri Ini Harus Terima Kenyataan Pilu Seluruh Keluarga Meninggal
Meskipun terdengar kontroversial bagi orang awam, dr Gia menegaskan bahwa praktik ini memiliki payung hukum untuk tujuan ilmiah.
"Ada penjualan juga sih dijual memang itu kan buat bahan belajar ya Bang jadi akademis alasan akademis mah boleh," lanjutnya.
Proses pemanfaatan jenazah ini di laboratorium pun sangat intensif.
Jenazah-jenazah tersebut biasanya diawetkan dalam cairan kimia khusus. dr Gia menceritakan pengalamannya saat masih menjadi mahasiswa.
"Satu kolam formalin gitu gede isinya jenazah semua, kita ambil taruh di atas meja potong potong potong sampai nanti jadi tulang habis," ungkapnya.
Tujuan utama dari tindakan ini adalah agar mahasiswa memahami anatomi tubuh manusia secara nyata, mulai dari melihat bentuk katup jantung hingga pembuluh darah aorta, yang tidak bisa dipahami sepenuhnya hanya melalui buku teks.