Mamah Dedeh Sentil Maraknya Fenomena Poligami dan Nikah Siri: Hanya Cari Kenikmatan Dunia

Ferry Noviandi Suara.Com
Minggu, 22 Februari 2026 | 12:30 WIB
Mamah Dedeh Sentil Maraknya Fenomena Poligami dan Nikah Siri: Hanya Cari Kenikmatan Dunia
Mamah Dedeh sindir soal maraknya fenomena poligami dan nikah siri. (YouTube/Denny Sumargo)

Suara.com - Pendakwah kondang Mamah Dedeh menyikapi soal banyaknya kasus poligami yang belakangan menjadi sorotan usai menyeret beberapa nama figur publik.

Saat hadir sebagai bintang tamu di podcast Denny Sumargo, pemilik nama asli Dedeh Rosidah itu mulanya menyindir banyak laki-laki yang lupa pada istri pertama saat ia berada di puncak kejayaan.

"Kaum laki-laki berpikir, ketika kalian baru menikah tidur setikar berdua, minum secangkir berdua, makan sepiring berdua," kata Mama Dedeh di kanal YouTube Denny Sumargo yang diunggah Jumat (20/2/2026).

Fenomena poligami menurut Mamah Dedeh, mayoritas hanya mencari kenikmatan dunia semata.

"Misal laki-laki menikahi perempuan yang kedua, yang ketiga, yang dicari hanya keduniaannya saja," ujarnya.

Sebaliknya, jika laki-laki sudah tidak berkuasa lagi maka ia akan kembali kepada istri tua.

"Laki-laki tadi dengan sudah pensiun, enggak ada yang urusin. Dengan usia sekian kan bisa sakit, bisa stroke, terus baliknya ke mana? Jawab," cecar Mamah Dedeh.

Pendakwah yang dikenal ceplas-ceplos itu menyindir laki-laki agar bisa bertindak bijak dengan tidak mudah melakukan poligami.

Baca Juga: Beda Nasib Mamah Dedeh dan Oki Setiana Dewi Joget TikTok, Ada yang Dihujat

"Mikir makanya jadi laki-laki, jangan seenaknya dewek, mentang-mentang lagi punya nama, mikir lagi susah sama siapa," ucapnya.

Lebih lanjut, Mamah Dedeh mengutip potongan ayat suci Alquran yang menyatakan bahwa laki-laki harus berlaku adil jika ingin berpoligami.

"Makanya Allah bilang kalau kalian takut tidak bisa berlaku adil, satu cukup dinikmati aja," imbuhnya.

Penceramah Mamah Dedeh (Instagram/mamahdedeh_officialaccount)
Penceramah Mamah Dedeh (Instagram/mamahdedeh_officialaccount)

Mamah Dedeh juga menyatakan keutamaan bagi pasangan untuk menikah secara resmi yang tercatat di KUA.

"Negara kita membuat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang menyatakan kalau laki-laki perempuan menikah wajib dicatat di KUA kalau muslim," ujarnya.

Meski sudah adanya aturan soal pernikahan resmi secara negara, Mamah Dedeh menilai banyak laki-laki yang kini memilih menikah siri untuk kepuasan semata.

"Cuma saat ini begitu banyak laki-laki yang hidung belang dia mengatasnamakan nikah siri atas nama agama, tapi sebetulnya hanya pemuasan birahi semata," katanya.

"Kenyataannya begitu sudah kenyang ditinggalkan, rugi perempuan,” tutur Mamah Dedeh.

Mamah Dedeh berpesan agar seluruh perempuan agar tak mau dinikahi secara siri oleh pasangan karena banyak kerugian yang ditimbulkan di kemudian hari.

"Makanya perempuan, kalian jangan mau kalian dinikah siri, rugi. Jadi perempuan harus punya harga diri," ujanya.

Kontributor : Rizka Utami

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI