Suara.com - Sabrina Chairunnisa ikut angkat bicara terkait penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang "kabur" ke luar negeri.
Salah satunya Dwi Sasetyaningtyas yang suaminya harus mengembalikan uang beasiswa miliaran rupiah akibat pamer anak jadi warga negara Inggris di media sosialnya.
Melalui unggahan di Instagram Story, Sabrina menuliskan opininya mengenai sistem seleksi hingga perilaku para
scholarship hunters.
Mantan istri dari Deddy Corbuzier tersebut mengaku heran dengan sistem pengawasan negara bagi penerima beasiswa.
Pasalnya ia melihat fenomena banyak alumni LPDP "kabur" dan enggan pulang untuk mengabdi meski telah menandatangani kontrak dengan negara.

"Jujur, aku enggak paham sih sistem LPDP kalau sudah ada kontrak jelas, kenapa masih banyak ratusan penerima beasiswa yang bisa 'kabur' dengan leluasa setelah selesai sekolah," tulis Sabarina pada Selasa, 24 Februari 2026.
Lebih lanjut, Sabrina Chairunnisa juga mempertanyakan urgensi pemberian kuota beasiswa kepada individu yang secara finansial sudah masuk kategori mampu.
Menurutnya, dengan akses pendidikan yang belum merata di Indonesia, beasiswa seperti LPDP seharusnya diprioritaskan bagi mereka yang cerdas tetapi memiliki keterbatasan ekonomi.
Seperti yang dilakukan Sabrina melalui yayasan beasiswa miliknya sendiri, bantuan pendidikan darinya menjadi jembatan bagi yang kurang mampu untuk mengubah nasib.
Baca Juga: Buntut Pernyataan Kontroversial, Tyas Alumni LPDP Diceramahi Anggota DPR
Selain mengkritik sistem, Sabrina Chairunnisa menyoroti pula perilaku oknum penerima beasiswa yang kerap bersikap arogan di media sosial (medsos).
Instagram Story Sabrina Chairunnisa

Bagi Sabrina Chairunnisa, kasus yang sedang viral saat ini merupakan pengingat bagi semua orang agar lebih bijak dalam mengunggah konten di media sosial.
Walau tidak terang-terangan menyebut nama, kasus viral yang dimaksud Sabrina kemungkinan berkaitan dengan Dwi Sasetyaningtyas.
Sebab suami Tyas harus mengembalikan uang LPDP imbas sang istri pamer di media sosial.
Menurut Sabrina, memamerkan kemewahan atau mengeluh secara berlebihan saat menjalani studi di luar negeri dengan uang negara adalah tindakan yang nir-empati.
"Enggak semua-semua di sosmed itu kudu diposting. Kenapa? Bisa fire back (berbalik menyerang). Apalagi ini yang sudah menyalahi aturan, pamer dan sombong pula," ujarnya.
Bahkan Sabrina sendiri mengaku dirinya kini mulai membatasi konten yang bersifat pamer karena menyadari betapa sensitifnya perasaan masyarakat saat ini.
Menutup pernyataan panjangnya, Sabrina mengajak pengguna media sosial untuk tetap berkepala dingin.
Kendati tindakan Dwi Sasetyaningtyas salah, ia tetap mengimbau pengguna media sosial tidak melakukan perundungan yang melampaui batas, apalagi sampai menyerang anak-anak.
"Hidup sudah penat, bulan puasa pula ngapain nambah-nambah kebencian di hati dan nularin kebencian di sosmed juga. Be wise. Jangan sampai karena kesalahan orang, kita jadi berdosa juga," tuturnya.
Kontributor : Neressa Prahastiwi