“Orang-orang yang mengenalku di dunia nyata bilang aku cantik, tapi di internet aku hanya menerima komentar jahat, dan foto saya diejek di halaman Facebook,” ujarnya.
Pengalaman tersebut membuatnya kehilangan rasa percaya diri dalam waktu yang lama.
Meski demikian, ia menemukan harapan setelah melihat unggahan warga Indonesia yang percaya diri dengan penampilannya tanpa operasi plastik yang dihina warga Korea.
Momen itu justru memberinya keberanian untuk menerima dirinya sendiri.
“Aku benar-benar mengalami perundungan parah sampai kehilangan rasa percaya diri, tapi terima kasih banyak kepada Anda,” tulisnya.
Curhatan ini pun menyentuh banyak pengguna media sosial dan memicu diskusi yang mendalam soal perundungan di negara yang menempatkan kecantikan di atas segalanya.
“Dan tahu apa paling gongnya? Yang respect dan dukung dia adalah WARGA ASEAN bilang dia cantik apa adanya dan juga berani ungkapin bahwasanya dia memang cantik sebagai wanita! I’m so proud being Asean people,” tulis akun @Libra***.
“Melihat ceritanya, sedih banget. Ternyata standar kecantikan di sana bisa sampai 'mencuci otak' seseorang buat merasa nggak berharga cuma karena fisik,” ujar akun @dani***.
“Kayaknya di sana kalau jelek seakan enggak boleh hidup gitu, padahal yaa biarkan aja. kita punya hidup masing-masing,” ujar akun @allf***.
Kontributor : Rizka Utami