- Film horor Indonesia seperti Pencarian Terakhir, Maryam, dan Dia Bukan Ibu menyapu bersih posisi tiga besar.
- Meski horor berkuasa, drama romantis Korea dan drama keluarga inspiratif tetap diminati penonton di posisi empat dan lima.
- Film yang masuk daftar populer merupakan kombinasi antara rilisan baru, kisah yang diangkat dari podcast viral, hingga film bertema isu sosial.
Suara.com - Memasuki pertengahan Februari 2026, peta persaingan film di platform streaming Netflix Indonesia menunjukkan tren sama seperti sebelum-sebelumnya.
Tepat pada hari ini, Jumat, 13 Februari 2026, selera penonton tanah air masih tertuju pada kisah-kisah yang memacu adrenalin.
Genre horor lokal mendominasi posisi puncak klasemen, membuktikan bahwa daya tarik cerita mistis dengan balutan budaya urban masih menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia.
Berikut adalah sinopsis 5 film yang menempati posisi teratas daftar "Top 5 Netflix" per hari ini.
1. Pencarian Terakhir (2025)
Posisi pertama ditempati Pencarian Terakhir, sebuah sajian horor misteri yang rilis tahun lalu namun kembali viral minggu ini.
Film ini menyoroti akting emosional Adzana Ashel yang berperan sebagai Drupadi, seorang remaja berusia 17 tahun yang menyimpan luka masa lalu.
Premisnya berpusat pada kepulangan Drupadi ke lereng Gunung Sarangan dengan satu misi tunggal, yaitu menemukan ibunya, Sita, yang hilang tanpa jejak secara misterius tujuh tahun silam.
Drupadi tidak sendirian. Ia ditemani oleh sekelompok sahabatnya. Namun, niat baik tersebut segera berujung petaka.
Baca Juga: L.A Confidential: Skandal Korup di Balik Gemerlap Hollywood 1950-an, Malam Ini di Trans TV
Atmosfer mencekam yang dibangun oleh sutradara dalam menggambarkan keangkeran Gunung Sarangan berhasil membuat penonton tetap terpaku di depan layar, menjadikan film ini topik hangat di berbagai media sosial.
2. Maryam: Janji & Jiwa Yang Terikat (2025)
Di urutan kedua, ada Maryam: Janji & Jiwa Yang Terikat. Bagi penggemar konten horor berbasis audio, judul ini tentu tidak asing karena diangkat dari kisah nyata yang sempat populer di podcast Lentera Malam.
Film ini dibintangi oleh Claresta Taufan yang memberikan performa luar biasa sebagai Maryam, seorang wanita yang hidupnya "terikat perjanjian kelam dengan jin, Dimriyat, sejak lahir."
Narasi film ini menggali lebih dalam tentang konsekuensi dari perjanjian gaib yang dilakukan oleh generasi terdahulu. Kehidupan Maryam digambarkan penuh penderitaan karena terus-menerus dihantui oleh surat-surat misterius dan bisikan-bisikan dari dimensi lain yang tidak bisa ia hindari. Ketegangan psikologis yang ditawarkan film ini sangat relevan bagi audiens dewasa yang menyukai eksplorasi sisi gelap kepercayaan lokal.
3. Dia Bukan Ibu (2025)
Melengkapi dominasi horor di posisi tiga besar adalah Dia Bukan Ibu. Berbeda dengan dua film sebelumnya yang kental dengan unsur petualangan dan mistis tradisional, film yang dibintangi Aurora Ribero dan Artika Sari Devi ini lebih mengarah ke horor psikologis yang menyesakkan.
Cerita berfokus pada kecurigaan Vira (Aurora Ribero) terhadap perubahan perilaku ibunya, Yanti (Artika Sari Devi), setelah melewati proses perceraian yang berat.
Yanti yang semula terpuruk tiba-tiba bertransformasi menjadi sosok yang sangat ceria, energik, bahkan meraih kesuksesan finansial secara instan. Namun, di balik itu, muncul sisi gelap yang mengerikan.
Ketegangan memuncak saat muncul pertanyaan besar bagi Vira, "apakah sosok tersebut masih ibunya atau entitas lain." Film ini sukses memainkan emosi penonton dengan memadukan isu trauma keluarga dan horor supranatural.
4. Even If This Love Disappears Tonight
Untuk kamu yang ingin rehat sejenak dari ketegangan horor, posisi keempat ditempati oleh film Korea yang menyayat hati, Even If This Love Disappears Tonight.
Meskipun bergenre drama romantis remaja, film ini memiliki kedalaman emosi yang mampu menarik minat penonton dewasa. Fokus utamanya adalah tentang bagaimana cinta diuji oleh keterbatasan fisik dan ingatan.
Film ini menceritakan dua pelajar sekolah menengah yang harus menjalani hubungan unik karena salah satu dari mereka menderita gangguan ingatan yang membuat memori setiap harinya terhapus saat ia tidur.
5. Jendela Seribu Sungai (2023)
Menutup daftar lima besar adalah Jendela Seribu Sungai, sebuah drama keluarga inspiratif yang mengambil latar keindahan kota Banjarmasin.
Film ini membuktikan bahwa konten berkualitas dengan pesan moral yang kuat tetap memiliki tempat di hati pelanggan Netflix. Ceritanya mengikuti perjuangan tiga anak di Banjarmasin, yaitu Arian, Bunga, dan Kejora, dalam mengejar impian di tengah keterbatasan fisik, adat, dan tekanan orang tua."
Melalui bimbingan seorang guru bernama Bu Sheila, ketiga anak ini berusaha mendobrak batasan sosial di lingkungan mereka.
Konflik yang diangkat sangat nyata dan menyentuh, mulai dari "Kejora yang dipaksa menjadi dukun, Arian yang ingin menjadi seniman, dan Bunga, penyandang cerebral palsy yang bercita-cita menjadi penari."