Kupas Tuntas Status LPDP Dwi Sasetyaningtyas: Benarkah Negara Membiayai Studinya Hingga ke Oxford?

Sumarni, Tiara Rosana

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:00 WIB
Kupas Tuntas Status LPDP Dwi Sasetyaningtyas: Benarkah Negara Membiayai Studinya Hingga ke Oxford?
Dwi Sasetyaningtyas [Instagram]
baca 10 detik
  • Seorang alumnus beasiswa LPDP menuai kritik setelah videonya yang meremehkan status WNI viral pada Februari 2026.
  • Penerima beasiswa S2 Belanda ini merupakan lulusan Teknik Kimia ITB dan menuntaskan kewajiban pengabdiannya.
  • Meskipun administrasi pengabdian terpenuhi, publik menyoroti krisis loyalitas penerima dana negara tersebut.

Suara.com - Gelombang kritik terhadap Dwi Sasetyaningtyas belum sepenuhnya surut. Setelah potongan videonya yang menyebut "cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan" viral di media sosial, publik kini mulai membedah rekam jejak pendidikan perempuan yang dikenal sebagai pegiat gaya hidup berkelanjutan tersebut. 

Statusnya sebagai alumnus beasiswa negara, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menjadi sumbu utama kekecewaan warganet.

Polemik ini bermula saat perempuan 35 tahun tersebut mengunggah momen saat menerima paspor Inggris untuk anak keduanya pada pertengahan Februari 2026. 

Kalimatnya yang dianggap merendahkan identitas kewarganegaraan Indonesia memicu perdebatan panas mengenai etika dan tanggung jawab moral seorang penerima beasiswa negara.

Latar Pendidikan Mentereng: Dari Ganesha ke Negeri Kincir Angin

Berdasarkan data yang dihimpun, ibu dua anak ini memiliki latar belakang pendidikan yang cukup impresif. 

Dwi merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2008. 

Selepas meraih gelar sarjana, dia melanjutkan studi magister (S2) ke Delft University of Technology (TU Delft), Belanda, mengambil jurusan Sustainable Energy Technology.

Pendidikan S2 di Belanda inilah yang dibiayai sepenuhnya oleh negara melalui skema beasiswa LPDP pada 2015.

baca juga

Di sinilah titik krusial yang dipersoalkan publik, bagaimana seorang intelektual yang disekolahkan dengan uang pajak rakyat bisa mengeluarkan pernyataan yang terkesan "ingin lepas" dari Indonesia.

"Aku tahu dunia terlihat enggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ucapnya dalam unggahan yang kini telah dihapus tersebut.

Klarifikasi Status Pengabdian

Menanggapi tudingan "kacang lupa kulit", pendiri platform Sustaination ini memberikan klarifikasi tertulis pada Kamis, 20 Februari 2026. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak melanggar kontrak hukum dengan negara.

"Secara administratif, saya telah menuntaskan kewajiban pengabdian saya kepada Indonesia selama enam tahun, terhitung sejak 2017 hingga 2023, setelah menyelesaikan studi S2 saya," ungkapnya dalam pernyataan resmi di akun media sosial pribadinya.

Dia menambahkan bahwa kepindahannya ke Inggris saat ini adalah untuk mendampingi suami yang sedang menempuh studi S3 di University of Oxford, sembari dirinya sendiri juga mengejar gelar doktoral (DPhil) di kampus yang sama. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bangga Anak Jadi WNA, Dwi Sasetyaningtyas Sempat Ngeluh Susahnya Tinggal di Luar Negeri

Bangga Anak Jadi WNA, Dwi Sasetyaningtyas Sempat Ngeluh Susahnya Tinggal di Luar Negeri

Entertainment | Minggu, 22 Februari 2026 | 12:52 WIB

Mertua Eks Pejabat Kementerian, Dwi Sasetya LPDP Terciduk Pamer Fasilitas Negara

Mertua Eks Pejabat Kementerian, Dwi Sasetya LPDP Terciduk Pamer Fasilitas Negara

Entertainment | Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:40 WIB

Dwi Sasetyaningtyas Ditegur LPDP Usai Bangga Anak Jadi WNA, Suami Terancam Sanksi

Dwi Sasetyaningtyas Ditegur LPDP Usai Bangga Anak Jadi WNA, Suami Terancam Sanksi

Entertainment | Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:20 WIB

Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian

Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian

Entertainment | Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:55 WIB

Tyas Penerima LPDP Banggakan Paspor WNA Dikuliti, Mertuanya Eks Pejabat Pernah Diperiksa KPK

Tyas Penerima LPDP Banggakan Paspor WNA Dikuliti, Mertuanya Eks Pejabat Pernah Diperiksa KPK

Entertainment | Jum'at, 20 Februari 2026 | 19:20 WIB

Dikecam karena Banggakan Paspor WNA, Penerima LPDP Dwi Sasetyaningtyas Minta Maaf

Dikecam karena Banggakan Paspor WNA, Penerima LPDP Dwi Sasetyaningtyas Minta Maaf

Entertainment | Jum'at, 20 Februari 2026 | 16:48 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×