- Film fiksi ilmiah berjudul In Time karya Andrew Niccol dirilis 2011, kini tayang 12 Februari 2026 di Trans TV.
- Berlatar 2169, manusia berhenti menua di usia 25; waktu menjadi mata uang yang memicu kesenjangan sosial ekstrem.
- Will Salas (Timberlake) dituduh membunuh usai menerima waktu banyak, lalu bersama Sylvia (Seyfried) merampok bank waktu.
Suara.com - Dalam dunia sinema fiksi ilmiah, premis adalah segalanya. Namun, jarang ada film yang menawarkan konsep seprovokatif dan serelevan In Time.
Dirilis pada tahun 2011 dan disutradarai oleh Andrew Niccol, otak di balik mahakarya distopia Gattaca, film ini membawa pepatah lama "waktu adalah uang" ke level yang sangat harfiah dan mematikan.
In Time akan tayang pada Kamis (12/2/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Berlatar tahun 2169, manusia telah dimodifikasi secara genetik untuk berhenti menua pada usia 25 tahun.
Namun, ada tangkapan besar: setelah ulang tahun ke-25, jam digital di lengan mereka mulai berdetak mundur.
![Film In Time yang dibintangi Justin Timberlake dan Amanda Seyfried akan tayang pada Kamis (12/2/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/12/27629-film-in-time.jpg)
Mereka hanya diberi waktu satu tahun untuk hidup, kecuali mereka bisa "menghasilkan" lebih banyak waktu.
Di dunia ini, waktu adalah mata uang. Anda membayar secangkir kopi dengan empat menit, dan perjalanan bus dengan dua jam.
Justin Timberlake berperan sebagai Will Salas, seorang pekerja pabrik dari zona miskin bernama Dayton.
Hidupnya berubah drastis setelah ia menyelamatkan seorang pria kaya yang bosan hidup, Henry Hamilton, yang kemudian memberinya "warisan" waktu lebih dari satu abad sebelum akhirnya bunuh diri.
Baca Juga: Baby Driver: Simfoni Aspal dan Peluru yang Dimainkan Ansel Elgort, Malam Ini di Trans TV
Dituduh melakukan pembunuhan atas kematian Hamilton, Will melarikan diri ke zona elit "New Greenwich," di mana orang-orang memiliki ribuan tahun di lengan mereka dan bergerak dengan sangat lambat karena mereka tidak punya alasan untuk terburu-buru.
Di sana, ia bertemu dengan Sylvia Weis (Amanda Seyfried), putri seorang bankir waktu yang sangat kaya.
![Film In Time yang dibintangi Justin Timberlake dan Amanda Seyfried akan tayang pada Kamis (12/2/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/12/36856-film-in-time.jpg)
Bersama-sama, mereka menjadi pasangan ala "Bonnie and Clyde" versi futuristik, merampok bank waktu milik ayah Sylvia.
Uang dari hasil rampokan tersebut dibagi-bagikan kembali kepada orang miskin, sambil diburu oleh Raymond Leon (Cillian Murphy), seorang "Timekeeper" (polisi waktu) yang sangat berdedikasi dan dingin.
Secara visual, In Time adalah film yang stylish. Andrew Niccol berhasil menciptakan dunia yang terasa gersang namun elegan.
Penampilan Justin Timberlake membuktikan bahwa ia mampu memikul beban sebagai bintang aksi yang karismatik.
Sementara Amanda Seyfried memberikan kontras yang apik dengan penampilannya yang ikonik lewat potongan rambut bob dan gaun mahalnya.
Namun, pencuri perhatian sebenarnya adalah Cillian Murphy.
Sebagai Raymond Leon, Murphy memberikan kedalaman pada karakter antagonis yang sebenarnya hanya menjalankan tugas demi menjaga keseimbangan sistem yang korup.
Film ini dianggap sebagai kritik sosial yang tajam terhadap kesenjangan ekonomi.
In Time dirilis tepat saat gerakan "Occupy Wall Street" sedang memuncak di dunia nyata, membuat tema "si kaya yang hidup selamanya di atas penderitaan si miskin" terasa sangat menyengat.
Meski demikian, beberapa kritikus merasa bahwa potensi filosofis film ini sedikit terpinggirkan oleh transisinya menjadi film aksi pengejaran standar di paruh kedua.
Meskipun premisnya sangat cerdas, film ini terkadang terjebak dalam kiasan film thriller konvensional.
Namun konsep dasar film ini sebagai sesuatu yang "sangat menarik secara ideologis."
In Time menjadi salah satu film fiksi ilmiah paling berkesan dari dekade 2010-an.
Ia bukan sekadar tontonan aksi; ia adalah cermin gelap dari masyarakat kita saat ini, di mana waktu sering kali menjadi komoditas yang paling kejam.